Pentingnya Kesehatan Mental Guna Mencegah Bunuh Diri Remaja
Penulis: Azzah Nada Farhah, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Setiap manusia memiliki suka duka kehidupan masing-masing. Ada yang manis dan ada yang pahit. “Manis” sangat berdampak baik bagi setiap manusia. Tetapi tidak dengan “Pahit”. Tuhan menciptakan setiap manusia itu tidak sempurna dan berbeda-beda diantara manusia lainnya. Masalah yang muncul membuat seseorang mengontrol segala emosi, hati serta pikiran yang dimiliki setiap diri manusia. Jika hal ini tidak dikendalikan dengan baik maka kesehatan mental seseorang dapat terganggu dan berdampak sangat signifikan pada orang tersebut.Oleh karena itu, kesehatan mental sangat penting bagi manusia.
Kesehatan mental merupakan salah satu bentuk kesehatan yang berhubungan dengan kondisi emosi, hati dan jalan pikiran setiap manusia apakah baik atau buruk. Emosi, hati dan pikiran pada hakekatnya dapat dikendalikan oleh pribadi lepas pribadi. Namun cara yang dilakukan oleh setiap orang dalam menghadapi permasalahan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lain. Ada yang merespon dengan positif dan ada juga yang negatif. Menurut WHO (World Health Organization), keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri dari kesehatan mental yang dimiliki. Artinya, setiap manusia memiliki caranya sendiri seperti bagaimana mereka mengatasi suatu tekanan yang terdapat di dalam kehidupan sehingga berubah menjadi normal, lebih produktif, bermanfaat serta memberikan dampak yang baik bagi orang-orang disekitarnya. Tetapi untuk menjalani itu semua, harus dengan pikiran yang tenang dan terbuka sehingga bisa mengatasi suatu terkanan dan permasalahan dengan baik
Kesehatan mental yang baik pada remaja memiliki dampak yang positif terhadap berbagai aspek kehidupan mereka. Remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dapat belajar dengan lebih efektif, memiliki hubungan sosial yang sehat, dan mampu menghadapi berbagai tekanan dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, kenyataannya, remaja seringkali mengalami berbagai masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, dan masalah perilaku lainnya. Faktor-faktor seperti tekanan akademis, pergaulan yang buruk, masalah keluarga dan jaringan sosial yang tidak sehat menjadi penyebab utama terjadinya masalah kesehatan mental pada remaja. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan mental pada remaja. Apa penyebab dari gangguan kesehatan mental? Kebanyakan orang dengan gangguan mental mengembangkannya selama masa remajanya. Ketika menginjak usia remaja, Anda sudah mulai memasuki tahap perkembangan dewasa. Perubahan emosi membuat remaja berusaha mengendalikan seluruh emosi internalnya dengan baik namun masih belum bisa mengendalikan emosinya sebaik orang dewasa sehingga menimbulkan stres dan ketegangan emosi.
Saat menginjak usia remaja, Anda mulai memahami cara beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mulailah memiliki pola berpikir dan berperilaku baru. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menyebabkan depresi. Remaja rentan mengalami depresi karena kurangnya perhatian dan pengasuhan orang tua, kekerasan yang dilakukan oleh orang tua atau orang disekitarnya, perundungan yang dilakukan oleh teman atau tidak mempunyai teman, dan pelecehan seksual. Kondisi ini juga bisa terjadi sejak usia dini hingga seterusnya. Manusia di masa remajanya mengalami trauma dan peka akibat bentuk ini. Karena segala pengaruh yang diberikan oleh orang-orang di sekitar kita berdampak pada seseorang dan bisa bertahan selamanya. Jika Anda masih memiliki perasaan kecewa atau cemas saat dewasa, mungkin saja masalah yang Anda hadapi saat kecil mengubah kepribadian Anda atau berdampak negatif pada diri Anda hingga dewasa.Tetapi bisa juga karena memang memiliki masalah yang terjadi pada saat ia dewasa seperti masalah pekerjaan, kerumahtanggaan, keluarga, serta perekonomian. Pemikiran dewasa sangat lebih bijaksana untuk menangani masalah yang dimiliki. Tetapi apabila masalah tersebut jika tidak ditangani dengan kepala dingin, akan sulit untuk mencari jalan keluarnya. Masalah apapun yang terjadi sebaiknya dihadapi dengan kepala dingin dan dengan suatu keyakinan bahwa pasti ada jalan keluar dan hikmah dari setiap masalah. Karena selama hidup didunia, setiap manusia pasti dihadapkan pada masalah.
Salah satu permasalahan serius yang terkait dengan kesehatan mental pada remaja adalah tindakan bunuh diri atau suicide. Suicide menjadi ancaman yang nyata bagi remaja dan dapat berdampak besar pada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, menghindari suicide menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental remaja.
Adapun upaya untuk menghindari bunuh diri yakni,Yang pertama, menjalin komunikasi yang baik.Menjalin komunikasi yang baik dengan remaja adalah langkah pertama dalam encegah suicide. Dengarkan dengan seksama ketika remaja ingin berbicara dan jangan membuat penilaian yang buruk terhadap mereka. Berikan dukungan dan perhatian yang mereka butuhkan.Yang kedua, mencari bantuan profesional.Jika remaja menunjukkan tanda-tanda depresi atau suicidal, segera cari bantuan dari profesional seperti psikolog atau psikiater. Mereka dapat memberikan penanganan yang tepat dan membantu remaja mengatasi masalah kesehatan mentalnya.Yang ketiga, membangun hubungan sosial yang kuat.Remaja yang memiliki hubungan sosial yang kuat dengan keluarga, teman, dan komunitasnya cenderung memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap suicide. Membangun hubungan sosial yang sehat dan positif dapat memberikan dukungan emosional dan mengurangi isolasi sosial.Yang keempat, mengajarkan coping skills.Mengajarkan remaja tentang cara-cara mengatasi stres dan tekanan adalah hal yang penting. Mereka perlu memiliki keterampilan dalam mengelola emosi dan menghadapi situasi yang sulit. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan di sekolah atau melalui program-program di masyarakat.
Tentu, menjaga kesehatan mental sangat penting dalam mencegah bunuh diri. Kesehatan mental yang baik dapat membantu seseorang mengatasi tantangan kehidupan, mengelola stres, dan menjaga keseimbangan emosional. Dukungan sosial: Memiliki dukungan sosial yang kuat dari keluarga, teman, dan komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan rasa koneksi dan penerimaan diri. Ini dapat memberikan seseorang rasa nilai diri yang lebih baik dan mengurangi risiko bunuh diri.Pengelolaan stres: Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk mengelola stres dengan efektif. Menggunakan strategi pengelolaan stres yang sehat, seperti olahraga, meditasi, atau berbicara dengan seorang terapis, dapat membantu mengurangi beban mental yang berlebihan dan mencegah terjadinya keputusasaan yang berpotensi menyebabkan bunuh diri.Pengetahuan tentang kesehatan mental: Memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesehatan mental dan gejala-gejala yang mungkin muncul dapat membantu seseorang mengenali tanda-tanda ketidakseimbangan emosional dan mencari bantuan dengan cepat. Memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dapat merubah persepsi dan membuka pintu bagi pencarian bantuan yang tepat.Akses ke sumber daya: Mengingat bahwa kesehatan mental adalah aspek yang penting dalam hidup, memiliki akses ke sumber daya dan dukungan yang tepat sangat penting. (*)
