Ancaman Asam Lambung, Bisa Menyerang Semua Kalangan
Penulis: Muhammad Rizky, mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Apakah anda pernah merasakan ada makanan yang tersangkut di bagian tenggorokan dan diikuti dengan rasa panas di dada? Bisa jadi anda menderita penyakit asam lambung (GERD). Di sebagian masyarakat yang masih awam, GERD sering kali dianggap sama dengan penyakit maag karena gejalanya yang mirip, sama-sama menyangkut organ lambung. Padahal, jika dilihat dan diamati dari faktor penyebabnya, maag dan GERD adalah dua penyakit yang berbeda. Penyakit asam lambung (GERD) perlu mendapatkan perhatian ekstra dan tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu komplikasi yang berbahaya, bahkan penyakit GERD bisa menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan pengobatan atau perawatan secara medis. Untuk lebih memahami tentang Penyakit Asam Lambung, bisa disimak penjelasan selengkapnya pada artikel ini yang menjelaskan apa itu GERD, apa saja gejala dan penyebabnya, cara mengukur tingkat keparahannya, dan cara mengatasinya. Asam lambung yang satu ini kita kenal dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit kronis yang menyerang system pencernaan lambung. Kondisi ini dapat terjadi ketika asam lambung naik Kembali ke kerongkongan (esofagus). Hal ini terjadi akibat melemahnya sfingter (katup). Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada esofagus. Katup yang normal Akan terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju ke lambung dan dicerna oleh tubuh. Setelah minuman dan makanan masuk ke lambung katup Akan tertutup rapat dan kencang yang berguna untuk mencegah isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan yang dapat menyebabkan terjadinya muntah. Namun pada penderita penyakit GERD, katup akan melemah, sehingga tidak dapat menutup dengan baik. Hal ini yang dapat mengakibatkan lambung yang sudah terisi oleh makanan dan cairan asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan. Penyakit asam lambung sebenarnya umum terjadi pada pencernaan manusia, namun jika dibiarkan maka dapat memperburuk kesehatan saluran cerna hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apabila Anda sering mengalami gejala refluks dan tidak kunjung membaik setelah minum obat, kemungkinan Anda menderita penyakit asam lambung dan perlu segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Penyebab GERD adalah akibat melemahnya sfingter esofagus atau otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung sehingga menyebabkan refluks (aliran balik) atau naiknya asam lambung ke saluran esofagus (kerongkongan). Paparan asam lambung yang berulang-ulang naik ke esofagus akan mengakibatkan iritasi pada lapisan esofagus atau kerongkongan. Sfingter esofagus merupakan semacam otot yang berfungsi untuk mencegah isi lambung mengalir ke esofagus. Dalam keadaan normal, otot tersebut berkontraksi sehingga makanan dan isi lambung tidak mengalir ke esofagus. Sebaliknya, otot tersebut akan berelaksasi saat makanan akan masuk ke dalam lambung. Refluks asam dapat terjadi ketika sfingter melemah sehingga tidak dapat menutup dengan benar. Inilah yang menyebabkan cairan dan isi lambung Anda bisa naik kembali ke kerongkongan. Selain itu, ada beberapa makanan dan minuman pemicu asam lambung, seperti: Makanan dan minuman dengan rasa yang kuat, salah satu pemicu GERD adalah berkaitan dengan jenis makanan yang asam, pedas, dan berminyak. Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya menghindari alkohol dan minuman yang mengandung kafein yang dapat memicu terjadinya asam lambung. Kebiasaan makan yang kurang baik beberapa kebiasaan makan yang kurang baik yang memperberat gejala ini antara lain makan terburu-buru, sering makan dalam porsi banyak sekaligus, dan langsung tidur setelah makan. Kondisi tersebut akan meningkatkan tekanan dalam rongga perut.Dari Faktor Psikologis penyebab terjadinya peningkatan asam lambung bisa jadi karena dari faktor psikologis orang tersebut, bisa jadi orang tersebut sedang mengalami stress, cemas, atau gangguan psikologis yang lainnya, hal itu dapat menyebabkan asam lambung bertambah banyak yang dapat naik ke tenggorokan sehingga terjadinya muntah.
Gejala-gejala asam lambung beberapa tanda dan gejala khas asam lambung tinggi adalah nyeri, rasa panas/ terbakar, ataupun rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (ulu hati), rasa mudah kenyang saat makan, rasa kenyang/ penuh berlebihan setelah makan, mual atau muntah,kembung. Beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan munculnya gejala asam lambung adalah alami obesitas, kehamilan kebiasaan merokok, konsumsi beberapa golongan obat, seperti OAINS, antibiotik, dan lain-lain, menderita riwayat penyakit, seperti gastritis, GERD, infeksi H. pylori, IBD, tukak lambung, kanker lambung, dan sebagainya
Dalam penentuan diagnosis penyakit asam lambung, umumnya dokter akan melakukan wawancara medis untuk menanyakan gejala yang dialami. Selanjutnya, pemeriksaan fisik—terutama pemeriksaan area perut—dapat juga dilakukan dokter. Bila diperlukan, bisa pula dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG perut, endoskopi, dan breath test (untuk menilai infeksi H. pylori), dan beberapa teknik pemeriksaan lain. Cara mengobati asam lambung bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain adalah hindari faktor risiko pemicu asam lambung naik, seperti makanan dan minuman yang mencetuskan gejala, berhenti merokok, dan sebagainya jalani pola makan sehat dan rutin berolahraga, makan sedikit-sedikit namun sering, makan dengan lambat.
Selain itu, dokter dapat memberikan obat-obatan tertentu, seperti Antasida, H2 blocker, Proton pump inhibitor (PPI), Antibiotik, Pemberian obat disesuaikan dengan gejala dan penyebab asam lambung pada penderita.
Keluhan penyakit asam lambung naik dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat. Anjuran pola makan yang baik dan benar sebaiknya dijadikan pegangan. Ini termasuk makan pada waktunya, makan secukupnya dan tidak berlebihan, serta memilih jenis makanan alami yang kaya serat dan rendah lemak. Selain itu, aktivitas fisik yang cukup, rutin berolahraga, istirahat yang memadai, dan mengelola stres dengan baik juga sangat membantu mencegah timbulnya keluhan asam lambung. (*)
