Mahasiswa FEB UMLA KKN Internasional di Malaysia, Ajarkan Batik Lukis Indonesia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – KKN di negeri orang (29/11), Tiga Mahasiswi KKN-KI (Kerjasama Internasional) sukses mengenalkan Batik Lukis di Kuala Lumpur Malaysia. Kegiatan dilakukan selama kurang lebih sebulan di Sanggar Belajar Gombak Utara.
Disampaikan oleh salah satu perwakilan tim KKN-KI, Dina Nurhayati, mahasiswi Program Studi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), progam KKN tersebut sudah memasuki angkatan ke-9 yang diadakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (ALPTK PTMA) melalui kerjasama dengan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebelumnya, Dina juga memperkenalkan dua rekan timnya yang turut bekerja sama menjalankan KKN-KI. Mereka adalah Elsa Febriyanti mahasiswi PTIK dari STKIP Muhammadiyah Kuningan dan Novitria Rosalina mahasiswi Akuntansi dari ITB AD Lamongan. Mereka bertiga fokus pada pendidikan dan pengenalan budaya Indonesia.
Salah satu upayanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi di Sanggar Belajar tersebut, mereka tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga melakukan praktik pelatihan seni batik lukis di tas canvas. Tas tersebut nantinya akan menjadi media lukis bagi peserta Sanggar Belajar yang usianya masih anak-anak. Semua anak diarahkan untuk berekspresi sekreatif mungkin untuk menciptakan karyanya masing-masing.

“Melalui pengenalan dan pembuatan batik lukis ini, kami tidak hanya mengajarkan tentang seni, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia. Inilah yang membuat program ini begitu istimewa, karena kami menyatukan pendidikan dan kebudayaan dalam satu wadah kreatif,” ungkap Dina Nurhayati peserta KKN-KI dari Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Selain pesertanya yang antusias, kegiatan KKN-KI juga mendapat respon positif dari pengelola Sanggar Belajar Gombak Utara, Kuala Lumpur. Mereka memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan kreatif mahasiswa KKN-KI. Pembuatan batik lukis tidak hanya menjadi aktivitas seni semata, tetapi juga menjadi media pembelajaran tentang nilai-nilai kebersamaan, kesabaran, dan keindahan yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia.

“Pembuatan batik lukis ini siswa-siswi di Sanggar Belajar Gombak Utara tidak hanya meningkatkan keterampilan akademis mereka, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih tentang kekayaan budaya Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, terjalinlah hubungan yang erat antara pendidikan,seni dan budaya, menciptakan lingkungan belajar yang berkesan dan berdampak positif” pungkas Dina. (humas umla/hamara)
