Ngopi Bareng PCM-PCA Se Jombang Undang Prof Thohir Luth-Bagi Tabungan Hisyam
TABLOIDMATAHATI.COM, JOMBANG – Acara Ngopi Bareng kali ini diselenggarakan PCM-PCA Bandar Kedung Mulyo, Jombang menghadirkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Thohir Luth. Bertempat di Masjid Djamil Al-Muhtadin (19/2) sekaligus mengadakan tasyakuran atas selesainya pembangunan masjid.
Diawali sambutan dari Ketua PDM Kabupaten Jombang, Dr. Ir. Abdul Malik, MP, IPU, menyampaikan selamat datang kepada pemateri utama dan keluarga besar Muhammadiyah se-Kabupaten Jombang. Ustadz Abdul Malik, begitu disapa, menekankan kepada semua yang hadir untuk menyiapkan kader-kader dengan baik.

Saat ini Muhammadiyah Jombang sedang mempersiapkan solusi untuk menangani krisis penting perkaderan persyarikatan yang memprihatinkan di masa depan jika tidak dipersiapkan mulai sejak saat ini.
Sambung ustadz Malik, krisis yang dimaksud adalah krisis mubaligh dan pendidikan. Krisis mubaligh saat ini terjadi sehingga tidak heran kalau beberapa kali dijumpai fenomena dimana masjid Muhammadiyah kosong karena tidak ada yang mengurusi atau mengimami. Selanjutnya adalah krisis pendidikan yang mengalami penurunan perkembangan. Padahal Muhammadiyah selalu berkemajuan bidang pendidikan.

Solusinya, tambah ustadz Abdul Malik, mengajhak seluruh elemen Muhammadiyah Jombang untuk me-refleksikan pendidikan pada zaman Rasulullah Shalllahu Alaihi Wassallam.
Sekolah yang diajar langsung oleh Rasulullah dan keempat sahabat memiliki kurikulum, tauhid, akidah, dan sumber daya insani yang cukup. Tetapi ada yang perlu diperhatikan, bahwa ada istri Rasullullah, Siti Khadijah yang melambangkan donatur atau sumber dana dari terselenggaranya perjuangan Rasulullah.
Berkaca dengan itu maka ustadz Abdul Malik mulai menghimpun saudagar Muhammadiyah di Jombang untuk bersama membuat jaringan bernama Hisyam (Himpunan Saudagar Muhammadiyah). Hisyam di Jombang inilah yangnantinya akan men-support kegiatan perkaderan muballigh dan pendidikan.

Di tempat sama, Prof Thohir Luth menyampaikan tema membumikan ideologi Muhammadiyah. Mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan yang menyebutkan “dadio kyai sing kemajuan lan ojo kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah”.
Sambung Prof Thohir Luth, bahwasannya maksud dari pesan tersebut adalah untuk memotivasi bagi semuanya yang aktif baik di pimpinan atau anggota persyarikatan untuk menjadi pendakwah yang moderat serta jangan lelalh dalam melaksanakan dakwah tersebut di manapun berada.
Jelas Prof. Thohir Luth, bahwa kita bekerja untuk membesarkan Islam melalui Gerakan dakwah Muhammadiyah sesungguhnya kita juga sedang beribadah kepada Allah. Bisa dilihat dari perjuangan Muhammadiyah dari zaman dahulu hingga sekarang yang tidak pernah lelah dalam mensyiarkan Agama Islam sehingga saat ini banyak AUM (Amal usaha Muhammadiyah) dari segala bidang bertebaran dimana-mana.
“Intinya semua adalah turut serta memberikan kontribusi untuk membesarkan Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkas Guru Besar di Universitas Brawijaya ini.

Perlu diketahui, selain pengajian juga dilaksanakan penyerahan SK TPQ se Muhammadiyah Jombang, penyerahan 72 buku tabungan TPQ se Jombang oleh Hisyam secara simbolis kepada 5 perwakilan TPQ dari masing-masing zona.

Detailnya zona utara TPQ Al Ikhlas, Kudu. Zona selatan TPQ Baiturrahim, Jogoroto. Zona tengah, TPQ Miftakhul Jannah, Megaluh. Zona barat TPQ Baitul Furqon, Perak. Zona timur, TPQ Al Furqon, Sumobito. Melengkapi hal itu dilaksanakan juga penyerahan 10 buku tabungan dari Hisyam, untuk 10 MIM/SD di Kabupaten Jombang, yang diserahkan secara simbolis kepada MIM 2 Jambu Jombang. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
