Salman Pejuang Muda Kemensos Asal UMLA, Bagi Kisah Suksesnya
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG–belasan ribu mahasiswa se Indonesia berebut terpilih sebagai Pejuang Muda program Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos). Dari mereka yang lolos seleksi tersebut ada nama Salman Al Faruq disapa Salman, mahasiswa semester enam Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Lamongan (FEB UMLA). Setelah lolos seleksi dirinya menjadi ketua tim Pejuang Muda Regional Lamongan.
Seperti apa kiprahnya? Salman menceritakan pengalamannya bahwa dirinya merupoakan salah satu dari 5.140 terpilih Pejuang Muda kemensos disebar ke seluruh Indonesia. Beruntung dirinya dan sepuluh pejuang muda lain ditugaskan di Kabupaten Lamongan.
Proses seleksinya kata salman sangat ketat dimulai secara onlinemelalui webPejuang Muda dengan akun pribadi lalau mengirimkan pemberkasan masuk pada tahap seleksi berikutnya FGD (Forum Group Discussion).

Pada FGD ini, ucap Salman peserta harus mampu harus mencari solusi dari contoh kasus problematika yang ada di wilayah seperti salah satunya terjadinya kemiskinan.
Alhamdulillah, puji syukur Salman dirinya mampu melewati tahapan itu dinyatakan lolos sebagai pejuang Muda Kemensos bahkan terpilih koordinator/ketua tim Regional Lamongan memimpin sepuluh orang berbeda kampus untuk mendata atau survey di Lamongan selama tiga bulan.
Target Salman bersama timnya harus memenuhi per hari mampu survei pada 20 Kepala Keluarga (KK) sesuai daftar yang diterimanya dari kemensos dan memverifikasi data tersebut pada KK yang dituju, Verifikasi berupa pertanyaan sesuai format yang sudah disediakan dalam program aplikasi SAGIS (Social Affair Geographic Information System).

Pertanyaan dimaksud diantaranya tentang sandang, pangan, papan, dan keterangan lain seperti penghasilan. data tersebut ditunjang dengan foto keadaan di lapangan.
Kata Salman survei pencocokan data dilakukan di tujuh kecamatan di Lamongan meliputi Kecamatan Modo, Blubuk, Brondong, Kembangbahu, Deket, Glagah, dan Babat. Survei data ini sesuai tugas Kemensos verifikasi data penerima bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) dan BNPT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang akan dicocokan kembali apakah keluarga tersebut masih layak atau tidak.

Dijelaskan Salman program Pejuang Muda termasuk menjalankan empat program lainnya serta satu tim memilih satu diantaranya. Pilihannya, yaitu program pola hidup sehat untuk kepentingan umum dengan mengaplikasikan bank sampah dan budidaya Magott.
Menariknya Salman menegaskan program Pejuang Muda tersebut sangat erat berkaitan dengan mata kuliah MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) di Prodi Manajemen UMLA. Melalui mata kuliah MSDM ini dirinya semakin optimis kuliah di UMLA sebagai kampus hebat, kerja cepat, dan kuliah hemat. (reporter: hamim maulana/editor: doni osmon)
