Faktor Penyebab Adanya Wabah Pneumonia Misterius Yang Menyerang Anak-Anak Di China
Penulis: Ismi Abida, mahasiswa Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
- LATAR BELAKANG
Wabah / Disease Outbreak merupakan suatu kejadian atau peristiwa secara tiba-tiba dengan berjangkitnya suatu penyakit menular dengan cepat yang menyerang sejumlah warga atau di daerah secara luas. Apabila menyebarnya suatu penyakit tersebut hanya berada pada suatu daerah atau negara tertentu dinamakan endemi, jika penyakit tersebut menyebar secara mendunia dengan sangat cepat dinamakan pandemi. Sedangkan, makna dari pneumonia ialah suatu penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan pada manusia yang disebabkan oleh suatu bakteri,virus, atau jamur. Adapun bakteri yang menyebabkan penyakit pneumonia ialah Streptococcus Pneumoniae atau Pneumococcus.

Pada akhir bulan November kemarin, media berita internasional digemparkan oleh sebuah isu, yakni telah terjadi penyebaran wabah pneumonia misterius yang menyerang dominan kepada anak-anak di negara China. Hal inilah yang membuat warga di dunia khawatir terkait penyakit tersebut dan ingin mengetahui penyebabnya. Begitu juga dengan badan kesehatan dunia yakni WHO (World Health Organization) untuk terus memantau info dan perkembangan terkait wabah penyakit tersebut.
- TUJUAN
Adapun tujuan dari adanya artikel ini ialah untuk memberikan informasi pada warga bahwa telah terjadi wabah penyakit di China. Tidak hanya itu, berita ini juga memberikan informasi pada warga Indonesia terkait penyebab adanya wabah misterius yang terjadi di China agar tidak terjadi kesalahpahaman.
- BAHAN TULISAN
Pada pertengahan bulan oktober, China bagian utara telah melaporkan peningkatan penyakit mirip influenza jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan negara China memiliki system untuk menangkap informasi tentang tren influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan Sars-Cov-2. Oleh karena itu, WHO mulai memantau dari system tersebut terkait penyakit yang menyebar di China.
Kemudian, pada tanggal 13 November 2023, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan bahwa terjadi peningkatan kasus penyakit pernapasan yang kebanyakan terjadi pada anak-anak. Adapun gejala yang umum terjadi, seperti demam, kelelahan, dan batuk. Tak hanya itu juga, muncul kabar terkait kluster pneumonia misterius yang terjadi di sejumlah wilayah di China. Hal ini membuat badan kesehatan dunia / WHO meminta data informasi untuk berita yang lebih detail. Adapun, data kasus penyakit pernapasan di China, ialah terdapat 205 klaster influenza/flu. Media Channel News Asia mewartakan bahwa China telah melaporkan bahwa kluster flu/influenza sebanyak 205 dalam sepekan. Angka ini meningkat dari sepekan sebelumnya yang hanya mencapai 127 kluster.
Tidak hanya itu, data tersebut juga memberitahukan bahwa kunjungan rawat jalan dan departemen anak meningkat hingga lebih dari 1.600. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan di rumah sakit persahabatan Beijing, Tianjin, dan Liaoning.

Selanjutnya, pada tanggal 21 November 2023, Media dan proMED melaporkan bahwa adanya kelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak di China Utara. Hal tersebut membuat bingung petugas kesehatan terkait masalah tersebut, karena ketidakjelasan terkait peningkatan seluruh infeksi pernapasan yang sebelumnya dilaporkan oleh pihak berwenang china, atau ini merupakan peristiwa yang berbeda dari sebelumnya. Kemudian, pada tanggal 22 November 2023, WHO meminta informasi terkait epidomiologi dan klinis tambahan, serta hasil laboratorium yang telah dilakukan oleh anak-anak.
Pada laman Channel News Asia (CNA) mewartakan bahwa wabah penyakit ini dikaitkan dengan respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, adenovirus, dan Covid-19. Para ahli Kesehatan yang lain juga meneliti atau mencari tahu penyebab dari penyakit ini. Mereka menduga bahwa faktor dari penyakit ini ialah karena datangnya musim dingin. Pada musim dingin, virus lebih mudah menyebar dikarenakan sistem imunisasi pada tubuh kita cenderung turun. Selain itu, terkait wabah yang terjadi kemarin para otoritas kesehatan tidak ada yang melaporkan terkait adanya kematian pada warga China dan tidak ada yang menemukan kuman baru terkait penyakit tersebut. Berbeda dengan pada saat Covid-19, para otoritas kesehatan telah menemukan varian baru virus yang dapat memberikan efek mematikan pada manusia, itulah mengapa masyarakat dihimbau untuk lebih waspada dan aturan lebih diperketat oleh negara. Tidak hanya itu, penyakit yang menyebar di China ini dikatakan tidak serius, karena tidak ada sesuatu virus yang terdiagnosis. Kemudian, Departemen Kementerian Luar Negeri Chin — Wang Bin — telah meyakinkan semua orang bahwa berkunjung/ melakukan suatu bisnis di China masih tetap aman seperti biasanya.
WHO/World Health Organization juga mengimbau Masyarakat China untuk menerapkan barbagai tindakan yang dapat mengurangi risiko penyakit pernapasan, seperti memakai masker dan mencuci tangan. Pemerintah China juga menerapkan kebijakan “pencegahan epidemi efektif” untuk mengatasi wabah ini yang diterapkan di sekolah dan tempat penitipan anak. Hal ini diterapkan sebagai bahan antisipasi pemerintah terhadap Kesehatan Masyarakat China terkait penyakit ini. Apabila, terdapat beberapa pasien yang terkena salah satu dari gejala penyakit tersebut, seperti sesak pernapasan dokter pasti akan memberinya suatu antibiotik sebagai penyembuhan. Dapat juga pemberian vaksinasi untuk pencegahan penyakit pneumonia tersebut.
Adapun jenis kuman yang menyebabkan penyakit pneumonia pada anak-anak di China ialah:
- Virus influenza
Virus ini dapat menyebabkan penyakit pneumonia pada bayi, anak-anak, dan lansia
- Mycoplasma Pneumoniae
- Respiratory Syncytial Virus (RSV)
- Streptococcus pneumoniae
Adapun peran apoteker atau tenaga Kesehatan dalam mengobatinya dengan memberikan antibiotik dan vaksinasi sebagai pencegahan, karena sampai saat ini masih belum ditemukan obat yang secara pasti untuk penyakit pneumonia secara spesifik. Hanya saja kita harus melakukan beberapa tindakan sebagai suatu antisipasi saja.
- KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memang benar akhir ini telah terjadi wabah penyakit pneumonia misterius di China. Akan tetapi, telah disebutkan bahwa tidak ada suatu kuman/virus baru yang ditemukan pada wabah kemarin. Hal ini tidak ada juga laporan terkait kasus kematian pada anak-anak pasca wabah kemarin. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penyakit ini datang dikarenakan musim dingin dan dapat dihindari dengan pencegahan-pencegahan kecil. (Ismi Abida, mahasiswa Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Email : ismiabida.06@gmail.com)
