Adu Gagasan Bidang Ekonomi, Mendapat Sorotan dari Akademisi Universitas Muhammadiyah Malang
Penulis: Setyo Wahyu S, SE, ME, Sekretaris Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) bersama dalam satu panggung berkontestasi dalam Pilihan Presiden 2024 Beradu gagasan dan pemikiran yang di gelar di Jakarta (JCC Senayan) pada Jumat Malam 22/12 Tema yang di bahas dalam adu gagasan kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-PBD, Pembangunan kontribusi Infrastruktur dan Kawasan Urban (Perkotaan), debat dilakukan dengan penuh interaktif dengan penyajian beberapa sesi pertanyaan antar Cawapres, debat dilakukan secara “slepet” , “tas-tes tas-tes” serta santun dan gemoy dari masing-masing jargon sebagai bentuk representative dari debat hari ini
Momen debat kali ini merupakan panggung optimistis atas salah satu proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai perdebatan yang panas secara konkret sebagai panggung serta janji terbuka atas program yang di usung oleh masing-masing Cawapres,
Ikut menanggapi Setyo Wahyu selaku Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMM, mengungapkan bentuk pertemuan tiga capres yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD merupakan bentuk kesempatan masing-masing Cawapres, dimulai dari Muhamimin dengan jargon “slepet” yang terus digaungkan cak Imin sapaan Cawapres nomor urut 1 dengan analogi sarung Pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia adil dan Makmur, sebagai suatu disrupsi perubahan besar-besaran siap “me-nylepet” ketidak adilan dan ketidak sesuaian serta membawa inovasi perubahan sistem.
Berbeda dengan Paslon nomor urut 2 secara tegas disampaikan oleh Gibran sebagai program kebanggaan hilirisasi produk energi, dann mineral dalam peningkatan daya saing Indonesia sebagai bentuk proyek geopolitik yang kuat, tidak hanya itu program nyata Makan Siang Gratis diusung sebagai program yang langsung menyapa Masyarakat dengan bentuk integrasi keterlibatan UMKM pemberdayaan Ibu-Ibu pengusaha Makanan, Pemberdayaan Masyarakat primer agar Masyarakat Sejahtera dan terus “Gemoy” sesuai dengan selogan sebagai representative dari Masyarakat yang sejahtera
Tidak mau kalah atas jargon “Sat-Set-Tas Tes” dijelaksan oleh Prof. Mahfud MD sebagai momentum 21 program unggulan senilai Rp. 2.500 Triliun selama 5 tahun , yang di rangkum oleh setyo wahyu selaku ekonom yang aktif di Lembaga Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik UMM (PPEKP-UMM) sebagai program unggulan oleh Paslon nomor urut 3 bagaimana menciptakan rasa aman berekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan taraf hidup Masyarakat, peduli atas Kesehatan, peningkatan kualitas hidup melalui penguatan program sarjana dalam satu keluarga miskin, kesetaraan gender serta disabilitas, peningkatan kualitas buruh, peningkatan UMKM dan penguatan sektor primer dengan focus Masyarakat miskin dengan kelanjutan BANSOS yang tepat sasaran
Setyo selaku Ketua Devisi Kajian Publik dan Pengembangan Wawasan “Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP)” menjelaskan dalam forum adu visi dan misi Cawapres Gibran menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hingga berkelanjutan hilirisasi bukan hanya tambang tetapi juga sektor primer diantaranya pertanian dengan pendekatan digitalisasi penting untuk menjadi penguat ekonomi yang terintegrasi, Gibran juga menyinggung soal IKN dan peran anak muda dalam perekonomian. Setyo menjelaskan dalam proses migrasi ekonomi, akan terdapat perpindahan tidak hanya penduduk, dan manusia tetapi faktor-faktor ekonomi lain, seperti Modal, Tenaga Kerja, dan Teknologi, lebih mendalam kondisi penduduk dalam saat ini mengalami bonus demograsi di usaia produktif yang berperan sebagai bahan bakar yang mudah terbakar semangat dalam upaya penggerak roda perekonomian dengan ketangkasan pengunaan IPTEKS, syarat atas keterlibatan kemajuan teknologi menjadi atmosfer baru dalam perekonomian, selanjutnya sesuai yang dijelaskan Gibran , Setyo Setuju atas percepatan ekonomi dengan keberadaan IKN akan muncul investor baru yang turut andil dalam pengembangan pengoprasian dan komersialisasi wilayah IKN ikut didalam percikan ledakan ekonomi menciptakan Kawasan central ekonomi, percepatan Kawasan inti nodal ekonomi yang di dukung oleh Kawasan sub inti, diperdalam oleh setyo selaku pengamat ekonomi regional, kedepan Kawasan Urban Fringe yang diartikan sebagai Kawasan pinggiran sebagai transisi antara built up area dan non built up areas akan merakan dampak percepatan ekonomi Dimana Kawasan tersebut memiliki karakteristik yang unik sebagai daya dukung Kawasan inti menyediakan kebutuhan Masyarakat Dimana dengan sentuhan digitalisasi maka akan turut berkembang.
