Pelestarian Budaya dan Peningkatan Keterampilan Bersama Ibu Ibu PKK oleh Mahasiswa PMM 76 UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG — Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 76 gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beranggotakan Sheryne Aurel Liya Putri (202210410311235), Dwi Sulistia Kcaplota (202210410311002), Khusnul Aisyah Khatimah (202210410311257), Mala Laila Atikah (202210410311281), Assyfa Athafelicia (202210410311075). Mereka didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hutri Agustino, S.Sos., M.Si. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Program kerja PMM kelompok 76 gelombang 2 UMM salah satunya pelatihan pembuatan jamu kunyit asam. Dalam kegiatan ini PMM kelompok 76 gelombang 2 UMM bekerja sama ibu-ibu PKK di Kelurahan Penanggungan RT 3/RW 6, antusias cara membuat jamu dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitarnya.

Jamu kunyit asam dipilih sebagai topik pelatihan karena memiliki banyak manfaat kesehatan dan telah menjadi bagian dari budaya minum jamu di Indonesia. Selain itu, kunyit dan asam jawa yang merupakan bahan utama jamu ini relatif mudah ditemukan dan harganya terjangkau.
Tahapan Pelatihan, Pelatihan dimulai dengan pengenalan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti kunyit, asam jawa, gula merah, dan air. Peserta diajarkan cara memilih bahan yang berkualitas serta teknik mengolah kunyit, mulai dari membersihkan, memarut, hingga merebusnya. Selain itu, mahasiswa UMM juga memberikan tips dan trik untuk menjaga kualitas dan rasa jamu agar tahan lama.

Tidak hanya fokus pada pembuatan jamu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang manfaat kesehatan dari jamu kunyit asam, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pencernaan, dan mengurangi peradangan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dengan cara alami.
Dampak Positif bagi Masyarakat, Kegiatan pelatihan ini mendapat respon positif dari masyarakat Kelurahan Penanggungan. Salah satu peserta, Ibu umi, mengungkapkan kegembiraannya dapat belajar membuat jamu kunyit asam yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
Selain itu, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya jamu tradisional yang kaya manfaat. Pelatihan ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar mereka.

Kegiatan PMM UMM di Kelurahan Penanggungan ini merupakan salah satu wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa UMM berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat, baik dalam aspek kesehatan maupun ekonomi.
Melalui program ini, mahasiswa UMM tidak hanya belajar untuk mengabdi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. (penulis/foto: pmm kel 76 gel 2 umm/editor: hamim)
