Pengaruh Artificial Intelligence (AI) Terhadap Generasi Muda
Penulis: Okta Nurvita Sari, Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pendidikan adalah salah satu bidang yang terus berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi tentunya diikuti dengan adanya dampai baik secara langsung maupun tidak. Kemajuan teknologi ini memiliki ruang gerak yang lebih luas contohnya, peristiwa yang terjadi di suatu negara dalam hitungan detik sudah dapat diketahui oleh penduduk belahan dunia lainnya. Salah satu perkembangan teknologi yang saat ini terus berkembang yaitu , Artificial Intelligence (AI) merupakan sebuah program komputer, pembelajaran mesin, perangkat keras, dan perangkat lunak. Artificial intelligence ini banyak digunakan dalam pengembangan dan aplikasi sehari-hari diberbagai bidang termasuk di dunia pendidikan. Sehingga kecerdasan buatan mulai mengambil peran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Kecerdasan buatan untuk saat ini seperti menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan.
Tentunya, dalam dunia pendidikan kecerdasan buatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran seperti, menjadikan pembelajaran yang lebih aktif, mempermudah tugas guru dan siswa ataupun mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga kecerdasan buatan ini dapat meningkatkan motivasi siswa, mempercepat kemampuan belajar, dan membantu hasil yang lebih baik. Karena AI memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan tersebut.
Kecerdasan AI yaitu, bisa mengetahui konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu proses pembelajaran.
Berikut pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung pembelajaran mandiri:
- Tutuor Virtual Personal
Kecerdasan buatan AI dapat berfungsi sebagai tutor virtual personal yang memberikan bimbingan individu berdasarkan kebutuhan dan kelemahan peserta didik. Tutor virtual dapat memberikan materi tambahan, latiihan, dan umpan balik yang sesuai untuk membantu peserta didik meningkatkan pemahaman mereka pada topik tertentu.
- Sistem Pembelajaran Adaptif
Sistem pembelajaran adaptif dapat Menyusun rencana pembelajaran dan menyesuaikan dengan berdasarkan kebutuhan serta tingkat pemahaman invidu dari peserta didik. Materi pembelajaran dan tingkat kesulitan yang dibuat dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan kemajuan belajar peserta didik.
- Chatbot Pembelajaran
Chatbot adalah sebuah program computer yang dapat menyimulasikan percakapan manusia melalui perintah suara, obrolan teks, atau keduanya. Kecerdasan buatan AI dapat berperan sebagai chatbot pembelajaran yang dikembangkan untuk memberikan bantuan dan jawaban atas pertanyaan peserta didik. Dalam penggunaannya peserta didik dapat mengajukan pertanyaan terkait materi tugas, Pelajaran, dan chatbot AI akan memberikan tanggapan berupa jawaban dan penjelasan yang sesuai.
- Pembelajaran Berbasis Game
Kecerdasan buatan AI dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran berbasis game yang menarik dan interaktif. Dengan menganalisis perilakau dan kemajuan peserta didik selama bermain game pembelajaran, AI dapat menyesuaikan tingkat kesulitan dan tantangan agar sesuai degan kemampuan peserta didik.
- System Penilaian Berbasis AI
Kecerdasan buatan AI dapat digunakan dalam membangun system penilaian yang lebih adil dan menyeluruh. Dengan analisis Bahasa alami dan pemrosesan teks yang digunakan AI, sehingga AI dapat menganalisis hasil tanggapan peserta didik dalam bentuk tulisan atau lisan dan memberikan penilaian yang komprenshif.
Salah satu tantangan terbesar di dunia Pendidikan selain cara dan kecepatan belajar yang berbeda-beda pada tiap individu adalah baik buruknya nilai yang tertanam di dalam diri mereka sesuai beradaptasi dengan system intelligence. Dampak yang diberikan juga memengaruhi perkembangan anak didik dalam bertindak, merespons dan menyikapi segala masalah yang ada. Baik dari segi kejujuran dan tanggung jawab. Secara umum aplikasi canggih ini mebawa dampak yang relavan terhadap pola pikir dan pengetahuan setiap siswa maupun mahasiswa, hal ini akan menuntut untuk berpikir kritis dan jeli.
Namun ada hal buruk yang bisa terjadi karena pengaruh kecerdasan buatan ini yaitu, siswa ataupun mahasiswa menjadi terbiasa menduplikat dengan penuh tanpa memfliter atau memparafrase terlebih dahulu. Ada beberapa kasus yang ditemukan pada system pembelajaran menggunak IT justru menjebak siswa dalam kebiasaan yang buruk. Dengan begitu perlu adanya security apps yang dapat mengontrol siswa atau mahasiswa agar tidak melakukan kecurangan seperti plagiasi penuh dan pelanggaran hak cipta. Perlunya Pendidikan kepada siswa atau mahasiswa tentang nilai dan karakter untuk menyeimbangi system kemajuan teknologi tersebut.
Simpulan
Artificial intelligence merupakan cabang ilmu komputer yang menekankan pengembangan intelejen mesin, pola pikir dan bekerja seperti manusia. AI memudahkan siswa dan mahasiswa dalam menunjang studinya secara visabilitas dan komprehensif namun secanggihnya Artificial Intellegence pun juga belum tentu menjadikan kebiasaan baik dalam beretika dan berteknologi, sehingga tetap perlu adanya Pendidikan dan pengajaran secara langsung dalam membimbing. Pemanfaat kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajran sangat membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, serta pendidik akan terbantukan dalam proses kegiatan pembelajran. Pemanfaatan teknologi buatan ini akan mendukung proses pembelajaran tetapi tidak berarti menggantikan peran pendidik. (*)
