Promosi Kesehatan dalam Platform Digital
Penulis: Eka Isma Wati, mahasiswa Progam Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Promosi kesehatan adalah upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan di masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu mencegah dan mengontrol dirinya sendiri sebelum terjadi sakit. Selain itu, mengembangkan budaya mencegah di masyarakat juga menjadi fokus utama dalam promosi kesehatan. Promosi kesehatan perlu dilakukan karena sejatinya masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya peduli dengan tingkat kesehatan yang ada, baik kesehatan dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan tempat tinggalnya. Promosi kesehatan bias dilakukan dimedia social seperti tikttok, Instagram, ataupun melakukan seminar diberbagai daerah sampai di desa pelosok. Wawasan mengenai kesehatan perlu diperluas dan diperdalam lagi melalui proses promosi kesehatan yang sudah tersedia diberbagai bidang kesehatan. Banyak sekali keunggulannya dan kepentinganyya karna kita akan mengetahui bagaimana cara menjaga dan merawat kesehatan kesehatan, lebih baik mencegah daripada mengobati karna sehatan itu mahal sekali harganya.
Dalam dunia yang semakin maju dan terhubung dengan teknologi seperti saat ini, platform digital mengambil peran penting dalam mendukung upaya promosi kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang berwawasan luas tentang kesehatan. Adanya teknologi dan platform digital sangat membantu dalam penyampaian promosi kesehatan di masyarakat. Artikel ini akan menjelaskan tentang pentingnya platform digital dalam promosi kesehatan, hambatannya, dan contoh penerapannya dan bagaimana stategi promosi kesehatan menurut Who.
Mengapa Promosi Kesehatan dalam Platform Digital itu Penting?.
Aksesibilitas Informasi Mudah.Platform digital yang tersedia seperti di situs web, aplikasi, dan media sosial memudahkan masyarakat dalam mencari dan mengetahui informasi mengenai pengetahuan kesehatan termasuk gejala penyakit, cara mengobati, dan cara mencegah penyakit tersebut. Aksesibilitas yang mudah menjadi salah satu sarana dalam promosi kesehatan. Penyebaran Informasi Cepat.Melalui platform digital, penyebaran informasi dapat dilalukan secara cepat. Nah, penyebaran informasi yang cepat ini dibutuhkan dalam promosi kesehatan karena masyarakat membutuhkan informasi yang mudah diterima dan dari sumber tepercaya. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot untuk mencari informasi kesehatan. Kustomisasi Informasi.Masyarakat dapat mengirim pesan atau melakukan tanya jawab dengan tenaga kesehatan melalui platform digital sesuai kebutuhan. Melalui pesan-pesan inilah promotor kesehatan dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Kemudahan dalam Berbagi Informasi.Platform digital yang mudah diakses dan penyebaran informasi yang cepat memungkinkan masyarakat dapat berbagi dengan teman atau kerabat. Hal ini dapat memperluas dampak promosi kesehatan dan menciptakan efek domino yang positif.
Hambatan Promosi Kesehatan dalam Platform Digital
Penyebaran Berita Palsu (Hoaks).Semua orang memiliki kebebasan dalam membuat sebuah platform digital. Tidak heran jika penyebaran informasi yang palsu tidak sesuai fakta juga dapat menyebar dengan cepat pula. Penyebaran berita hoaks menjadi salah satu hambatan dalam mempromosikan kesehatan. Oleh karena itu, peran masyarakat harus bijak dalam memilih berita terutama dalam bidang kesehatan. Privasi Data.Pengumpulan data kesehatan misalnya dalam aplikasi mobile dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap privasi datanya. Masyarakat khawatir dengan kebocoran data mereka yang dapat disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif dan merugikan dirinya sendiri. Kesenjangan Akses.Meskipun aksesibilitas informasi mudah, namun untuk sebagian masyarakat masih terjadi kesenjangan akses. Hal ini dapat terjadi karena berada di daerah yang minim akses internet, ketidaktahuan mengenai teknologi, bahkan tidak memiliki alat untuk mengakses teknologi tersebut.
Contoh Penerapan Promosi Kesehatan dalam Platform Digital.
Aplikasi Kesehatan.Aplikasi mobile yang dirancang guna membantu masyarakat dalam memantau kesehatan diri sendiri, seperti memantau aktivitas fisik, pola tidur, pola makan, dan sebagainya. Tujuannya agar pengguna dapat menjaga kesehatan dirinya sendiri.Situs Web Tepercaya.Situs web yang dibuat oleh sumber tepercaya seperti dari departemen kesehatan dapat menjadi salah satu wadah untuk melakukan promosi kesehatan melalui platform digital. Situs web mudah diakses dan dibagikan oleh masyarakat, tidak perlu mengisi data diri untuk mengakses sebuah informasi. Sehingga, penggunaan situs web adalah hal yang paling efisien dalam memberi informasi kesehatan. Media Sosial yang Mendukung.Banyak konten-konten yang sifatnya informatif seperti video, foto, dan infografik yang dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan. Tentunya, konten yang dibuat berasal dari sumber yang tepercaya seperti dokter dan ahli kesehatan. Biasanya orang lebih suka dengan adanya konten yang informatif seperti ini karena mudah diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Melakukan Kampanye Kesehatan.Kampanye kesehatan seperti ini biasanya program dari organisasi kesehatan. Bentuknya bisa berupa lomba membuat poster/video yang diupload di media sosial, sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang kesehatan reproduksi remaja, mempromosikan program vaksinasi di posyandu, dan membuat konten tentang perayaan hari-hari kesehatan di media sosial. Promosi kesehatan dalam platform digital adalah alat yang kuat untuk meningkatkan kesadaran atas kesehatan yang baik di masyarakat. Dengan berbagai inovasi teknologi yang terus berkembang, kita dapat mengharapkan bahwa peran digital dalam promosi kesehatan akan terus tumbuh dan membantu kita mencapai masyarakat yang lebih sehat di masa depan. Namun, penting untuk selalu berpikir kritis dalam memilih sumber informasi dan menjaga keseimbangan antara keuntungan teknologi dengan hambatan yang ada untuk memaksimalkan manfaatnya.
Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, perlu dilakukan cara dan pendekatan yang strategis. Cara ini sering disebut stategi, yakni Teknik atau cara bagaimana mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara berhasil guma dan berdaya.
Srategi Promosi Kesehatan menurut WHO
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global terdiri dari 3 hal, yaitu: Advokasi adalah kegiatan untuk menyakinkan orang lain agar orang lain tersebut membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sector, dan di berbagai tingkat, sehingga para penjabat pembuat keputusan tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkandalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat intruksi, dan sebagainya.
Dukungan Sosial adalah suatu kegiatan untuk mencari kegiatan untuk mencari dukungan social melalui tokoh-tokoh masyarakat(toma), baik tokoh masyarakat formal maupun infomal. Tujuan utama kegiatan ini adalahagar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksan progam kesehatan dengan masyarakat (penerima progam) kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat adalah strategi promosi kesehatan yang ditunjukan pada masyarakat langsung. Tujuan utamanya pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan).
