Momentum Isra’ Mi’raj, Wakil Ketua PWM Jatim Pesan Tiga Hal Pada Civitas Akademika UMLA
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN – Universitas Muhammadiyah Lamongan populer dikenal UMLA menggelar pengajian Civitas Akademika dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam 1444 H (20/2). Acara merupakan program rutin tahunan oleh lembaga AIK (Al Islam Kemuhammadiyahan) UMLA.
Mengundang Pemateri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi, selaku Wakil Ketua PWM, membawakan materi dengan tema Semangat Isra’ Mi’raj Menuju Pribadi Yang Taat Beribadah dan Berakhlakul Karimah.

Membuka acara, Rektor UMLA Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ns, M.Kes, menyampaikan sambutan singkat mengenai informasi berlakunya penilaian sholat jama’ah di masjid (Dzuhur) sebagai penilaian AIK. Peraturan ini mulai semester depan ditambah meniadakan aktivitas di jam tersebut agar mahasiswa bisa sholat berjama’ah dan mengikuti kajian-kajian seperti Tafsir, Tahsin, HPT, dan Tematik yang rutin diadakan di masjid.
“Kita ingin menunjukkan pengembangan dakwah persyarikatan melalui perguruan tinggi khususnya di Jawa Timur,” ujar Rektor Abdul Aziz.

Sementara itu materi pengajian ustadz Tamhid, menjelaskan bagaimana perjalanan suci Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam atau yang dikenal dengan istilah Isra’ Mi’raj. Ustadz Tamhid mengulik bagaimana sebuah kepercayaan akan cerita yang disampaikan Rasulullah kepada para pengikut dan penduduk Quraisy.
Meskipun dianggap gila, beberapa lainnya tetap mempercayai cerita Rasulullah karena kejujuran yang dimilikinya. Peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi ujian pada masa itu dan bisa diambil hikmah bahwa perlu ada sebuah kesatuan langkah untuk mewujudkan keinginan kita.

Ustadz Tamhid juga menyampaikan pesan dari cerita setibanya Rasulullah dan pengikutnya hijrah ke Madinah dengan Abdullah Ibnu Salam (seorang Yahudi) yang menemui ciri-ciri Nabi akhir zaman pada Rasulullah. Rasulullah mengajarkan mengenai tiga konsep penting dan membuat Abdullah Ibnu Salam percaya dengan Rasulullah. Pertama Afsussalam (sebarkan salam),
Bagi seorang muslim yang baik adalah yang dapat mewujudkan antara kata dan perbuatan, menjamin orang lain selamat dari mulut dan tangannya. Ini menjadi kategori sebuah pemimpin.
Kedua Waat’imutto’am (Berikanlah Makan) mengajarkan semangat berbagi demi menjamin kehidupan negeri yang makmur. Ketiga Wasilularham (Jalinlah Silahturahim) yang menjadi modal untuk mengokohkan umat. (rilis: humas umla/editor:hamara)
