Indonesia dalam ke-Bhineka-an
Penulis: Nurul Hidayah Firdaus, mahasiswa PGSD, Universitas Muhammadiyah Malang, 2203050128
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, adat, suku, dan lain sebagainya. Berbagai macam perbedaan menjadi satu dalam Indonesia. Keragaman yang salah satunya disebabkan oleh tempat tinggal yang berbeda-beda, karena Indonesia memiliki banyak pulau yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Oleh karena itu Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kenapa berbeda? Karena memang di Indonesia kaya akan suku budaya yang beragam dan punya ciri khasnya masing-masing yang membuat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya akan tetapi tetap menjadi satu sebagai warga negara Indonesia yang saling menghormati dan menghargai antar sesama. Semboyan Bhineka Tunggal Ika digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam adat dan budaya, bahasa daerah, ras, suku, bangsa, agama, dan kepercayaan.
Makna kebhinekaan bagi Bangsa Indosia menurut buku Fatwa-fatwa di Indonesia oleh Fuad Thohari (2023) adalah kesadaran terhadap perbedaan, termasuk perbedaan terhadap dalam keyakinan agamanya sehingga harus saling menghormati dan tidak memaksakan keyakinan tersebut kepada orang lain. Bukan hanya agama saja, tetapi aspek yang lainnya juga. Intinya harus saling toleransi dan menghargai antar sesama. Kebhinekaan di Indonesia harus dijaga, karena jika tidak akan menimbulkan konflik antar warga maupun kelompok yang akan lebih sering terjadi. Karena dalam Indonesia masyarakatnya hidup dalam kehidupan yang multikultural, jadi penting untuk setiap masyarakatnya menghargai perbedaan agar bisa hidup dalam kedamaian.
Indonesia memiliki Pancasila sebagai aturan dari segala kebhinekaan yang ada. Pancasila dalam sila pertamanya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa yang berarti bahwa eksistensi negara, bangsa, dan manusia Indonesia berelasi dengan Tuhan yang diyakini sebagai sumber segala kebaikan. Akan tetapi, meski banyak macamnya kasus intoleransi, di Indonesia kasus Intoleransi yang paling sering terjadi adalah intoleransi terhadap agama. Dilansir dai Kementrian Agama Indonesia (Kemenag) terdapat enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Wahdah (2020) dalam artikelnya yang berjudul “Problematika Toleransi Umat Beragama di Indonesia di Era Modern: Solusi Perspektif Al-Qur’an”, mengatakan Indonesia adalah negara yang memiliki kemajemukan agama, namun hal itu tidak menjadi pengecualian untuk hidup damai. Toleransi menekankan pentingnya keadilan, kasih sayang, kemanusiaan, serta saling menghormati tanpa ada pemaksaan dan tekanan terhadap pihak lain.
Seperti yang telah dikatakan bahwa kasus intoleransi yang paling sering terjadi di Indonesia adalah intoleransi terhadap agama. Dilansir dari Jurnal Moderasi oleh Saputra (2023) dengan judul “Sikap Intoleransi pada Kehidupan Beragama di Indonesia, Studi Kasus (Cilegon, Kota Tanpa Gereja)”, sikap intoleransi beragama di Indonesia juga bisa dikatakan cukup banyak untuk sebuah negara yang memiliki kebebasan beragama. Bentuk dari kasus tersebut berbagai macam, mulai dari larangan mendirikan tempat ibadah, larangan beribadah, perusakan rumah ibadah, serangan terhadap keluarga dengan keyakinan agama yang berbeda, penutupan paksa tempat ibadah, dan juga pengucilan dalam masyarakat. Selain dilihat dari sisi agama, hal tersebut juga terjadi dalam aspek perbedaan ras dan budaya.
Indonesia yang kaya akan keberagaman memiliki potensi dan tantangan dalam Kebhinekaannya. Wahono dan Abdul Atsar dalam Buku Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaan, potensi kebhinekaan bangsa Indonesia adalah dapat membuat bangsa Indonesai sebagai bangsa yang besar. Selain itu, kebhinekaan juga berpotensi mengandung kekayaan yang melimpah, baik alam maupun budaya yang menarik minat wisatawan. Namun, tantangan kebhinekaan adalah dapat membuat penduduk Indonesia yang berbeda pendapat menjadi di luar kendali. Akibatnya, bisa tumbuh perasaan atau perspektif yang sempit yang mengancam integrasi nasional atau persatuan bangsa.
Bhineka yang berarti beraneka ragam sangat cocok untuk disandingkan dengan Indonesia. Indonesia memang sangat kaya akan ras, agama, adat, budaya, kepercayaan, dan keberagaman lainnya. Dengan banyaknya keberagaman tersebut diharapkan masyarakat bisa saling menghormati dan menghargai antar sesama. Karena hanya dengan cara itulah masyarakat dan negara bisa rukun dan damai tanpa adanya diskriminasi yang disebabkan oleh perbedaan ras, agama, suku, atau yang lainnya. Pancasila hadir sebagai pedoman negara yang dapat mengatur sikap dan perilaku bangsa. Perilaku yang dimaksud adalah perilaku dalam menghadapi perbedaan. Pancasila menyatukan berbagai keberagaman di Indonesia. Pancasila mempersatukan perbedaan suku, ras, etnis, agama, budaya, dan geografis dalam satu titik dan membangun kebhinekaan pada setiap silanya. Kita sebagai masyarakat Indonesia bisa mempertahankan kebhinekaan dengan cara menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Lebih mengutamakan kepentingan negara, tanpa mengesampingkan masing-masing budaya. Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik. Tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, namun di samping kelebihan itu terdapat tantangan yang harus dihadapi, yakni adanya sikap intolerasi antar sesama. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus bisa saling menghargai dan menghormati. (nurul hidayah firdaus, mahasiswa PGSD, Universitas Muhammadiyah Malang, NIM:2203050128)
