Keamanan Bahan Makanan Jadi Perawatan Wajah
Penulis: Asa Ilun Salsabila, mahasiswa farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Seperti yang kita ketahui, pada zaman modern ini banyak tren muncul dalam dunia perawatan kulit. Salah satu tren yang muncul yakni menggunakan bahan makanan atau bahan dapur sebagai perawatan wajah. Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang fenomena tersebut. Kurangnya pengetahuan pada masyarakat awam menyebabkan mereka mudah mengikuti sesuatu yang belum tentu aman untuk digunakan. Masyarakat awam hanya mengikuti tips-tips yang muncul di internet tanpa mencari tahu kebenarannya.
Salah satu contoh penggunaan bahan makanan atau bahan dapur sebagai perawatan wajah yakni buah lemon. Buah berwarna kuning ini merupakan buah yang banyak mengandung vitamin C dan antioksidan. Kandungan pada lemon tersebut memanglah sangat baik untuk tubuh. Namun, bukan berarti karena baik untuk tubuh maka dapat digunakan secara “sembarangan” sebagai perawatan wajah. Tidak sedikit masyarakat menggunakan buah ini dengan cara dipotong kemudian diperas lalu langsung diaplikasikan ke wajah. Padahal hal tersebut dapat sangat membahayakan kulit dan dapat menyebabkan iritasi. Tidak semua kulit wajah dapat menerima zat yang terkandung dalam buah tersebut apalagi dalam proses penggunaannya pasti terkontaminasi bakteri yang tidak menutup kemungkinan dapar menyebabkan jerawat. Apalagi jika seseorang yang menggunakan masker tersebut memiliki jerawat yang meradang, masker lemon ini akan memperparah jerawat meradang tersebut dan dapat menyebabkan iritasi serta merusak skin barier.
Contoh lain penggunaan bahan makanan atau bahan dapur yang digunakan sebagai perawatan wajah secara “sembarangan” yakni tepung beras. Tepung beras merupakan tepung yang dibuat dengan bahan dasar beras. Beras sendiri mengandung vitamin B, vitamin E dan antioksidan yang diyakini dapat mencerahkan wajah. Tak dipungkiri orang zaman dahulu memang sering menggunakan air cucian beras atau yang biasa disebut dengan air tajin untuk mecuci wajah. Mereka meyakini dengan mencuci wajah menggunakan air tajin maka akan mencerahkan wajah secara alamiah. Banyak juga yang menggunakan tepung beras sebagai masker wajah dengan tujuan mencerahkan wajah. Namun, hal ini juga tergolong berisiko. Tepung beras tidak dapat dijamin kesterilannya, yang mana akan berdampak kepada wajah. Apabila wajah seseorang tersebut sensitif dan mudah iritasi, penggunaan tepung beras sebagai masker ini akan menyebabkan timbulnya masalah kulit seperti jerawat, komedo menumpuk dan masiu banyak lagi.
Penggunaan bahan makanan atau bahan dapur sebagai perawatan wajah ini sebenarnya sangat merugikan. Pengguna yang tidak memiliki cukup pengetahuan akan hal ini dapat merusak keadaan kulit mereka sendiri. Mereka berharap dengan menggunakan bahan yang dianggap alami dan ekonomis ini akan menyembuhkan masalah kulit mereka namun nyatanya tidak. Banyaknya influencer dan public figure yang memberikan informasi yang salah juga turut andil dalam maraknya penggunaan bahan makanan atau bahan dapur sebagai perawatan wajah.
Tak menutup kemungkinan memang banyak bahan alami yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit namun bukan kulit wajah. Contohnya seperti beras yang sudah menjadi buliran halus, beras ini dapat dijadikan menjadi scrub alami atau lulur alami untuk kulit badan. Selain itu ada ampas kopi dan kunyit, dua bahan ini dapat mengangkat sel kulit mati pada kulit badan serta dapat mencerahkan. Namun tak menutup kemungkinan akan adanya iritasi apabila tidak cocok dengan bahan tersebut atau seseorang tersebut memiliki kulit yang sangat sensitif.
Dalam merawat kulit hendaknya menggunakan bahan yang jelas keamanannya. Meskipun di pasaran banyak brand yang menjual produk yang mengandung bahan alami namun dalam proses pembuatannya pasti menggunakan tahapan yang sangat rumit dan steril. Bahan dapur atau bahan makanan tidak dapat langsung digunakan untuk perawatan kulit. Bahan-bahan tersebut harus melalui proses dan tahapan yang sangat panjang agar manfaatnya dapat diterima konsumen. Selain itu sebagai konsumen kita harus bijak dalam memilih mana produk yang cocok dan tidak dengan kondisi kulit. Perbedaan kondisi kulit dengan orang lain juga perlu diperhatikan sehingga apa yang cocok pada kulit orang lain belum tentu cocok pada kulit kita. Marilah menjadi konsumen yang cermat dan bijak sehingga kita dapat merawat kulit kita dengan aman dan maksimal. (Asa Ilun Salsabila, mahasiswa farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang, NIM: 202310410311102, Kelas : Farmasi F)
