D3 Kebidanan UMLA 90 Persen Kerja-95 Persen Kompeten Skillnya
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Menarik pencapaian Prodi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) yakni 95 persen dinyatakan kompeten kehaliannya serta 90 persen lulusannya terserap kerja sesuai bidangnya. Prestasi ini dikatakan Kaprodi D3 Kebidanan UMLA, Andri Tri Kusumaningrum, S.SiT, M.Kes, karena ada beberapa faktor untuk membentuk mahasiswa unggul dengan SMART.
Bidan SMART? Andri Tri Kusumaningrum disapa Bu Andri menjelaskan Simpati Morality, Agamis, Rendah hati dan Tangguh. Artinya seorang bidan harus mempunyai simpati dalam memberikan layanan sehingga dapat merasakan apa yang saat itu dirasakan pasien.
Berikutnya morality, Bu Andri menyebutkan bidan alumni D3 Kebidanan UMLA harus mempunyai ahklak yang baik, adab berlandaskan pendidikan agama yang cukup selama menempuh pendidikan di UMLA melalui mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan.

Dari bekal pemahaman agama yang cukup ini, diharapkan seorang bidan alumni UMLA diharapkan Bu Andri dapat rendah hati ketika melayani pasien sehingga pasien merasa tenang dan nyaman karena mendapat perhatian. Dari sinilah maka seorang bidang tangguh, kuat, dengan jiwa ihklas dan sabar ketika bekerja.
Memenuhi kebutuhan serapan kerja, Bu Andri, menyebutkan prodi D3 Kebidanan sudah merekonstruksi kurikulum sehingga beban SKS yang ditempuh lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Bahkan calon bidan UMLA juga dibekali pelatihan khusus APN (Asuhan Persalinan Normal) karena tugas bidan menolong persalinan, selain itu berusaha memenuhi keinginan stake holder.
Mahasiswa kebidanan UMLA, ucap Bu Andri ketika lulus sudah mempunyai sertifikat APN. Skill APN ini juga sebagai bekal mahasiswa kebidanan UMLA mengikuti uji kompetensi, terakhir mahasiswa kebidanan UMLA dinyatakan 95 persen kompeten.

Hal ini sebagai prestasi Prodi D3 Kebidanan dinyatakan siap bekerja yang mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi). Capaian prestasi ini didukung oleh tenaga dosen yang semuanya sudah tersertifikasi, bahkan jabatan fungsionalnya sudah lektor, sebagian proses menempuh studi S3 diiringi melakukan penelitian yang sudah publikasi jurnal bereputasi internasional.
Dosen kebidanan UMLA juga dituntut untuk mengikuti organisasi di tingkat ranting Aisyiyah dalam bentuk pengabdian masyarakat, dan terhimpun organisasi keprofesiaan kebidanan IBI ranting UMLA. Perlu dicatat bahwa mahasiswa UMLA 90 persen terserap kerja sesuai dengan bidangnya, sedangkan sisanya entrepreneur, bahkan ada juga politisi. Tentu ini membuktikan D3 UMLA kampus hebat, kerja cepat, kuliah hemat. (doni osmon)
