Maraknya Pergaulan Bebas pada Kalangan Remaja Saat ini
Penulis: Nilam Agustina Anggraeni, mahasiswaProdi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Pergaulan bebas yang terjadi pada remaja masa kini bersumber dari eksploitasi seksual di jejaring sosial sekitar kita, benarkah? Yuk simak penjelasannya.
Remaja adalah individu yang sedang dalam masa transisi menuju dewasa. Seorang remaja seringkali belum menemukan jati dirinya sehingga sering mencoba hal-hal baru. Saat ini pergaulan bebas di kalangan remaja semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Masa remaja merupakan usia yang rentan dalam menjalin hubungan. Remaja cenderung hanya memperhatikan kesenangan duniawi saja tanpa memperhatikan dampak negatif dari perbuatannya. Terutama di kalangan anak muda saat ini. Mereka menghabiskan banyak waktu menikmati kesenangan tanpa akhir. Hal ini menimbulkan pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini.
Saat anak menginjak fase remaja dibutuhkan peranan orang tua didalamnya, karena pada fase tersebut anak cenderung memberontak dan bersikap sesuai dengan pengaruh lingkungan. Didikan orang tua akan memberikan pengaruh pada sikap kedewasaan dan tumbuh kembang anak. Jika anak diperlakukan dengan buruk misalnya maka anak akan mendapat perlakuan yang berbeda dari keluarga. Jika sudah demikian, anak cenderung mencari cara untuk melupakan permasalahan yang muncul di rumah, antara lain melalui berbagai cara seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan lain-lain. Pergaulan bebas adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok remaja yang tidak mempunyai batas dan tidak dapat dikendalikan oleh standar hukum yang berlaku. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan lingkungan menyebabkan ia terjerumus pada hal-hal negatif, seperti pergaulan bebas. Tanpa adanya kontrol dan pengawasan orang tua, anak-anak akan bersikap sesuai dengan keinginannya dan tidak mempertimbangkan dampak buruk selanjutnya.
Pergaulan bebas yang terjadi pada remaja adalah meminum minuman beralkohol, melakukan hubungan seks bebas, bahkan lebih parah lagi menggunakan narkoba maupun obat terlarang. Definisi dari pergaulan yakni suatu interaksi yang melibatkan beberapa individu di dalamnya, dimana individu tersebut bebas bergerak, berbicara, dan bertindak tanpa ada aturan maupun batasan tertentu. Sehingga pergaulan bebas dapat diartikan sebagai bentuk persahabatan diantara individu namun setiap tindakan individu tersebut menyimpang norma sosial.
Remaja yang melakukan hubungan seks bebas lebih besar kemungkinannya untuk tertular penyakit menular seksual. Apalagi jika ingin berganti pasangan. Semakin sering Anda berganti pasangan seksual, semakin tinggi pula risiko Anda terkena penyakit menular seksual. Dampak pergaulan bebas banyak sekali, mulai dari kesehatan, psikologi dan tentunya pendidikan. Pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja saat ini berawal dari program seksual di internet, televisi, film, dan majalah yang terkesan mengajak remaja untuk melakukan aktivitas seksual secara sembarangan. Menonton tayangan seks di media, remaja menganggap seks adalah sesuatu yang bisa dilakukan dengan nyaman oleh siapa saja, di mana saja. Bahkan perilaku tersebut kerap digandrungi oleh remaja masa kini, khususnya remaja yang sedang dalam proses kematangan fisiologis.
Terdapat beberapa faktor yang menjadikan remaja tidak memiliki perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab yakni adanya tempat yang memfasilitasi untuk berbuat asusila, kurangnya pengawasan orang tua, tidak adanya nilai-nilai keagamaan dalam diri individu, dan banyaknya kasus tren seks pranikah. Padahal tindakan seks bebas membawa dampak negatif terhadap kesehatan individu, diantaranya pertama, adanya peluang terinfeksi HIV. Faktor utama yang menyebabkan HIV yakni human immunodeficiency virus dan virus ini bekerja dengan cara menurunkan tingkat imunitas tubuh. Kemudian cara penularan HIV bisa melalui transfusi darah, penggunaan alat suntik, tidak memakai alat kontrasepsi, dan saat melahirkan. Kedua, mengalami kanker serviks maupun kutil kelamin pada wanita yang dikibatkan virus HPV. Cara penularan virus ini yakni melalui hubungan seksual dengan penderita. Ketiga, mengalami penyakit gonore atau kencing nanak akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Keluhan yang dirasakan penderita gonore yakni merasakan sakit saat buang air kecil. Keempat, terinfeksi bakteri Treponema pallidum penyebab sifilis atau raja singa dan bagian mulut maupun kelamin mengalami bisul. Kelima, terinfeksi bakteri Chlamydia trachomatis penyebab klamidia. Bagian organ tubuh yang diserang bakteri ini yakni saluran kemih untuk laki-laki dan leher rahim untuk perempuan. Terlebih lagi bagian genital yang mengalami luka bisa mudah terinfeksi. Keenam, terkena gangguan parasit Trichomonas vaginalis penyebab trikomoniasis. Indikasi seorang wanita terjangkit parasit ini yakni mengalami keputihan dan terkadang tidak disertai gejala, sehingga seringkali tanpa disadari orang menularkan penyakit ini kepada pasangan seksualnya. Selain itu, banyak remaja juga melakukan bentuk pergaulan bebas lainnya, seperti merokok, narkoba, dan alkohol. Diperkirakan 2 juta anak muda di Indonesia menggunakan tembakau atau narkoba.
Maraknya kasus pergaulan bebas yang dialami remaja, salah satunya adalah penggunaan narkoba. Definisi dari narkoba adalah zat terlarang yang dipaksa masuk kejaringan tubuh dengan cara meminum, menghirup, maupun menyuntikkannya. Efek samping dari penggunaan narkoba yakni perubahan perilaku, emosi, suasana hati, dan pikiran individu. Disamping itu narkoba menyebabkan kecanduan baik dari segi fisik ataupun psikis. Sehingga pemerintahan melarang keras penggunaan narkoba secara ilegal karena bisa mengancam nyawa. Implikasinya sangat menakutkan dan mengkhawatirkan. Jika kita kecanduan narkoba, suatu saat negara ini akan kehilangan generasi penerusnya. Semua remaja harus mampu mengendalikan diri untuk tidak menggunakan narkoba, karena narkoba dapat merugikan dirinya baik secara fisik maupun mental.
Pergaulan bebas dapat menyebabkan menurunnya prestasi akademik pada remaja, yang pada awalnya mungkin menjadi malas karena merasa menemukan dunia baru di lingkungan pergaulannya, dan akhirnya putus sekolah Bermoral rendah, sikap dan sopan santun sangat berani melakukan pergaulan bebas , yang memudar selama bertahun-tahun, tidak menghormati orang yang lebih tua dan selalu menganggap apa yang mereka lakukan adalah benar. Kejahatan tingkat lanjut di mana seseorang berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya melalui cara-cara curang seperti pencurian atau pembunuhan. Pergaulan bebas menunjukkan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan dan hingga kini sulit diatasi. Perlakuan buruk dan perundungan dari orang sekitar dapat menimbulkan trauma, dan keadaan ekonomi juga dapat menimbulkan trauma bagi korbannya. Korban merasa rendah diri atau kurang percaya diri untuk melakukan apapun di masa depan atau saat memulai karir. (Nilam Agustina Anggraeni, mahasiswaProdi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang,nilamagustina024@gmail.com)
