PMM 76 UMM Laksanakan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak-Tingkatkan Kreativitas Siswa TK Negeri Pembina 1 Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 76 gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beranggotakan Sheryne Aurel Liya Putri (202210410311235), Dwi Sulistia Kcaplota (202210410311002), Khusnul Aisyah Khatimah (202210410311257), Mala Laila Atikah (202210410311281), Assyfa Athafelicia (202210410311075). Mereka dalam didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hutri Agustino, S.Sos., M.Si.
Mengusung inovasi bersama siswa TK Negeri Pembina 1 Kota Malang kegiatan edukatif yang unik, yaitu mengajarkan pentingnya cek berat badan dan tinggi badan kepada anak-anak melalui pendekatan kreatif. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam perkembangan anak seawal mungkin.Proses ini mencakup berbagai aspek seperti perkembangan motorik, kognitif serta pertumbuhan atau perkembangan tubuh.Kreativitas adalah aspek penting dalam perkembangan anak yang mempengaruhi cara mereka berpikir, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan dunia sekitar. TK Negeri Pembina 1 Malang berfokus pada pengembangan kreativitas melalui berbagai metode dan kegiatan yang mendukung eksplorasi dan imajinasi anak.
Pemantauan berat dan tinggi badan secara berkala sangat penting untuk memastikan pertumbuhan anak berjalan dengan baik. Data ini menjadi acuan untuk mengetahui apakah anak tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhan yang sehat atau memerlukan perhatian lebih. Namun, pengukuran ini seringkali dianggap membosankan oleh anak-anak, sehingga diperlukan cara yang menyenangkan untuk melibatkan mereka.

Melalui PMM 76 UMM, mahasiswa merancang kegiatan yang menggabungkan edukasi dengan kreativitas, sehingga anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Kegiatan ini dimulai dengan mengukur berat badan dan tinggi badan anak. Setelah itu, anak anak diajak untuk ikut serta dalam aktivitas interaktif yang melibatkan seni dengan cat tangan menggunakan warna.
Para mahasiswa menyediakan alat ukur berat dan tinggi badan di mana anak-anak dapat mengukur. Untuk menambah unsur kreativitas, hasil pengukuran tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam proyek seni. Hasil pengukuran tersebut, seperti membuat skala pertumbuhan atau ilustrasi diri. salah satu guru di TK Negeri Pembina 1, mengapresiasi pendekatan kreatif ini. “Mengajarkan hal-hal yang penting seperti kesehatan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan membuat mereka lebih mudah memahami dan lebih antusias dalam belajar,” ujarnya.

Program PMM 76 gelombang 2 UMM di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang telah berhasil mengedukasi anak-anak tentang pentingnya cek berat badan dan tinggi badan dengan cara yang kreatif dan interaktif. Dengan menggabungkan edukasi kesehatan dengan seni dan permainan, PMM 76 gelombang 2 tidak hanya berhasil memberikan ilmu baru, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui program ini, diharapkan anak- anak dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan sejak dini dan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berprestasi. (penulis/foto: pmm kel 76 gel 2 umm/editor: hamim)
