Kurangi Limbah, PMM 87 UMM Latih PKK Bedewang Berkebun Hidroponik
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 87 gelombang 7 melalui program kerja unggulan bertani atau berkebun menanam sistem hidroponik. Pengabdian ini adalah wajib bagi mahasiswa aktif UMM serta bentuk kontribusi mahasiswa pada masyarakat.
Tim PMM 87 UMM saat melaksanakan proker 19 januari 2024 dalam pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mohammad Khoirul Fuddin, SE, ME. Sedangkan mahasiswa atas nama Dharma Sabda Paringan (Divisi Acara/Prodi Manajemen), Rina Kusuma Wardhani (Wakil Ketua/ Prodi Ilmu Keperawatan), Chika Helen Lola Charolina (Bendahara/Prodi Ilmu Keperawatan), dan Cindy Helisa Putri (Sekretaris/Prodi Ilmu Keperawatan), Mohammad Alan Ferli Anandra (Koordinator/Prodi Manajemen). PMM tersebut untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (https://www.umm.ac.id)https://www.umm.ac.id/
Menurut Kordinator PMM 87 UMM, Mohammad Alan Ferli Anandra hidroponik metode budidaya tanaman menggunakan media air yang diberi nutrisi sebagai pengganti unsur hara. Tujuan metode hidroponik seperti mengatasi keterbatasan lahan dan tanah serta meminimalisasi terdapatnya hama tanaman yang berasal dari tanah.
Pada kegiatan ini PMM 87 UMM menekankan kepada peserta sosialisasi menanam hidroponik menggunakan barang bekas. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena limbah plastik yang tidak terkendali.
Peserta sosialisasi anggota PKK Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Sebab mayoritas warga setempat adalah bertani. Harapannya produktivitas dari anggota PKK Bedewang meningkat karena ke depannya dapat menanam hidroponik dari bahan bekas sehingga menambah nilai ekonomi rumah tangga.
Teknis kegiatan pertama pemaparan materi tentang menanam hidroponik secara umum dengan membuat alat hidroponik dari bahan bekas menggunakan sistem wick. Selanjutnya PMM 87 UMM juga membawa contoh sayuran hidroponik yang ditanam menggunakan bahan bekas mulai dari botol bekas, galon bekas, dan timba cat bekas.

Alat peraga ini berfungsi untuk memberi gambaran fisik kepada peserta supaya mendapatkan pemahaman yang mendalam pada metode hidroponik dengan bahan bekas.
Untuk membuat hidroponik dari bahan bekas ada beberapa hal yang dibutuhkan seperti botol bekas, gunting, kain flanel, rockwool/ spons, gelas plastik bekas minuman, air bersih, nutrisi A dan B untuk hidroponik, dan benih tanaman itu sendiri.
Cara pembuatannya pertama potong botol bekas menjadi dua bagian. Potongan botol yang memiliki tutup dilubangi kecil-kecil pada sekitar tutup dan untuk tutupnya di lubangi sampai kain flanel berukuran persegi panjang dapat masuk serta pastikan kain flanel dapat menjangkau dasar botol.
Setelah itu semai benih di atas tisu yang sudah dibasahi lalu tunggu sekitar 1 sampai 2 hari hingga benih berkecambah. Benih berkecambah siap untuk di pindah tanam di media spons atau rockwool yang sudah di potong 2 cm persegi yang di beri lubang kecil di tengahnya.
Setelah itu pindahkan spons yang berisi benih tersebut ke dalam botol hidroponik yang sudah siap dan diberi air. Lalu tempatkan tanaman hidroponik tersebut di bawah cahaya matahari dan hindarkan dari hujan.
Setelah tanaman berusia 9 sampai 12 hari siap untuk diberi nutrisi A dan B dengan perbandingan 5 ml nutrisi A, 5 ml nutrisi B untuk satu liter air. Adapun manfaat menanam hidroponik dengan bahan bekas ialah mengurangi limbah plastik, meningkatkan kreativitas, dan menambah nilai ekonomi. Sosialisasi diharapkan dapat memelopori masyarakat Desa Bedewang untuk berpindah dari metode tradisional ke metode hidroponik.
Dukungan dan kesempatan oleh Kepala Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, pada PMM 87 UMM memaksimalkan diri mengajarkan cara menanam hidroponik yang mudah dan murah.
PMM 87 UMM berharap semoga pelatihan hidroponik dapat meningkatkan kemampuan bertani dengan metode hidroponik dan mengurangi limbah plastik. (rilis: pmm 87 umm gelombang 7)
