Kultum di Masjid UMLA Bahas PHIWM Mu’amalah Duniawiyah
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Dalam kultumnya setelah jamaah Duhur di masjid Ki Bagus Hadikusumo Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Ustadz Suwito, M.PdI, menyampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) bab Muamalah duniawiyah, Selasa (1/11).
Di awal ustadz Suwito mengatakan, PHIWM poin ke empat menjelaskan tentang Mu’amalah Duniawiyah. Isinya yaitu setiap warga Muhammadiyah harus selalu menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi, sehingga memandang dan menyikapi kehidupan dunia secara aktif dan positif, serta tidak menjauhkan diri dari pergumulan kehidupan dengan landasan iman, Islam, dan ihsan dalam arti berakhlaq karimah.
Ustadz Wito-panggilan akrabnya- mengatakan, setiap warga Muhammadiyah harus selalu menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi ini. Abdi dari kata bahasa Arab dari kata “Abdun”.
Menurut ahli bahasa, diantara bahasa dimuka bumi ini yang paling miskin kosa kata adalah bahasa Indonesia. Maka bahasa Indonesia menyerap dari bahasa asing yaitu bahasa inggrish, Arab dan lainya.
“Dari sekian banyak bahasa. Yang paling banyak diserap kedalam bahasa Indonesia ternyata bahasa Arab. Diantaranya abdi dari kata Abdun,” jelasnya.
Abdun dalam PHIWM dikutip dalam Qs Al-Baqoroh ayat 21;
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.
Disini Allah menyeruh dengan menggunakan seruan bersifat umum. Seluruh manusia disuruh Allah menyembahnya. “Setiap Allah menyuruh maka semua sudah dijawab oleh Allah,” katanya.
Kenapa harus menyembah Allah?, karena Allah yang telah menciptakan seluruh isi bumi dan alam semesta, serta satu satunya Tuhan di muka bumi yang berhak disembah.
Abdun (ibadah), kata Suwito, tidak diartikan sempit seperti sholat, zakat dan lainya.
Tapi ada definisi yang disebut para ulama’. Ibadah adalah sebuah nama yang mencakup semua yang dicintai oleh Allah dan dan diridhoi oleh Allah baik berupa ucapan dan perbuatan, baik yang bersifatnya dhohir atau batin.
“Sehingga ucapan kita, perbuatan kita baik yang dhohir dan batin. Semua bisa bernilai ibadah jika di cintai dan diridhoi oleh Allah,” katanya.
Contohnya, jika bapak ibu dosen saat mengajar mahasiswa. Karena mengajar itu dicintai oleh Allah. Maka itu masuk dalam kategori ibadah.
Selain itu, Mahasiswa jika belajar sungguh-sungguh dan memperhatikan bapak ibu dosen. Maka itu termasuk dalam ketegori ibadah. “Kuncinya itu diridhoi dan di cintai oleh Allah,” ujarnya.
Kemudian Suwito memberi tau bahwa Ibadah sholat itu termasuk dohir. Kalau khusyu’ dan tumakninah dalam sholat itu termasuk ibadah Batin.
Kemudian Suwito menjelaskan tugas khalifaha.
Khilafiah itu ajaran suci Islam. Sistem pemerintahan Islam. Dan semuanya ada di seluruh kitab kitab fiqih.
Menurut PHWIM, khilafiah itu untuk memposisikan kita harus bisa menunjukkan Kesejahteraan lahir dan ketentraman batin seperti (bayang-bayang syurga).
“Sehingga adil baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” pungkasnya. (rilis: alfain jalaluddin ramadlan/editor: doni osmon)
