Pelatihan Tutor IPE FK UMM, Tingkatkan Mutu Pembelajaran Kolaboratif Interprofesi
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) melaksanakan Pelatihan Tutor IPE (Inter Professional Education) di awal bulan ini (1/12). Berbicara langsung dengan Ketua Pelaksana, dr. Gita Sekar Prihanti M.Pd.Ked., kegiatan bertujuan untuk saling berbagi pengalaman pengembangan dan pengelolaan program IPE sekaligus melatih dosen dari masing-masing prodi untuk berperan sebagai tutor IPE.
Pelatihan Tutor IPE FK UMM diadakan di Aula Rumah Sakit UMM lantai 5 dengan 99 peserta yang beragam. Mereka adalah tutor dosen dan alumni prodi kedokteran, farmasi, fisioterapi, dan keperawatan. Semua berkumpul dalam majelis yang sama dengan dua tujuan. Pertama untuk meningkatkan kompetensi dan peran staf pengajar. Kedua untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran kolaboratif interprofesi.

Dokter Gita menjelaskan, FK UMM sejak tahun 2010 telah melaksanakan program IPE dalam bentuk tutorial dan kuliah bersama serta role play dan home visite bersama. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal masyarakat dan berkolaborasi interprofesional antara mahasiswa profesi dokter, farmasi, perawat dan fisioterapi.
“Dengan program IPE, mahasiwa diharapkan mampu berkomunikasi baik dengan keluarga, tokoh masyarakat maupun tim interdisiplin. Selain itu mahasiwa diharapakan dapat bersikap dan bekerjasama dengan baik dengan anggota tim yang berasal dari jurusan yang berbeda untuk mempersiapkan diri dalam interprofessional collaboration practice (IPCP).” papar dokter Gita.
Menurut dokter Gita hal tersebut penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan IPE di Indonesia yang bermuara pada patient safety dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Situasi pandemi dan online environment yang terjadi menuntut adanya penyesuaian terhadap kolaborasi dalam Inter Professional Education (IPE).
Oleh karena itu perlu diadakannya pelatihan tentang peran dosen sebagai learning facilitator, pemberi umpan balik konstruktif dan pembuat skenario dalam tutorial sehingga peran tersebut dapat dijalankan secara ideal dalam pelaksanaan sistem KBK ini.

Dalam pelatihan tersebut ada enam materi yang dibahas dengan satu narasumber yang expert. Materi tersebut dibawakan oleh Prof. dr. Diantha Soemantri M.Med. Ed. PhD. Sedangkan materi yang disampaikan konsep IPE dan IPCP serta kompetensi kolaborasi, identitas profesional dan identitas interprofesional.
Berikutnya materi refleksi personal, profesional, interprofesional, peran dosen sebagai tutor atau fasilitator IPE. Pengajaran atau fasilitasi refleksi kepada mahasiswa. Terakhir materi telaah video reflective dialogue.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan staf pengajar sebagai learning facilitator, pemberi umpan balik konstruktif dan pembuat skenario ini mampu memenuhi kebutuhan sebuah institusi pendidikan dokter akan staf pengajar yang baik serta meningkatkan kemampuan individu staf pengajar sebagai fasilitator dalam tutorial. Pelatihan tutor IPE ini juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi kolaborasi dan kerjasama bagi dosen sebagai role model dan berdampak positif pada kompetensi kolaborasi mahasiswa lintas profesi.” Pungkas dokter Gita. (humas fk umm/editor: hamara)
