UMMAD Resmi Berganti UMJT, Rektorat: Brand Baru, Semangat Baru
TABLOIDMATAHATI.COM, MADIUN-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi RI mengeluarkan keputusan tentang perubahan nama Universitas Muhammadiyah Madiun menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.
Keputusan Mendiktisainteks RI tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomer 480/B/0/2026 yang dikeluarkan pada 4 Mei 2026.
Berisi tentang Izin Perubahan Nama Universitas Muhammadiyah Madiun Menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Persyarikatan Muhammadiyah.
Didalam Keputusan Mendiktisaintek RI tersebut juga diterangkan bahwa Universitas Muhammadiyah Jawa Timur mengelola 13 program studi.
Yaitu Administrasi Kesehatan Program Sarjana, Biokewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Lingkungan.
Kemudian Prodi Informatika, Kebidanan (Diploma 3), Psikologi, Sistem informasi, Manajemen, Hukum dan PGSD.
Revitalisasi
Sementara itu, Sekretaris Rektor UMMAD, Prof.Dr.Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan, dengan turunnya ijin pergantian nama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) merupakan bentuknya dari komitmen revitalisasi UMMAD yang terus berjalan.
Disampaikan Prof Anam Sutopo, penataan UMMAD baik mikro maupun makro terus dilaksanakan. Dalam bentuk mikro, penataan dilakukan terhadap sarana penunjang pembelajaran yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu penataan sumber daya manusia (SDM) juga terus diperkuat. Demikian pula dengan penambahan beberapa program studi (Prodi) baru melalui hibah penyatuan sehingga revitalisasi prodi yang semula 6 sekarang menjadi 13.
Menurut Prof. Anam Sutopo, turunnya ijin pergantian nama dari UMMAD menjadi UMJT ini merupakan bentuk komitmen nyata revitalisasi kelembagaan secara makro.
“Kita bercita cita tidak hanya ingin bermain di daerah dengan menggunakan nama besar Madiun tapi lebih jauh lagi. UMJT akan kita bawa jadi ikon Jawa Timur sehingga revitalisasi ini jadi perwujudan persyarikatan membantu pemerintah di wilayah Jawa Timur,” terang Guru Besar Bidang Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Prof Anam Sutopo menyampaikan harapan perubahan nama UMMAD menjadi UMJT tidak hanya sekedar berganti nama tapi memiliki tujuan lebih luas.
“Implementasi dan penerapan programnya menyentuh dan berdampak di wilayah provinsi maupun nasional dengan kemitraan lebih luas, asas manfaat lebih besar dan dampak lebih luas,” ujar Prof. Anam Sutopo.
Anam Sutopo menambahkan, turunnya izin pergantian nama dari UMMAD menjadi UMJT ini merupakan wujud awal cita-cita besar merevitalisasi UMMAD.
Civitas akademika UMMAD sebagai warga persyarikatan harus mendukung kebijakan PP Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang ataupun unsur-unsur pendukung lainnya.
“Semoga turunnya ijin perubahan dari UMMAD jadi UMJT benar benar menambah semangat bagi civitas akademika, memotivasi untuk senantiasa berkarya dan menjemput masa depan lebih gemilang, dengan brand baru, nama baru, semangat baru dan komitmen lebih kuat,” terang Prof. Anam Sutopo.
Latar belakang
Perubahan nama Universitas Muhammadiyah Madiun menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur ini diawali Mei 2024, saat Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menerima Hibah Akselerasi Program Penggabungan/Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS) dari Ditjen Diktiristek Kemendikbud Ristek RI.
Hibah ini bertujuan untuk mempercepat proses untuk mempercepat proses penyatuan UMMAD dengan Politeknik Seni Yogyakarta menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT). (pujoko)
