Pancasila Sebagai Pegangan Generasi Milenial
Penulis: Tri Trisnamiati, mahasiswakelas farmasi E, NIM.202310410311207, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
PANCASILA merupakan dasar tatanan negara Indonesia bisa disebut juga dasar hukum negara bangsa indonesia. Pancasila adalah suatu ideologi yang dipegang erat bangsa Indonesia. Istilah pancasila diperkenalkan oleh sosok bung karno saat sidang BPUPKI. Penegasan tentang pancasila sebagai dasar negara telah disebutkan dalam Undang Undang Dasar tahun 19456 alenia IV. Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warna Indonesia untuk menjunjung tinggi pancasila dan menjadikan nilai nilai pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila tidak hanya sebagai simbol persatuan dan kebanggan bangsa. Tetapi pancasila menjadi acuan kehidupan bermasyarakat , bengbangsa, dan bernegara. kita tidak harus menjadi aparat negara untuk bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila. Kita bisa mengamalkannya di lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah.
Persoalan intoleransi di Indonesia cukup tinggi, padahal Indonesia selaku nergara multi etnis dan agama. Pada kalangan kaum muda semangat toleransi dan kebhinekaan mengalami sebuah degrasi yang cukup drastis. Dan sudah tidak heran kaum muda di Indonesia cepat termengaruh dengan masuknya ideologi-ideologi luar. Dan yang lebih parahnya lagi, ideologi-ideologi tersebut dengan terang-terangan mengatakan anti terhadap pancasila.
Untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup untuk generasi muda atau milenial, perlu menggunakan pendekatan yang mudah dicerna. Pada keseharian generasi muda/milenial akan lebih mudah jika menerapkan pancasila secara praktik dan akan membuat memimpin Indonesia mendatang atau Indonesia emas. Bagi generasi milenial pasti pancasila akan dipandang dari nilai guna dan manfaatnya bagi kehidupan. Karena itu perlu dilakukan pendekatan khusus terkait dengan penalaran pancasila.
Generasi milenial itu sangat bergantung terhadap perkembanga teknologi digital dan online. Karena ketergantungan itu membuat generasi milenial sangat berbeda dan mempunyai keunikan dan karateristik tersendiri dalam menerima dan mentransfer segala informasi dan pengetahuan yang diperoleh dibandingkan dengan generasi-generasi yang sebelumnya. Tetapi, generasi milenial merupakan kelompok generasi yang sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh radikalisme dan tindakan intoleran ditengah derasnya informasi yang beredar di mdedia sosial. Karna banyak informasi yang tidak difilter dan tidak terkendali.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan ini, maka penamaan nilai-nilai pancasila sudah seharusnya untuk memfokuskan metode-metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kecanggihan teknologi saat ini. Sehingga generasi milenal tidak memiliki sifat pasrtisipan terhadap pembelajaran pancasila. Dan generasi milenial dapat berfikir kritis terhadap ideologi-ideologi radikal dan sikap intoleran. Untuk menghadapi derasnya kemajuan teknologi modern saat ini generasi milenial harus mempunyai pegangan yaitu pancasila.
Adapun alasan mengapa pancasila relavan bagi generasi milenial salah satunya adalabh penggunaan teknologi, karna teknologi telah mengubah gaya hidupn dan rusakinya hubungan, karena itu generasi milenial harus berpegang terhadap pancasila. Generasi milenial harus berada di depan, memegang obor untuk mencegahpaham-paham yang bertentangan dengan pancasila sehingga masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa ke depan tidak berada di jalan yang salah.
Adapun pada generasi milenial sekarang, aplikasi seperti TIKTOK telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi milenial. TIKTOK memberikan kebebasan mengekspresikan diri, namun kebebasan itu memunculkan beberapa dampak negatif. Sehingga TIKTOK mempunyai pengaruh terhadap nilai-nilai pancvasila, ada pengaruh negatif dan positif. Oleh karena itu perlu di adakn filfur konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. (*)
