Kuliah Tamu PGSD UMM Bahas Modesta, Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital Pada Pembelajaran SD
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu (15/4) di aula GKB IV lantai 9. Diskusi menetapkan tema Modesta di Ruang Lingkup Digital: Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital Pada Pembelajaran SD dengan peserta mahasiswa PGSD UMM.
Hadir sebagai pemateri pertama Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM, Fahrudin Muklish, M. IRKH, menyampaikan Konsep dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Era Sosial dan Digital. Bahwa konsep moderasi beragama sebagai sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta saling menghargai di tengah keberagaman.

Fahrudin menegaskan moderasi beragama sangat relevan untuk diterapkan sejak dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan dasar. “Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan bagaimana kita mampu menghargai perbedaan dengan sikap yang bijak,” tandas Fahrudin.
Tantangan implementasi konsep mederasi beragama di era sosial dan digital, seperti maraknya penyebaran informasi yang tidak valid, ujaran kebencian, serta konten yang berpotensi memecah belah persatuan. “Di era digital, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif,” kata Fahrudin.
Atas dasar tantangan tersebut, Fahrudin menyebutkan strategi penguatan moderasi beragama dapat dilakukan melalui literasi digital dalam pembelajaran di sekolah dasar, penguatan karakter peserta didik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi yang positif. Pentingnya peran guru dan calon pendidik dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa sejak dini. Sebab guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun sikap toleransi dan moderasi di lingkungan sekolah.

Di tempat sama, Dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muhammad Ragil K, M.Pd, menjelaskan materi Numerasi Itu Seru! Mengajar Matematika SD Dengan Pembelajaran Kontekstual. Bahasannya pentingnya moderasi beragama sebagai sikap yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta saling menghargai di tengah keberagaman. Moderasi beragama dipandang sebagai nilai yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan sekolah dasar.
Muhammad Ragil menjelaskan moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan bagaimana seseorang mampu bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan. Saat ini perkembangan teknologi di era digital Revolusi Industri 4.0, membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan. Pesatnya arus informasi menuntut adanya kemampuan literasi digital yang baik agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid, hoaks, maupun konten negatif.
Dalam hal ini, tandas Muhammad Ragil, literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menganalisis, serta menyaring informasi secara bijak.

Diantaranya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan Human-AI Cognitive Collaboration, AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra dalam berpikir untuk membantu proses eksplorasi, analisis, hingga rekonstruksi pengetahuan. Namun penggunaannya harus tetap memperhatikan keseimbangan antara nilai agama dan akal, serta antara teks dan konteks, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Muhammad Ragil menyebutkan strategi penguatan moderasi beragama meliputi integrasi literasi digital dalam pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi yang positif dan konstruktif. Pentingnya peran guru dan calon pendidik sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, sikap moderat, serta penggunaan teknologi secara bijak di lingkungan sekolah.

dikegiata Kegiatan kuliah tamu ini berlangsung dengan lancar dan interaktif, di mana peserta turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama serta memanfaatkan literasi digital secara bijak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital.
Sekedar diketahui, kuliah tamu diawali ceremony lagu kebangsaan, mars muhammadiyah, doa, serta welcome speech disampaikan Sekprodi PGSD UMM Maharani Putri Kumalasani, M.Pd. Dilanjutkan penampilan mahasiswa juara lomba menyanyi-baca puisi solo pop Talentopia. Kuliah tamu berlangsung efektif-komunikatif terbukti mahasiswa antusias bertanya, bahkan mahasiswa diberikan reward dan voucher. (HMPS PGSD UMM/najwa andiena putri)
