Cegah Penularan Penyakit Seksual
Penulis: Sefiananda Sely Melati, mahasiswaProdi Ilmu Keperawatan, Fakutas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Berdasarkan data yang dilansir oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) jenis PMS (Penyakit Menular Seksual) yang banyak terjadi pada tahun 2023 yakni sifilis dan HIV. Kemudian yang paling mendominasi terjangkit penyakit ini adalah ibu rumah tangga. Pernyataan ini didukung oleh fakta yang diungkapkan dr.Satiti Retno Pudjiat,Sp.KK(K), selaku dokter Spesialis Kulit dan Dermatologi Departemen FKKMK UGM, mengatakan “peningkatan kasus penyakit menular seksual ini terkait dengan program skrining terhadap kelompok berisiko atau rentan terhadap HIV atau sifilis, kelompok tersebut juga mengalami peningkatan”.
Kasus PMS menjadi penyakit yang paling diperhatikan sekarang ini sebab kasus ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya angka kejadian penyakit menular seksual tiap tahunnya. Banyak remaja saat ini yang mengidap penyakit menular seksual tanpa menyadarinya. Permasalahan yang sering terjadi adalah adanya cairan yang keluar dari organ reproduksi, nyeri, gatal, dan adanya kerusakan organ reproduksi bagian dalam jika tidak segera ditangani dengan baik. Namun banyak remaja yang masih ragu untuk curhat kepada orang terdekat, sehingga menimbulkan keseriusan tersendiri bagi penderitanya.
Angka kejadian penyakit menular seksual di masyarakat semakin meningkat karena masih banyak remaja yang melakukan hubungan seks tanpa penggunakan alat pelindung diri. Alasan lainnya adalah semakin banyak orang yang menggunakan pil KB. Pil KB, yaitu obat yang digunakan untuk menunda kehamilan, sangat efektif artinya jika diminum secara teratur hamper menjamin tidak akan terjadi kehamilan. Selain semua itu, ada faktor lain yang sangat mempengaruhi timbulnya penyakit ini, yaitu hubungan seksual dengan sesame jenis. Hal ini lebih sering terjadi pada pria. Berhubungan seks pertama kali pada usia muda meningkatkan risiko penyakit menular seksual. Perilaku remaja yang rentan terhadap penyakit menular seksual antara lain: berhubungan seks terlalu dini, tidak rutin menggunakan kondom, berhubungan seks dengan banyak orang dan melakukan hubungan seks dengan orang mengidap PMS.
Berdasarkan informasi di lapangan sebagian besar anak remaja dengan perbandingan 2 : 5 suka berganti-ganti pasangan, merokok, dan gemar menghabiskan waktu di tempat hiburan malam serta mereka juga tidak menyadari dengan benar akan adanya penyebab bisa terinfeksi PMS. Tidak hanya itu, mereka yang suka bergaul bebas cenderung melakukan tindakan menyimpang seperti, menggunakan narkoba, melakukan tindakan kriminal (aborsi), dan terkena IMS (Infeksi Menular Seksual). Terkadang penyakit menular seksual juga bisa menular melalui kontak intim lainnya. Faktanya, beberapa penyakit menular seksual seperti herpes dan HPV bisa menular individu lainnya hanya dengan melakukan kontak fisik antar kulit. Selain itu, menggunakan jarum suntik berkali-kali dan memutarnya ke banyak orang juga dapat menularkan penyakit ini.
Bentuk pencegahan dan pengendalian penyakit menular seksual, pusat Kesehatan dapat melakukan pemeriksaan di tempat hiburan. Penyakit menular seksual dapat didiagnosa dengan menggunakan pemeriksaan laboratorium, seperti test darah untuk mengetahui indivdu tersebut terjangkit HIV atau tidak. Jika anda menemukan atau mengalami tanda atau gejala penyakit menular seksual, sebaiknya segera periksakan secara menyeluruh.
