Mengatasi Cacar Monyet di Indonesia
Penulis: Maura Najwa I.R, mahasiswa jurusan Farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– “Penyakit ini sudah ditemukan sejak tahun ‘58. Pertama kali ditemukan pada monyet yang sedang diteliti. Tapi sekarang bermutasi hingga menyerang manusia, zoonosis ya. Muncul pertama kali pada manusia itu di tahun 1970 di Republik Demokrasi Kongo. Kongo ini salah satu daerah endemik, ya. Jadi virus-virus mematikan banyak yang ditemukan di Afrika, dan virus monkey pox ini juga termasuk,” ungkap Prof. Dr. Apt. Ika Puspita Sari, M.Si. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti dapat menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi.
Penyakit cacar monyet bersifat endemic dan normal terbatas pada Afrika Barat dan Asia Tenggara. Munculnya kasus virus cacar monyet di Indonesia berawal pada Agustus 2022 dengan satu orang terkonfirmasi, yang kemudian ditindaki oleh Kementrian Kesehatan (kemenkes) dengan mengisolasi pasien positif pengidap cacar monyet di rumah sakit. Hingga 30 Oktober 2023 kasus cacar monyet terdapat 27 kasus namun, pada awal November menambah dua kasus menjadi 29 kasus. Kasus ini banyak terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah 40 kasus. Dari seluruh kasus yang terkonfirmasi cacar monyet adalah laki-laki dengan rentang usia 18 hingga 49 tahun.
Cacar monyet (monkeypox) adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus ini termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Pxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi. Cacar monyet memiliki rata-rata case fatality rate (CFR) sekitar 3% dan telah di laporkan meningkat apabila menjangkit anak-anak (Simpson et al. 2020).
Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya gejala antara lain: (1) suspek dengan gejala demam tinggi yang mendadak, diikuti oleh erupsi vesicular-pustula (ruam) yang biasanya muncul pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. (2) Dikonfirmasi yaitu apabila tadanya hasil positif pada konfirmasi laboratorium (lgM Antibodi Positif (spesifik orthopoxvirus), PCR, atau isolasi virus). (3) Sakit kepala. (4) Limfadenopati (pembesaran getah bening). (5) Asthenia (kelemahan tubuh). (6) Lesi cacar ( benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh).
Dalam satu hari hingga tiga hari (atau bisa lebih lama) setelah, munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian yang menyebar pada seluruh tubuh. Masa inkubasi virus ini biasanya berkisar dari enam hingga tiga belas hari, tetapi ada pula 5 hingga 12 hari. Bahkan bebrapa orang mengalami peradangan di dalam rektum (proktiis) ysng dapat menyebabkan nyeri hebat, serta peradangan pada alat kelamin yang dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil.
Cacar monyet juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, ataupun cairan tubuh penderita. Virus ini dapat melewati dari plasenta ibu hamil ke janin. Dan dapat pula menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan ataupun cakaran hewan yang terinfeksi, ketika melakukan penanganan atau memproses hewan buruan, atau penggunaan produk dari hewan yang terinfeksi. Berbagai spesies hewan telah teridentifikasi rentan terinfeksi virus tersebut.
Orang-orang yang lebih tinggi berisiko dengan mengalami gejala yag lebih parah adalah ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang dengan penyakit HIV stadium lanjut yang tidak diobati. Dalam kebanyakan kasus, gejala monkeypox ini dapat hilang dengan sendiriya dalam beberapa minggu dengan pengobatan yang suportif, seperti adanya obat untuk nyeri dan demam. Namun pada beberapa orang, penyakit ini bisa parah maupun menyebabkan komplikasi bahkan kematian. Komplikasi dapat berupa infeksi bakteri parah akibat lesi kulit, monkeypox yang menyerang otak, jantung, ataupun paru-paru, dan masalah mata. Pada bayi yang baru lahir, anak-anak, orang yang sedang hamil, dan orang dengan defisiensi imun mungkin berisiko lebih tinggi terkena virus monkeypox yang lebih serius dan kematian.
Adapula cara pencegahan terhadap virus ini misalnya, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, mencuci tangan dengan asabun dan air setelah kontak dengan orang maupun hewan yang terinfeksi, dan menghindari kontak dengan benda atau bahan yang telah digunakan oleh penderita. Tidak hanya itu terdapat pula beberapa pencegahan untuk mengatasi virus monkeypox ini seperti menjaga kebersihan diri, menjaga kestabilan daya tahan tubuh dengan berolahraga maupun mengonsumsi suplemen agar tubuh kita terlindugi dari serangan virus.
Ahli dalam bidang investigasi pola dan penyebaran suatu penyakit memprediksikan jumlah pasien terkonfirmasi virus cacar monyet dapat mencapai 3.600 kasus hingga akhir tahun ini. Ada pula menurut laporan Kemenkes menyatakan bahwa seluruh pasien cacar monyet di Indonesia adalah laki-laki yang memiliki riwayat hubungan seksual sesama jenis. Untuk menanggulangi kasus cacar monyet yang ada di Indonesia, Kemenkes melakukan beberapa upaya mulai dari melacak pemenemuan kasus aktif di seluruh fasilitas kesehatan, melakukan penyelidikan epidemiologi, penyiapan labolatorium rujukan, hingga pelaporan real time dan melapor ke Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Kementrian Kesehatan berupaya melakukan penanggulangan atas kasus ini. Setidaknya terdapat tiga upaya yang dilakuakan yaititu upaya surveilans, terapeutik, dan vaksinasi. Dalam waktu dekat Kemenkes akan melakukan proses vaksinisasi, Untuk vaksinisasi awal Kemenkes diberikan pada 500 orang di wilayah Jakarta, yang dijadwalkan pada akhir pekan Oktober 2023 lalu. Dalam keterangan tertulis, Kemenkes telah menyiapkan 1.000 dosis dengan dua dosis vaksin untuk per orang secara bertahap. Vaksin akan diberikan satu orang 2 dosis, dalam selang waktu 4 minggu. Aapun jenis vaksi Monkeypox yang akan digunakan adalah vaksin impor yang telah di produksi oleh Bavarian Nordic, Denmark dengan merk dagang JYNNEOS kemasan single-dose.
Kini proses vaksinasi telah berjalan dengan baik, yaitu sebanyak 498 orang menjadi target telah menerima vaksin dosis pertamanya dan sekarang sedang berada dalam tahap vaksinasi tahap keduanya. Kementrian juga sedang melakukan pembelian 4.000 dosis vaksin Mpox untukmengantisipasi adanya prediksi kasus yang dapat mencapai lebih dari 3.000 kasus hingga akhir tahun ini. (Maura Najwa I.R, Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, 2023, NIM; 202310410311186, kelas: Farmasi E)
