Rahma Arek UMLA Sepuluh Besar Penulis Terpilih Aksara Rasa
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN– Rahmatia Mikakim mahasiswa prodi farmasi Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) membawa harum nama kampusnya setelah masuk sebagai penulis terpilih buku Aksara Rasa nasional.
Menurut Rahma-panggilan Rahmatia Mikakim-naskah fiksi yang ditulisnya berhasil masuk sepuluh penulis terpilih dalam lomba menulis naskah tingkat nasional. Lomba ini diikuti sekitar seribu lebih peserta. Diantara ribuan itu sepuluh naskah penulis terpilih salah satunya naskah tulisan Rahma masuk dalam buku Aksara Rasa nasional. Naskah tujuh halaman tersebut berjudul Kontradiksi.
Pada naskah Kontradiksi ini, kata Rahma dirinya menceritakan dinamika hidup seorang penari balet bernama Baletrina yang sering bersitegang dengan ibunya. Seperti halnya tari balet yang semakin sulit dan sakit ketika latihan maka hasil yang didapat pasti memuaskan. Begitu juga dengan alur cerita Kontradiksi ini seorang Baletrina yang mengalami dinamika hidup akhirnya membuat tangguh jiwanya dalam menghadapi ujian dan berakhir bahagia bersama ibu tercintanya.

Ide menulis cerita ini, ucap Rahma diangkat dari kisah nyata hidupnya yang sejak usia sekolah dasar sudah menekuni tari balet. Ketika latihan sulit dan sakit justru membuat teknik baletnya semakin bagus.
Untuk menuangkan inspirasi filosofi tari balet ke dalam naskah cerita, Rahma membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Sebab banyak tantangan yang dihadapi saat menulis, termasuk bagaimana menyakinkan diri sendiri bahwa mampu menyelesaikan tulisan ini.

Talenta menulis Rahma sudah tampak sejak dirinya di bangku sekolah dasar. Bahkan orang tuanya melarang Rahma beradaptasi dengan gadget. Orang tuanya menginzinkan Rahma mengenal gadget ketika usianya sudah remaja 17 tahun (SMA). Nah selama tidak bersinggungan dengan gadget itulah, sehari-hari Rahma membaca buku lalu menulis. Dari sinilah bakat dan talenta menulis muncul.
Sukses sebagai penulis terpilih nasional ini, memotivasi Rahma untuk menulis naskah fiksi kembali dengan alur cerita kumpulan anak jenius di nusantara mengikuti event tantangan di satu tower dimana masing-masing lantai terdapat halangan yang harus ditahklukan. (doni osmon)
