PMM 95 UMM Sosialisasi Kesehatan Mental-Anti Bullying
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tanggal 19 Februari 2024 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan dedikasi mereka dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan edukasi tentang kesehatan mental dan anti-bullying. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yang bersinggungan dengan kesehatan mental.
Isu Kesehatan Mental bukan hanya dialami oleh orang dewasa, namun mulai merambah ke para remaja dan anak sekolah. Berdasarkan hal tersebut sasaran mereka adalah Karang Taruna RW 06 dan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bandulan 4 Malang.
Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 95 gelombang 1 yang beranggotakan Sofyan Azhari Dimya Putra, Falih Muttaqih, Maria Noveareza Hadrun, Naday Haniah, dan Khusnul Iriyanti. Lima mahasiswa dari Prodi Pendidikan Dokter ini dibimbing oleh Firda Ayu Amalia, S.E., Ak., M.SA selaku DPL.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (9/2), mereka bertekad untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan mental kepada anggota Karang Taruna RW 06, Kelurahan Bandulan, Kecamatan sukun, Kota Malang. Dengan edukasi informatif dan diskusi interaktif, mereka berbagi informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sebagai pemuda, kadang-kadang kita lupa untuk merawat kesehatan mental kita sendiri. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kesehatan mental dan cara-cara untuk menjaganya.
Selain itu, teman-teman mahasiswa UMM juga mau mendengarkan kami berbagi cerita serta mencari solusi untuk menangani permasalahan kami. Kami berharap agar mereka tetap menjalin komunikasi dan menjadi garda terdepan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap Alif, ketua dari Karang Taruna RW 06, Kelurahan Bandulan, Kecamatan sukun, Kota Malang.
Sementara itu, di lokasi yang berbeda, mahasiswa UMM juga meluncurkan program edukasi anti-bullying untuk siswa SDN Bandulan 4. Dalam sesi interaktif yang dipenuhi dengan permainan edukatif dan sesi tanya jawab berhadiah, para siswa diajarkan mengenai arti Bullying, bentuk Bullying, dan bagaimana menyikapi tindak Bullying.

“Kami sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini dan memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang pentingnya menghormati satu sama lain dan berperilaku baik. Semoga dengan pemahaman ini, mereka dapat membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif,” tutur Maria, salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam program ini.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan warga setempat. Kepala SDN Bandulan 4, Bu Suprihatin, menyambut baik upaya mahasiswa UMM dalam memberikan edukasi kepada siswa tentang bullying. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa UMM ini. Semoga melalui program ini, anak-anak kami dapat lebih sadar akan pentingnya menghormati satu sama lain dan berbuat baik,” ucapnya.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan edukasi mental health dan anti-bullying ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata dari komitmen mahasiswa UMM dalam berkontribusi positif untuk masyarakat. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, mereka terus berupaya untuk menjadikan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. (rilis: PMM kelompok 95 gelombang 1 UMM)
