Manfaat Besar dari Hobi Bersepeda
Penulis: Anita Dwi Septiani, mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kebugaran jasmani sangat penting karena mempengaruhi aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kebugaran jasmani menjadi potensi yang besar dan harus dimiliki setiap manusia agar dapat beraktivitas dengan maksimal sehingga pencapaian dapat lebih optimal. Kebugaran jasmani menjadi tujuan yang dicapai dalam melakukan aktivitas olahraga. Olahraga merupakan gerakan olah tubuh yang memberikan efek pada tubuh secara keseluruhan. Olahraga membantu merangsang otot-otot dan bagian tubuh lainnya untuk bergerak. Otot-otot menjadi terlatih, sirkulasi darah, dan oksigen dalam tubuh pun menjadi lancar sehingga metabolisme tubuh menjadi optimal. Tubuh akan terasa segar dan otak sebagai pusat saraf pun akan bekerja menjadi lebih baik. Manfaat olahraga selain untuk kebugaran jasmani juga mampu untuk menurunkan stres.
Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang banyak dinikmati di berbagai kalangan. Bersepeda merupakan aktivitas fisik yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan pada kesehatan individu dan lingkungan. Di seluruh dunia, semakin banyak orang yang mulai memilih bersepeda sebagai alternatif transportasi karena lebih murah dan juga dapat sekaligus berolahraga.
Manfaat bersepeda untuk fisik dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular karena bersepeda merupakan latihan aerobik yang baik dan dapar membantu meningkatkan kekuatan jantung dan sistem peredaran darah. Menurunkan risiko penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya. Bersepeda juga dapat memelihara berat badan karena dengan bersepeda dapat membakar kalori. Terakhir, bersepeda dapat meningkatkan kebugaran fisik karena bersepeda melibatkan hampir semua otot tubuh, sehingga membantu meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas. Sedangkan, manfaat bersepeda bagi lingkungan sangat berdampak positif dan bermanfaat. Bersepeda dapat mengurangi kemacetan, semakin banyak orang bersepeda lebih sedikit kendaraan bermotor di jalan yang dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Bersepeda tidak menghasilkan emisi karbon, tidak ada emisi karbon atau polusi yang dihasilkan oleh sepeda. Bersepeda dapat mendukung penghematan bahan bakar. Semakin banyak orang yang memilih bersepeda untuk perjalanan pendek, semakin hemat penggunaan bahan bakar. Meningkatkan sistem imun tubuh kita, agar tidak gampang terserang penyakit.
Selain manfaat bersepeda bagi lingkungan, manfaat bersepeda juga dapat berpengaruh positif bagi kehidupan sosial. Manfaat tersebut yang pertama adalah bertambahnya teman dan memperbanyak relasi. Meningkatnya rasa kebersamaan dan sifat saling tolong-menolong. Mempererat tali silaturahmi, menambah persatuan dan kesatuan, serta melestarikan budaya. Selain itu, manfaat bersepeda bagi psikis yang pertama bersepeda dapat mengurangi rasa stres, menstimulasi otak, mengurangi rasa cemas berlebihan, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kesehatan mental yang positif pada anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Bersepeda dapat menurunkan stres karena berkaitan dengan penurunan hormon stres ketika berolahraga, yaitu hormon epinefrin dan kortisol. Selain hormon epinefrin dan kortisol, bersepeda juga dapat merangsang pelepasan hormon endorphin. Endorphin adalah hormon yang dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memberikan perasaan baik pada diri sendiri.
Bersepeda adalah cara yang baik untuk menyelaraskan perhatian terhadap kesehatan pribadi dengan perhatian terhadap lingkungan, sosial, dan kesehatan mental. Selain itu, ini juga dapat membantu mengurangi biaya perjalanan, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi polusi akibat asap kendaraan bermotor, dan mengurangi tekanan pada infrastruktur kota. Bersepeda juga dapat mengurai kemacetan, kebisingan, dan keramaian jalanan kota. Hal tersebut dapat menghindarkan kita dari risiko stres akibat kemacetan. Dengan bersepeda, kita juga dapat bertegur sapa dengan pesepeda lainnya di jalan.
Selain manfaat bersepeda, kelebihan, dan kekurangan juga menjadi opsi untuk memilih bersepeda sebagai alternatif kendaraan bermotor. Kelebihan bersepeda kurang lebih sama dengan manfaat dari bersepeda seperti ramah lingkugan, berguna untuk kesehatan fisik, kesehatan mental, keterjangkauan dan aksesibilitas, serta fleksibilitas dan mobilitas. Adapun kekurangan dari bersepeda adalah kurangnya perlindungan, cuaca dan lingkungan, keterbatasan jarak dan beban, kurangnya infrastruktur, keamanan di jalan raya. Risiko cedera lebih tinggi. Ketika bersepeda di jalan raya karena kurangnya perlindungan seperti yang dimiliki kendaraan bermotor khususnya mobil. Selain itu, cuaca dan lingkungan yang kurang mendukung kerap menjadi alasan mengapa bersepeda tidak menjadi alternatif untuk menggantikan kendaraan bermotor. Panasnya cuaca negara Indonesia membuat badan cepat berkeringat sehingga jika kita bersepeda sebagai alternatif kendaraan bermotor membuat cepat lepek dan kurang fresh meskipun di pagi hari. Bersepeda juga tidak cocok untuk perjalanan jarak jauh terlebih membawa banyak beban. Bagi yang jaraknya tidak terlalu jauh bersepeda sangat direkomendasikan karena dengan bersepeda secara tidak langsung kita telah berkontribusi untuk menyelamatkan bumi dari polusi udara dengan tidak menyumbangkan asap dari kendaraan bermotor. Bersepeda sangat cocok dijadikan opsi untuk berolahreaga di hari weekend bersama keluarga karena sangat mudah dilakukan di berbagai kalangan mulai dari anak anak, remaja bahkan orang tua sebagai sarana untuk refreshing.
Banyaknya jalur sepeda yang dikembangkan di berbagai kota dan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat bersepeda semakin banyak orang yang beralih ke alternatif transportasi yang sehat dan ramah lingkungan ini. Bersepeda bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga merupakan langkah kecil yang dapat membantu kita meraih kesehatan yang lebih baik, membantu menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan rasa sosial dan juga membantu meningkatkan kesehatan mental. Setiap putaran pedal bukan hanya menuju tujuan fisik, tetapi juga membawa kita ke arah perubahan yang lebih baik bagi diri kita sendiri dan tentunya bumi tempat kita tinggal. Mari bersama-sama mengayuh pedal untuk kesehatan diri sendiri dan perubahan yang lebih baik. (Anita Dwi Septiani, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang)
