UTS, Mahasiswa Prodi PGSD UMLA Pentas Empat Drama
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Lamongan (PGSD UMLA) salah satu materi ujian tengah semester (UTS) adalah pagelaran drama yang diampu dosen Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah, M.Pd. dan A.F. Suryaning Ati MZ, M.Pd di semester enam.
Pagelaran drama tersebut dikatakan salah satu dosen Prodi PGSD UMLA, Oriza Zativalen, M.Pd, (25/5) di auditorium Budi Utomo Umla.
Menurut Oriza-nama panggilan Oriza Zativalen- acara dibuka Kepala Prodi S1 PGSD Drs. Arfian Mudayan, S.E, M.Pd tersebut ada empat penampilan dalam pagelaran drama. Penampilan pertama, mengusung tema tentang cerita rakyat yang berjudul Rama dan Sinta. Menceritakan kisah cinta, perjuangan cinta, dan pembuktian kesetiaan Sinta terhadap Rama.

Penampilan kedua, kata Oriza mengusung tema kepahlawanan yakni perjungan R.A Kartini melawan ketertindasan perempuan dalam belajar. Memperjuangkan hak perempuan dalam belajar. Juga menjelaskan bagaimana kartini mulai memberikan keterampilan kepada para perempuan Indonesia walaupun dengan banyak tantangan dan penolakan.
Berikutnya penampilan ketiga, kata Oriza mengusung tema tentang sosial dengn judul Lorong yang mengangkat tentang kesenjangan pemerintah dalam mengambil kebijkan, kapitalisme, korupsi, dan masalah sosial yang lagi panas di negara kita.
Dilanjutkan penampilan keempat, ucap Oriza mengusung cerita rakyat yakni bawang putih dan bawang merah. Menceritakan kebaikan budi bawang putih yang selalu mengalah dan terima apa adanya, dengan perlakuan bawang merah dan ibu tirinya. Namun pada akhirnya mereka yang iri dengki juga akan kalah dengan orang baik.
Dijelaskan Oriza tujuan dari kegiatan ini untuk menyelesaikan tugas tengah semester matakuliah seni drama dan tari. Kedua Mengasah kreatifitas mahasiswa untuk membuat pagelaran karena guru SD memang harus bisa multi talent ketika sudah terjun di masyarakat tidak hanya mengajar saja.
Harapannya dari drama ini, tambah Oriza mahasiswa bisa mendesaign sebuah pagelaran untuk anak didik dan untuk lembaga yang dinaungi setelah benar-benar bekerja di lingkup guru. Tidak hanya tentang bagaimana cara mengajar yang masuk dalam ekstrakurikuler. Namun bisa memberikan sumbangan tenaga dan kreatifitasnya dalam cokurikuler dan ekstrakurikuler.
“Banyak matakuliah lain di prodi S1 PGSD yang mengasah kreatifitas mahasiswa. Sehingga mereka benar-benar siap dalam menghadapi dunia kerja yang memang sudah semakin banyak tuntutan sebagai guru,” tandas Oriza.
Sementara itu dosen pengampu Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah ditutup dengan penilian kesab dari dosen pengampu Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah, menyampaikan bahwa dirinya tidak menyangka dari persiapan tujuh pertemuan dan delapan pertemuan di minggu ini mahasiswanya bisa semaksimal penampilannya, dirinya bangga kepada mahasiswa atas pentas UTS tersebut. Bahkan akhir semester nanti mahasiswa masih harus menggelar seni tarinya. (rilis: alfain jalaluddin ramadlan/editor: doni osmon)
