MDMC Learning Event Respons Bencana Banjir Aceh, Sumbar-Sumut
TABLOIDMATAHATI.COM, JAKARTA– Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyelenggarakan kegiatan Learning Event Respons Bencana Banjir sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi atas respons bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman utama di Indonesia, termasuk di ketiga wilayah tersebut. Respons Muhammadiyah melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara bersama Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)–MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam merespons dampak Siklon Senyar.
Upaya respons tersebut juga didukung oleh berbagai unsur mulai dari pemerintahan antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Adapu dari Persyarikatan Muhammadiyah,antara lain Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang), Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen), Lazismu, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), serta Nasyiatul Aisyiyah.
Dalam pelaksanaannya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah mengaktifkan POSKORNAS (Pos Koordinasi Nasional) Respons Bencana Banjir dan Longsor Sumatra dengan MDMC sebagai koordinator. Namun demikian, dinamika lapangan, kompleksitas koordinasi, tantangan logistik, serta kebutuhan layanan penyintas memerlukan proses refleksi dan pembelajaran yang sistematis.
Kegiatan learning event ini menjadi bagian dari siklus manajemen bencana sekaligus upaya penguatan tata kelola organisasi, dengan tujuan mendokumentasikan praktik baik, mengidentifikasi tantangan, serta menyusun rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas respons di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat aspek akuntabilitas, transparansi, dan manajemen pengetahuan di lingkungan Muhammadiyah.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem respons bencana hidrometeorologi Muhammadiyah melalui proses pembelajaran kolektif dan reflektif. Secara khusus, kegiatan ini diarahkan untuk mengidentifikasi praktik baik (best practices) dalam respons Siklon Senyar, mengkaji tantangan operasional dan kelembagaan, menyusun rekomendasi strategis dan teknis, serta merumuskan rencana tindak lanjut (action plan).
Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi tersusunnya dokumen lesson learned respons Siklon Senyar dalam bentuk outcome harvesting, serta draft rencana tindak lanjut untuk perbaikan sistem respons ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan metodologi, antara lain paparan kronologis berbasis data, proses outcome harvesting, diskusi kelompok kerja pada empat bidang kegiatan, paparan hasil dan umpan balik, serta refleksi nilai dan penguatan komitmen bersama.
Dalam kegiatan ini, Ketua MDMC PP Muhammadiyah sekaligus unsur pengarah POSKORNAS, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa kejadian bencana di Sumatra menjadi pembelajaran penting dalam penguatan sistem respons kebencanaan Muhammadiyah.
“Peristiwa bencana di Sumatra merupakan kenyataan yang harus dihadapi bersama. Melalui pembentukan POSKORNAS dan koordinasi lintas wilayah, MDMC bersama seluruh elemen Muhammadiyah berupaya merespons secara cepat dan terkoordinasi. Dukungan berbagai pihak memungkinkan respons dilakukan secara optimal di berbagai sektor,” ujarnya. (aulia taarufi/rilis grup media afiliasimu)
