Peran Penting Apoteker Untuk Lindungi Pasien Dari Penjualan Obat Online Ilegal
Penulis: Adinda Lutfia Nov, mahasiswa Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Saat ini banyak ditemukan penjualan obat online secara ilegal atau tanpa izin apotek. Banyak masyarakat yang tertarik karena harganya relatif murah, namun hal ini sangat berbahaya karena dikhawatirkan adanya penjualan obat keras tanpa resep atau obat palsu. Terkadang juga konsumen tidak mengetahui bahwa obat yang diberi tidak sesuai dengan yang diklaim, bahkan sampai ada kandungan berbahaya didalam obat tersebut seperti merkuri dan fentanyl, yang berbahaya dan mematikan.
Dalam kasus ini, Apoteker berperan penting untuk mengedukasi masyarakat atau konsumen dalam pembelian obat yang baik dan benar, dan juga mengajari terkait menghindari obat-obatan buruk. Cara membeli obat yang baik dan benar yaitu menggunakan resep dokter dan membeli ke apotek atau apotek online resmi. Apabila tidak menggunakan resep, alangkah baiknya konsumen konsultasi terlebih dahulu dengan apoteker mengenai obat yang akan dibeli untuk menghindari kekeliruan dalam membeli obat, dan tidak lupa memperhatikan komposisi untuk menghindari alergi dan kesalahan penggunaan obat keras.
Baik membeli dari apotek online atau fisik, semua obat resep memerlukan resep yang valid. Menjual obat resep tanpa resep yang sah tidak hanya ilegal, tetapi juga berbahaya. Pasien tidak dapat mempercayai kualitas obat yang dijual di luar rantai pasokan yang diatur melalui situs web “apotek” tanpa izin, di platform media sosial, atau di pasar online. Seperti yang diingatkan DEA dalam “Satu Pil Dapat Membunuh”, cara terbaik untuk tetap aman adalah dengan membeli obat dari apotek berlisensi. Berikut cara yang dapat diikuti untuk membeli obat secara baik dan benar:
- Verifikasi sebelum Anda membeli. Sebelum membeli dari sumber online, pasien harus mengunjungi safe.pharmacy atau legitscript.com untuk memverifikasi bahwa penjual online itu aman dan sah. Selanjutnya, penjual yang URL situs webnya diakhiri dengan .pharmacy telah diverifikasi sebagai aman oleh National Association of Boards of Pharmacy.
- Pelajari cara menghindari Obat-obatan Buruk. Obat palsu membunuh orang sungguhan. Apoteker dapat membantu pasien melindungi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai dengan mengajari mereka cara membedakan obat yang aman dari yang buruk. Kampanye layanan publik Bad Meds menunjukkan caranya.
- Gunakan layanan resep untuk menghemat uang dan tetap aman. Layanan seperti NeedyMeds dan RefillWise dapat membantu pasien mengakses diskon dan menemukan harga terendah untuk pengobatan mereka.
Dengan demikian, konsumen akan lebih bijak dalam membeli obat, tidak mudah tergiur dengan harga yang murah demi menjaga kesehatan. Apoteker juga harus bijak dalam memberikan obat kepada konsumen, sebagai apoteker tidak hanya perlu memahami terkait pemberian dan penggunaan obat, tetapi juga dalam menyesuaikan budget obat kepada konsumen. Apabila konsumen tidak mampu membeli obat yang diperlukan, maka dapat diberikan obat alternatif yang harganya lebih terjangkau. Apoteker juga harus memastikan bahwa konsumen memahami cara membeli obat dengan aman, baik secara online maupun offline.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masih banyak ditemukan di kalangan masyarakat awam terkait pembelian obat online secara ilegal, karena banyaknya penjualan obat-obatan di e-commerce yang terbilang jauh lebih murah dibanding di apotek. Maka dari itu apoteker berperan penting untuk lindungi masyarakat dari kesalahan tersebut, sebagai sumber tepercaya untuk informasi perawatan kesehatan, apoteker diposisikan secara unik untuk mengatasi kesalahan persepsi ini di antara pasien secara langsung. Apoteker diposisikan secara unik di garis depan membantu memastikan pasien memahami cara membeli obat dengan aman, baik online maupun offline. karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan menimbulkan berbagai macam masalah terutama dalam kesehatan. Sebagai tenaga kesehatan berkewajiban untuk memperhatikan lingkungan sekitar terutama masyarakat yang kurangnya pengetahuan terkait kesehatan. Apoteker harus memberikan edukasi kepada sekitar terkait kesehatan terutama cara penggunaan dan pembelian obat yang baik dan benar. Dengan hal itu, akan lebih menjamin kesembuhan konsumen karena telah mengikuti prosedur atau pembelian obat sesuai resep dokter di apotek resmi. (Adinda Lutfia Nov, (202310410311089), Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang)
