Bahaya Kandungan Rokok Terhadap Kesehatan Tubuh
Penulis: Vany Mariyana Putri, mahasiswajurusan farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Merokok akan membunuhmu! Kata ini tidak berlebihan. Bahkan sekarang banyak anak-anak remaja sudah mulai merokok di karenakan faktor psikologis yaitu stres, cemas, bosan, dan ingin rasa tahu yang besar, serta pengaruh teman yang sebaya. Bahkan pada saat ini bisa dibilang anak-anak remaja adalah orang yang terbilang paling banyak mengkonsumsi rokok dari pada orang tua. Bahaya Rokok pada anak-anak remaja bisa menyebabkan gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan paru pada anak anak remaja hal ini mengakibatkan paru-paru akan berhenti untuk tumbuh.
Gangguan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang kronis hingga ia beranjak dewasa. Menurut data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2020, rokok membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahunnya. Sebanyak 7 juta kematian terjadi pada perokok aktif dan 1,2 juta sisanya terjadi pada perokok pasif. Hal ini tidak mengherankan. Pasalnya, satu batang rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, 250 di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Dari 250 zat berbahaya, 70 diantaranya diketahui menyebabkan kanker. Beratnya bahaya yang dikandung rokok terlihat dari banyaknya senyawa yang terkandung dalam asap rokok. Asap saja mengandung setidaknya sekitar 5.000 senyawa berbeda, beberapa di antaranya bersifat racun bagi tubuh.
Bahan beracun dalam rokok dapat merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik, artinya dapat menyebabkan kanker. Rokok mengandung 250 zat beracun dan 70 zat karsinogen yang diketahui. Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok yaitu daun tembakau. Bahaya merokok ditimbulkan oleh berbagai senyawa kimia berbahaya yang terkandung di dalam rokok, mulai dari nikotin yang bisa menyebabkan kecanduan bagi penggunanya Ketika seseorang sudah kecanduan merokok maka tidak akan mudah untuk berhenti, karena bukanlah hal yang mudah untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman kepada penggunanya dan karbon monoksida yang dapat menghambat suplai oksigen ke seluruh tubuh.
Tidak hanya itu, rokok juga mengandung tar yang berisiko mempersempit saluran udara kecil di paru-paru (bronkiolus) dan merusak silia (rambut-rambut halus pada dinding bronkiolus untuk mengeluarkan kuman dari saluran udara), serta benzena yang meningkatkan risiko terjadinya kanker darah (leukemia). Merokok Rokok mengandung banyak bahan yang berbahaya bagi tubuh. Beberapa senyawa berbahaya yang terdapat pada rokok adalah
- karbon monoksida Salah satu kandungan dalam rokok gas beracun karbon monoksida yang tidak berasa atau berbau. Jika Anda menghirup terlalu banyak gas karbon monoksida, sel darah merah Anda akan mengikat lebih banyak karbon monoksida dibandingkan oksigen. Akibatnya, fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan pusing. Orang yang menghirup gas ini dalam area yang luas bisa mengalami koma atau bahkan meninggal.
- Nikotin Bahan yang paling sering disebutkan dalam rokok, nikotin, yang memiliki efek adiktif. Nikotin bertindak sebagai perantara dalam sistem saraf otak sehingga menimbulkan berbagai respons, termasuk efek menyenangkan dan obat penenang.Nikotin yang dihirup perokok diserap ke dalam aliran darah, yang kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan.
- Tar,ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema. Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan. Tar dapat terlihat melalui noda kuning atau cokelat yang tertinggal di gigi dan jari. Karena tar masuk secara langsung ke mulut, zat berbahaya ini juga dapat mengakibatkan masalah gusi dan kanker mulut.
- Hidrogen sianida, juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Senyawa ini bisa mencegah tubuh menggunakan oksigen dengan baik dan dapat membahayakan otak, jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Efek dari senyawa ini dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual, hingga kehilangan kesadaran.
- Benzena, merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena dalam jangka panjang dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko terkena leukimia.
- Formaldehida, merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.
- Arsenik, merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.
- Kadmium, yang terdapat dalam asap rokok akan terserap masuk ke paru-paru. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan muntah, diare, penyakit ginjal, tulang rapuh, dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
- Amonia, merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin. Menghirup dan terpapar amonia dalam jangka pendek dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan pneumonia dan kanker tenggorokan.
Merokok juga dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi tubuh bahkan penyakit tersebut dibilang bisa menyebabkan kematian. Banyak orang yang terkena penyakit kronis dan serius yang di sebabkan karena merokok. Selain itu merokok juga dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, dan meningkatkan resiko struk. Paparan asap rokok dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan orang di sekitarnya. Beberapa gangguan kesehatan lain yang disebabkan oleh kandungan berbahaya dari dalam rokok adalah :
- Kanker Paru-Paru adalah salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Senyawa kimia beracun di dalam rokok dapat merusak sel paru-paru, sehingga memicu pertumbuhan sel secara tidak normal yang berkembang menjadi kanker.
- Serangan Jantung merupakan bahaya merokok yang tidak hanya menyerang perokok aktif, tetapi juga perokok pasif. Risiko serangan jantung akan semakin meningkat apabila perokok jarang olahraga, stres, dan tidak menerapkan pola makan sehat.
- Penyakit Diabetes Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara drastis. Tak hanya itu, nikotin juga bisa memengaruhi proses kimia dalam sel, sehingga sel rentan mengalami resistensi insulin (tidak dapat merespon terhadap insulin).
Melihat bahaya kandungan rokok yang bersifat racun dan karsinogenik di atas, sudah selayaknya kebiasaan merokok dihentikan apa lagi banyak kasus-kasus tentang kematiian yang di sebabakan karena merokok. Mulai sekarang, cobalah melakukan upaya untuk berhenti merokok guna mencegah bertambah parahnya kerusakan yang terjadi di dalam tubuh dan periksakan kondisi kesehatan paru-paru ke dokter karena merokok juga bisa menyebabkan kesehatan menurun dan timbulnya penyakit-penyakit lainnya yang berbahya bagi kesehatan, stop merokok karena kandungan rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Hiduplah tanpa asap rokok agar kesehatanmu terjaga dan terlindungi dari penyakit yang mengancam nyawamu. (Vany Mariyana Putri, NIM : 202310410311197, Jurusan farmasi, Fakultas ilmu kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang)
