Daur Ulang Jadi Solusi: Mahasiswa PMM UMM Ajak Siswa SD Kebondalem Jombang Karya Tong Sampah Kreatif
TABLOIDMATAHATI.COM, JOMBANG– Program kerja (proker) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) mengusung tema pemilahan sampah dan juga praktik langsung di SDN Kebondalem 01, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Menurut Koordinator PMM UMM, Akhmad Azam, bahwa PMM UMM ini selain dirinya beranggotakan Muhammad Steven Hiu, Gilbert Giles Wela, Cahya Lintang Kusuma, dan L. Dela Fimeta. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setio Basuki, MT., Ph.D. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menurut Akhmad Azam, salah bentuk hilirisasi tersebut dengan mengajak mengajak siswa SDN Kebondalem 01, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuat tong dari bahan daur ulang. Tujuannya menjaga kebersihan sekolah sekaligus menumbuhkan kreativitas siswa serta edukasi pentingnya zero waste dalam kehidupan sehari-hari.
Dijelaskan Akhmad Azam, sampah adalah masalah klasik di berbagai tempat, termasuk di sekolah. Mulai sampah plastic hingga kertas bekas yang mengakibatkan lingkungan sekolah menjadi kotor dan mengurangi kenyamanan belajar. Berangkat dari kondisi ini, mahasiswa PMM UMM menghadirkan solusi mengajak siswa SDN Kebondalem 01 membuat tong sampah kreatif dari barang bekas atau sampah-sampah yang ada di sekolah.
Melalui cara tersebut siswa diharapkan memiliki kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya, sekaligus memahami bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan kembali.

“Anak-anak punya kreativitas yang luar biasa. Hanya saja mereka butuh diarahkan agar bisa menuangkannya dalam kegiatan yang positif. Melalui kegiatan daur ulang ini, kami berharap mereka bisa sekaligus belajar peduli terhadap lingkungan,” ujar Akhmad Azam.
Langkah awal Solusi ini dimulai dari pemilahan sampah sebagai pengenalan bahwa tidak semua sampah sama, melainkan memiliki kategori berbeda dan cara penanganan yang berbeda pula. Dengan memahami hal ini, mereka akan lebih bijak dalam membuang sampah serta terbiasa menjaga lingkungan.
Seluruh anggota kelompok PMM saat melakukan edukasi di kelas, mengungkapkan bahwa ada tiga kategori utama sampah yang mudah dipahami anak-anak. Jenis-jenis sampah dalam 3 kategori tersebut dijelaskan anggota kelompok di kelas kemudian siswa diajak praktik membuat tong sampah.
Bahan yang digunakan sebagian besar dari barang bekas yang mudah ditemukan, seperti: tong bekas cat, pilox warna hitam, putih, hijau, kuning, dan merah, kayu dan bambu sebagai penyangga 3 tong tersebut. Gergaji, palu, paku, dan cutter. Kertas bertuliskan organik, non-organik, residu, dan PMM UMM 2025.
Menariknya siswa SDN Kebondalem 01 Jombang antusias membuat tempah sampah ini. Mereka mewarna tong sampah sesuai jenisnya, warna hijau untuk organic, warna kuning kategori non-organik, dan warna merah untuk residu. Bahkan siswa juga mewarna logo dan tulisan PMM UMM 2025 di tong sampah tersebut.
Di tempat yang sama, Cahya Lintang Kusuma, salah satu anggota PMM UMM mengatakan manfaat yang dirasakan bagi siswa dan pihak sekolah. Salah satu manfaat utamanya adalah meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan siswa SDN Kebondalem 01 Jombang.

Melalui praktik langsung memilah dan mengolah sampah, siswa terbiasa membedakan jenis sampah organik maupun anorganik, serta lebih peduli terhadap kebersihan kelas dan halaman sekolah.
Kesadaran ini langkah awal membentuk kebiasaan baik sejak dini, akan terus melekat hingga mereka dewasa nanti. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kreativitas anak-anak.
Manfaat terakhir yang tidak kalah penting adalah meningkatnya fasilitas kebersihan sekolah. Tong sampah kreatif yang dihasilkan dapat langsung dipakai di kelas maupun halaman sekolah, sehingga jumlah sarana kebersihan bertambah dan suasana sekolah menjadi lebih nyaman.
Program kerja PMM UMM karya tong sampah ini mendapat apresiasi dari guru-guru di SDN Kebondalem 01 Jombang, sebab pembelajaran tidak hanya harus berfokus pada akademik, tetapi juga pada pendidikan karakter dan keterampilan hidup. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Siswa jadi lebih semangat belajar, apalagi karena mereka bisa langsung praktik. Hasilnya nyata, ada tong sampah yang bisa dipakai.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan program serupa. Pembuatan tong sampah dari bahan bekas hanyalah salah satu contoh sederhana bagaimana edukasi lingkungan bisa digabungkan dengan kreativitas anak-anak. (rilis: pmm umm/don)
