Digital Marketing PMM 86 UMM Pada UMKM Kerupuk Singkong
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Program pengembangan UMKM merupakan salah satu program kerja (proker) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 86 gelombang 4 populer disebut PMM 86 UMM.
PMM 86 UMM ini di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Muhammad Wildan Affan, SE, MSA, serta beranggotakan mahasiswa jurusan Manajemen FEB UMM terdiri dari Tia Astiarti Putri, Diva Mauda Muftiah, Akbar Cahya Krisdana, Iqbal Hoesny Basalamah, dan Fitria Dwi Kristianto. PMM merupakan wajib bagi mahasiswa aktif UMM. Selain itu PMM 86 UMM untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitaas Muhammadiyah Malang. (https://www.umm.ac.id)

Dijelaskan salah satu anggota PMM 86 UMM, Tia Astiarti Putri, tentang penguatan brand merek dan brand image UMKM usaha kerupuk singkong melalui pelatihan edukasi digital marketing. UMKM dimaksud berada di Jalan Margobasuki Gang Ulil Abshor No.44/RT.01/RW.03 Desa Jetis, Mulyagung, Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
UMKM yang berkembang perlu didukung dengan adanya perkembangan media sosial, sebagai teknologi digital memberikan banyak sekali dampak bagi pelaku usaha. Di era digital segala sesuatu menggunakan aplikasi maupun media yang berkaitan dengan dunia digital, sehingga hal ini merupakan salah satu tantangan UMKM untuk berkembang.

Berdasarkan realitas ini, PMM 86 UMM memberikan edukasi kepada UMKM usaha kerupuk singkong dengan pendampingan dan pelatihan digital marketing melalui beberapa cara. Pada program pertama mahasiswa mengajarkan bagaimana memanfaatkan konten untuk meningkatkan branding UMKM.
Brand image sebuah gambaran awal yang harus diperhatikan oleh UMKM mengingat brand image senjata yang harus dimiliki, ketika sebuah UMKM memiliki brand image yang baik maka konsumen dalam membeli produk tidak akan pernah ragu akan kualitas yang akan didapatkan.
Brand image merupakan sebuah pemenuhan kesenangan konsumen melalui kualitas yang diberikan, brand image yang bagus akan menghasilkan citra yang baik bagi para pelanggan sedangkan bagi para pelaku usaha lainnya akan menganggap sebuah persaingan.
Kegiatan pertama PMM 86 UMMmelaksanakan program di UMKM usaha kerupuk singkong. Tim PMM 86 UMM memberikan edukasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses pemasaran. Materinya bagaimana alur pemanfaatan pemasaran secara online yang akan memberikan dampak profit bagi UMKM kerupuk singkong. Melalui proses edukasi ini harapannya kenaikan profit bagi UMKM.

Hal ini dijelaskan Pak Sumar sebagai pemilik UMKM bahwa “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk UMKM saya yang sebelumnya tidak pernah mengenal proses pemasaran secara online,” ujar Pak Sumar.
Teori tanpa praktek adalah hal yang mustahil. Kegiatan kedua PMM 86 UMM menjelaskan pembuatan konten video yang akan digunakan dalam menarik perhatian konsumen. Kegiatan ini diikuti oleh pekerja UMKM serta didampingi PMM 86 UMM sebagai mentor yang memberikan arahan.
Melalui program ini diharapkan UMKM dapat membuat video branding produk yang akan di share di media sosial. Media sosial yang bisa digunakan oleh UMKM dalam menunjang era digital seperti aplikasi Instagram, whatsapp, line, facebook, telegram, twitter dan lain sebagainya. Sedangkan di sarana jual-beli (e-commerce) ada shoope, bukalapak, lazada, tokopedia dan lain sebagainya. (rilis: pmm 86 umm gelombang 4)