Selanjutnya hal menarik muncul didalam debat Dimana bentuk pendanaan atas percepatan ekonomi juga disinggung oleh Paslon nomor Urut 1 Cak Imin menjelaskan prioritas dalam Pembangunan Fiscal melibatkan investasi swasta, sebagai bentuk rencana membangun 40 Kota Selevel Jakarta, Proyek Besar ini mendapatkan tanggapan dari Setyo Dimana sebagai proses percepatan ekonomi dan pemeratan wilayah sebaiknya dilakukan secara konsisten menanggapi hal tersebut atas Pembangunan perlu sasaran yang tepat terkhusus penggunaan kebijakan Fiskal atas transfer pemerintah dalam bentuk belanja fiscal melalui perbaikan dan penguatan berbagai program invetasi terukur dan memiliki perhitungan melalui naskah akademik yang terukur nilai masa mendatang melalui profit sosial yang diterima Pembangunan fisik adalah prioritas strategis nasional karena manfaatnya pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan nasional, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Dalam jangka pendek, pembangunan fisik dapat mendorong kegiatan ekonomi melalui investasi infrastruktur di wilayah tertentu dan sekitarnya, mendorong perdagangan antarwilayah, serta penciptaan kesempatan kerja. Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, pembangunan fisik dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayah tertentu dan secara pendekatan regional akan membawa multiplier effect sekitarnya dengan meningkatnya berbagai aktivitas ekonomi serta berkembangnya sektor-sektor ekonomi baru dengan kesimpulan memberikan prioritas alokasi dana fiscal yang tepat sasaran, terencana, terukur dan syarat atas evaluasi kinerja sebagai bentuk kelanjutan adu pertanyaan dan interaksi antar Cawapres membangun infrastrutur Sosial, menciptakan regulasi syarat asas kelembagaan .
Debat Visi-Misi Berlanjut kepada bentuk meliberalisasi perdagangan Indonesia dengan optimalisasi perjanjian Perdagangan Internasional dengan santai Cawapres Nomer Urut 3 Mahfud MD memberi tanggapan atas optimalisasi dilakukan dengan uapaya diantaranya : 1)Mengutamakan Diplomasi Ekonomi 2) Perdagangan Terintegrasi Nasional Menuju Perdagangan Global dengan Standarisasi yang Teregulasi 3) Penguatan Ekonomi Nasional. Sejalan denga opini tersebut
Setyo Berpendapat bahwasanya perekonomian atas perilaku didalam perdagangan melalui keseimbangan pasarnya terbentuk secara mandiri dengan pendekatan perekonomian tertutup dan perekonomian terbuka, Hal tersebut di mulai dari sistem perekonomian Tertutup dengan aktivitas pendapatan dan pendekatan pengeluaran pemerintah digunakan untuk Konsumsi negara, Investasi dan perilaku Pemerintah melalui government expenditure (pengeluaran pemerintah) sebagai interaksi dari pendapatan disposibel yang memiliki dampak terhadap pajak serta kebutuhan atas nilai investasi yang memiiki efek berganda Ketika suatu negara mampu memperkuat ekonomi dalam negeri atas asas ekonomi tertutup maka negara dapat mengoptimalisasi produktivitas dalam negeri, penguatan industri, tercipta lapangan pekerjaan penuh, serta konsumsi yang terukur. Menanggapi atas jawaban Cawapres Nomer Urut 3 memang perlu adanya perdagangan terintegrasi di nasional sebagai penguat net export yang terstandarisasi, bentuk kelemahan Negara maju salah satunya daya saing didalam penguatan produksi yang labil didalam pengguaan faktor produksi, serta transisi teknologi yang belum dapat diterima di Sebagian kecil SDM
Tidak hanya itu debat berjalan dengan sangat menarik Ketika Gibran melontarkan pretanyaan kepada Cak Imin Terkait peningkatan SGIE (State of the Global Islamic Economy) yang secara berulang Cak Imin meminta konfirmasi pemahaman atas SGIE
Setyo Berpendapat SGIE merupakan bentuk dari keberanian Indonesia dan lompatan positif didalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia Mulai sektor modest fashion yang di, sektor islamic finance, dan muslim friendly travel sedangkan sektor lainnya seperti makanan, media recreation, farmasi, dan kosmetik kita belum cukup dalam pasar global. Beberapa hal yang dilakukan oleh Indonesia sehingga dapat menaikkan peringkat pada State Global Islamic Economy (GIE) antara lain penguatan dan integrasi pembangunan infrastruktur di pusat dan berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, perluasan fasilitas wisata ramah muslim di berbagai destinasi serta diluncurkannya The Council of Modest Fashion untuk mempromosikan produk fashion yang inklusif, berkelanjutan sehingga mendukung tumbuhnya desainer-desainer modest fashion yang baru menjadi momentum Keramah Tamahan Indonesia didalam pendekatan aktivitas ekonomi islam sebagai suatu wisdom.
Setyo Berpendapat 3 Calon Wakil Presiden dari Pasangan Calon Presiden memiliki kapasitas masing-masing, hal tersebut tergambar dengan baik melalui representative visi-dan misi dari masing-masing calon penguatan dimulai dari bidang Hukum, Kesehatan melalui upaya cegah stunting, serta menciptakan kemakmuran Masyarakat melalui penguatan kapasitas sosial Masyarakat, warna didalam kontestsi politik menjadi penting dan hal utama Dimana Masyarakat di berikan menu politik yang beragam, dan setyo berpendapat atas PEMILU 2024 yang notaben didominasi oleh Masyarakat dengan jenjang usia produktif memiliki wawasan yang luas, dengan kepekaan Masyarakat digital akan lebih memudahkan menentukan profil pimpinan di Pemilu 2024 yang sesuai dengan hati Nurani Masyarakat Indonesia sebagai armada penguatan Pembangunan di masa yang akan Mendatang (*)