Perawatan yang tepat waktu dan tepat akan menghindari komplikasi berbahaya. Pengobatan penyakit menular seksual melibatkan penggunaan obat yang sesuai dengan penyebabnya. Obat harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter dan dikonsumsi sesuai dosis untuk menghindari resistensi obat dan mencegah kekambuhan. Salah satu jenis obat-obatan yang digunakan untuk menangani PMS, seperti silfilis, klamidia, dan gonore yang diakibatkan infeksi bakteri yakni antibiotik.
Seorang individu yang terkena infeksi bakteri harus mengkonsumsi antibiotik selama jangka waktu tertentu meskipun gejala sudah mulai tidak terlihat untuk meminimalisir terjadinya infeksi berulang. Selain pengobatan, kita sendiri bisa mencegah penularannya dengan banyak cara, salah satunya melalui pemanfaatan internet. Menurut hasil riset Adiarsi, ditemukan 88,4% pemanfaatan internet untuk mengakases literatur terkait reproduksi dan kesehatan seksual, seperti penggunaan aplikasi TikTok atau Instagram. Kedua aplikasi ini tergolong media sosial yang menyediakan literatur beragam topik dan dikemas dalam bentuk teks, gambar, visual, maupun audio. Menjadikan alat ini relative popular di kalangan remaja. Dengan demikian, remaja dapat memahami Kesehatan menular seksual melalui tips-tips media sosial yang sering digunakan oleh remaja itu sendiri.
Cara menghindari penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks bebas. Pekerja seks biasa harus siap menghadapi berbagai resiko penyakit seksual. Mulai dari HIV, sifilis, gonore (kencing nanah) hingga herpes keturunan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa berhubungan seks dengan banyak orang dapat meningkatkan resiko penyakit menular seksual.
Hal berikutnya adalah jangan melakukan kontak dengan pasangan yang terinfeksi. Bila pasangan anda mengidap penyakit menular seksual, seperti sifilis atau gonore, hindari berhubungan seks. Sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan terlebih dahulu hungga penyakitnya benar-benar sembuh. Biasanya, dokter akan memberi tahu anda kapan anda bisa berhubungan intim lagi dengan pasangan, jika hal itu aman untuk dilakukan.
Cara lainnya adalah dengan menggunakan kondom. Menurut para ahli di pusat pengendalian dan pencegahan penyakit, penggunaan kondom awcara konsisten efektif mencegah penyakit menular seksual. Apalagi bagi orang yang rutin berhubungan seks dan sering berganti pasangan. Meski terkadang tidak mungkin mencegah penyakit menular seksual sepenuhnya, namun metode kontrasepsi ini efektif jika digunakan dengan benar. Berikutnya yaitu sunat pada pria. Hal ini terbukti mengurangi resiko tertular HIV melalui hubungan seks hingga 60%. Selain itu para ahli mengatakan bahwa sunat juga dapat membantu mencegah penularan infeksi herpes dan HPV.
Selain itu juga lindungi diri anda dengan vaksin. Beberapa ahli percaya bahwa penyakit menular dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi pada orang dewasa. Contoh vaksin untuk mencegah terkena kanker serviks, kutil kelamin, dan hepatitis B akibat virus HPV (human papilloma virus). Vaksin HPV diperuntukkan untuk wanita yang usinya belum genap 26 tahun atau bahkan anak-anak yang sudah menginjak 9 tahun dan 13 tahun.
Kurangnya Pendidikan pada remaja tentang pentingnya kesehatan seksual menyebabkan mereka banyak melakukan hal-hal yang dilarang dan menimbulkan penyakit menular seksual. Hal ini pula menyebabkan tingkat Penyakit Menular Seksual (PMS) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Melihat permasalahan yang muncul, penting bagi seluruh lapisan Masyarakat untuk memandang Kesehatan seksual sebagai isu penting guna mengurangi penyakit seksual pada remaja Indonesia. (*)
