Mahasiswa Keperawatan UMLA Deteksi Dini Demensia di Posyandu Lansia
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar praktikum deteksi dini demensia di posyandu lansia dengan peserta 21 orang di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Dijelaskan kepala bagian urusan internasional UMLA, Nurhidayati, M.Kep disapa Daya, sekaligus dosen keperawatan UMLA, bahwa materi penyuluhan posyandu lansia ini terkait demensia atau pikun.
Materinya lanjut Daya diantaranya tentang penyebab pikun usia lansia. Salah satunya penyakit Alzheimer, cedera kepala, radang otak dan semisalnya. Semua ini dapat menyebabkan pikun usia lansia. Sebab ada kerusakan di saraf.
Hasil dari sosialisasi tersebut, Daya menyebutkan sangat menarik. Sebab sebagian peserta mengajukan pertanyaan bagaimana caranya untuk mengatasi agar tidak pikun di usia lansia. Salah satu caranya dengan senam otak fokus gerakan di tangan untuk menyeimbangkan otak.

Berikutnya berdasarkan hasil penelitian ilmiah, untuk mengatasi penyakit pikun dengan sering membaca Al Qur’an. Jika membaca Al Qur’an sudah mulai kurang jelas penglihatannya dapat mendengarkan bacaan Al Qur’an. Sebab cara ini bisa memulihkan daya ingat menyambungkan saraf-saraf ingatan. Termasuk mengurangi makanan-minuman masam (kecut).
Selain sosialiasi tentang gejala pikun di lansia, Daya menambahkan mahasiswa keperawatan semester 7 UMLA juga menggelar cek kesehatan gratis. Meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan asam urat.
Pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi gejala pikun pada lansia ini, disebutkan Daya sebagai tindaklanjut dari pengkajian kesehatan keluarga. Jadi ilmu keperawatan yang sudah diterima di kampus bisa bermanfaat bagi masyarakat khusunya lansia.
Itu sebabnya saat kegiatan tersebut juga membagikan kuesioner untuk mengetahui lansia yang demensia jumlahnya berapa. (rilis: humas umla/editor: doni osmon)
