Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Penulis: Tassya Amallyah Putri, mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Hingga saat ini fenomena kecelakaan lalu lintas masih belum mendapat perhatian masyarakat sebagai penyebab kematian yang signifikan. Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat sekitar 1,2 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta lainnya mengalami luka-luka. Menurut WHO pada tahun 2011, setiap hari setidaknya 3.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Meningkatnya angka kematian di jalan raya seringkali disebabkan oleh masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan kepada korban secara cepat,tepat dan benar. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama penting bagi remaja untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian.
Pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan upaya penanganan korban kecelakaan secepat dan seakurat mungkin sebelum mencari pertolongan medis agar kondisi korban tidak bertambah parah. Keberhasilan pemberian bantuan kepada korban bergantung pada tiga hal, yaitu seberapa cepat korban teridentifikasi, seberapa cepat bantuan diminta, dan seberapa cepat dan akurat bantuan diberikan dan dilaksanakan oleh pihak yang berkompeten. Dilihat dari ketiga faktor tersebut maka dapat dipahami bahwa pertolongan pertama pada lokasi kejadian harus dilakukan oleh penolong yang memahami prinsip resusitasi dan stabilisasi, pelepasan dan evakuasi. Misalnya, staf PMR sekolah yang dilatih pada tahap pra-rumah sakit menempati posisi yang sangat strategis. Kondisi pasien yang memerlukan jalan nafas yang bersih, sirkulasi darah yang baik dan terhindar dari pendarahan lebih lanjut serta terlindungi dari lingkungan sekitar merupakan poin penting yang harus dimiliki oleh penolong untuk memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.
Pendidikan kesehatan merupakan langkah peningkatan pengetahuan pertolongan pertama. Pendidikan kesehatan dengan simulasi pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan merupakan salah satu metode untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa. Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk mempengaruhi atau mengajak orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat untuk melakukan perilaku sehat. Secara operasional merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, sikap, dan praktik kepada masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya sendiri. Sikap responden terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah meningkatnya pengetahuan mereka mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan.
Langkah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
- Periksa area sekitar kecelakaan
Cari apa pun yang mungkin berbahaya, seperti tanda-tanda kebakaran, puing-puing yang jatuh, atau mungkin orang yang melakukan kekerasan. Jangan pindahkan korban kecuali penolong harus melakukannya untuk melindunginya dari bahaya.
- Pastikan korban tidak dikerumuni
Berikan ruang terbuka untuk korban agar ia mendapatkan kenyamanan dan bisa mendapatkan udara bebas. Jangan sampai, korban dikerumuni supaya mendapatkan oksigen yang cukup untuk bernafas.
- Periksa Kondisi Korban
Apabila korban kehilangan kesadaran tetapi tidak ada tanda cedera parah, bisa menyadarkannya dengan menepuk pundak atau berikan wewangian menyengat di hidungnya seperti minyak kayu putih.
- Cek Jalur Pernapasan
Dilakukan dengan mendekatkan jari pada bawah lubang hidung. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah korban masih bernapas atau tidak.
- Kompresi Dada untuk Bantuan Pernapasan
Sewaktu korban dalam keadaan tidak sadar, bisa melakukan kompresi dada untuk memberikan pertolongan pernapasan.
- Cek Kondisi Luka
Apabila cederanya parah seperti patah tulang, sebaiknya tetap biarkan korban dalam kondisi tersebut. Jangan dipindahkan karena bisa menyebabkan risiko peningkatan cedera.
- Menghentikan Pendarahan
- Salah satu indikasi bahaya adalah terjadinya pendarahan melalui kepala atau mulut.
- Atasi Syok Pasca kecelakaan
Untuk atasi syok, lakukan hal berikut;
- Longgarkan ikat pinggang.
- Telentangkan korban dengan kondisi rata, tinggikan kaki setinggi 30 cm.
- Pastikan korban tetap hangat untuk menghindari hipotermia.
- Jangan memberikan cairan, apalagi jika korban tidak sadar karena bisa memicu tersedak.
- Jangan mencabut tusukan pada tubuh korban karena bisa memicu infeksi.
Jenis-jenis Kecelakaan dan Cara Penanganannya:
– Pingsan : Letakkan korban dalam posisi terlentang, angkat kaki korban agar lebih tinggi dari jantung.
– Luka : Bersihkan dengan air bersih, tutup dengan kasa atau plester.
– Pendarahan : Tekan daerah yang berdarah dengan kasa atau kain bersih sampai berhenti.
– Patah Tulang : Imobilisasi bagian yang patah dengan balok atau papan, bungkus dengan perban.
– Tersedak : Lakukan manuver Heimlich.
– Luka Bakar : Aliri dengan air dingin selama 10 menit, tutup dengan kasa steril.
Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama, seseorang dapat mencegah kondisi cedera bertambah parah, menyelamatkan nyawa dengan tindakan cepat dan tepat, mengurangi risiko cedera lanjutan atau komplikasi, membantu korban mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut dengan lebih efisien. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama sangat penting untuk disebarkan kepada masyarakat luas agar lebih banyak orang yang terampil dalam menangani kecelakaan sebelum tenaga medis tiba di lokasi. (Tassya Amallyah Putri, mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Email : tassyaaputri@gmail.com)
