Pengabdian kesehatan masyarakat: Program GERMAS Mini Desa Gunungrejo oleh Mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Program kerja (proker) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) ini sangat menarik sebab di bidang kesehatan yakni menginisiasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Mini di Posyandu Dahlia 4, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tanggal 6 Agustus 2025, kemarin.
Dijelaskan Koordinator tim PMM Bhaktiku Negeri UMM, Siti Afifa Maharani, dalam melaksanakan program ini selain dirinya PMM Bhaktiku Negeri UMM beranggotakan Fitrotun Nadiyah, Sulistiyaningsih Dwi Sagita, Putri Damayanti Pribadi, dan M. Pajri Adi Prayoga. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dengan pendampingan dosen dr. Anung Putri Illahika, M.Si. Perlu diketahui bahwa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Nah salah satu bentuk hilirisasi tersebut, dijelaskan Siti kegiatan PMM Bhaktiku Negeri UMM menggelar GERMAS Mini dan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Baik dan Benar). Saat pengabdian PMM Bhaktiku Negeri UMM dengan mitra pengabdian adalah ibu dan kader posyandu. Tujuannya agar terciptanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan obat yang bijak melalui konsep DAGUSIBU.
Siti Afifa mengatakan materi GERMAS dan DAGUSIBU dikemas dengan materi sederhana dan mudah dipahami agar segera dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi PHBS meliputi pentingnya cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, penggunaan jamban sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Dijelaskan Afifa, saat materi DAGUSIBU peserta diajak praktik penyimpanan obat yang benar, seperti tidak meletakkan obat di tempat lembap, penggunaan obat sesuai aturan dosis. Selain penyuluhan, mahasiswa PMM UMM juga membagikan bubuk abate ke rumah-rumah warga untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat warga menerima abate mahasiswa PMM UMM menjelaskan mengenai cara penggunaan abate yang benar di bak mandi.
Pada penghujung kegiatan PMM UMM ini membagikan cinderamata sebagai pengingat agar masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat. Para kader posyandu juga didorong untuk menjadi duta kesehatan di lingkungannya masing-masing, sehingga dampak program dapat terus berlanjut.
Melalui kegiatan GERMAS Mini ini, mahasiswa UMM menunjukkan komitmen dalam mengaplikasikan ilmu dari kampus untuk masyarakat. Harapannya materi PHBS, DAGUSIBU semoga mampu membawa dampak besar bagi kesehatan keluarga di Desa Gunungrejo.

Di tempat berbeda, Kepala Desa Gunungrejo, Samsul Hadi, ST, mengapresiasi kegiatan mahasiswa PMM UMM. Sebab program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Harapannya setelah sosialisasi ini, warga semakin sadar pentingnya hidup sehat dan bijak dalam menggunakan obat.
Salah satu peserta, Bu Rina, mengatakan pemahaman baru tentang penggunaan antibiotik. Dirinya sekarang mengetahui mengapa antibiotik tidak boleh dihentikan di tengah pengobatan. Pengetahuan ini akan dibagikannya ke keluarga.
Sementara itu, kader posyandu setempat, Ibu Lia, menilai materi PMM UMM sangat bermanfaat. Sebab membantu kader Posyandu menyampaikan informasi kesehatan ke warga dengan cara yang sederhana dan mudah diterima. (rilis: pmm umm/don)
