PMM 67 UMM Racik Jamu Herbal di Kelurahan Sukun, Cegah Penyakit Tidak Menular
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 67 gelombang 5 populer disebut PMM 67 UMM, sangat inovatif bidang kesehatan herbal.

Proker tersebut dilaksanakan PMM 67 UMM gelombang 5 di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Risky Angga Pramuja, SE, M.Ec, dengan komposisi anggota Beni Gusti Khamdani, Deananda Larissa Putri, Kindi Keke Suci Ovika, Rika Permatasari Sanusi, dan Muhammad Raihan Nugraha, Mahasiswa tersebut dari program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka melaksanakan proker hari Jum’at, 19 Januari 2024 di Kelurahan Sukun Kota Malang.
Menurut salah satu tim PMM 67 UMM, Beni Gusti Khamdani proker yang dilaksanakan di Kelurahan Sukun adalah membuat produk dari bahan alami yang disebut Jamu Herbal 67. Jamu Herbal 67 terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di masyarakat. Yakni Jahe, Sereh, Kunyit, Jeruk Nipis, dan Madu.
“Selain bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan, proses pengolahannya juga sangat mudah sehingga usia remaja hingga lansia bisa mengolahnya,” ujar Beni Gusti Khamdani.

Sebelum pembuatan produk, PMM 67 UMM melakukan edukasi dengan materi tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) atau Non-Communicable Disease (NCD) yang terdiri dari Hipertensi keadaan dimana tekanan darah sistolik (Jantung berkontraksi) pada tubuh seseorang ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik (Jantung berelaksasi) ≥ 90 mm, Diabetes Melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang melebihi nilai normal, penyakit asam urat adalah suatu bentuk radang sendi yang menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian terjadi ketika ada penumpukan asam urat di tubuh.
Edukasi materi PTM ini, kata Beni Gusti Khamdani, di-ikuti seluruh staf Kelurahan Sukun dan tim Kelurahan Siaga (Kelsi). “Kami berharap dari produk Jamu 67 yang kami buat ini dapat ditindaklanjuti ke depannnya oleh peserta edukasi di kelurahan Sukun. Sebab manfaatnya untuk pencegahan penyakit tidak menular sangat efektif,” kata Beni Gusti Khamdani.
Dari penyampaian materi tersebut peserta sangat antusias bertanya tentang Jamu Herbal 67, yang khasiatnya sangat banyak serta dapat mengurangi dan mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) atau Non-Communicable Disease (NCD). PMM 67 UMM praktek langsung bagaimana cara mengolah atau meracik Jamu Herbal 67 tersebut bersama dengan staf Kelurahan Sukun dan tim Kelurahan Siaga (Kelsi).

Setelah 3 hari PMM 67 UMM memberi contoh membuat produk, salah satu peserta yaitu Ibu Luluk anggota Kelsi mengatakan “Jamu yang mbak- mbak dan mas-mas buat ini memiliki khasiat yang sangat berguna bagi tubuh, setelah saya mencoba membuat sendiri di rumah badan saya yang kesemutan di sendi-sendi sedikit berkurang dan badan saya terasa fit ketika saya membuat jamu Herbal 67 bahkan cucu saya yang SD juga suka,” ucap Ibu Luluk.
Dari ucapan Ibu Luluk, PMM 67 UMM menyimpulkan produk Jamu Herbal 67 bisa di olah dan di minum dari mulai usia anak-anak hingga lansia karena bahan yang digunakan alami dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh terutama bagi usia dewasa dan lansia dalam mencegah dan mengurangi resiko penyakit Hipertensi, Diabetes Melitus (DM), dan Asam Urat.(rilis: pmm 67 gelombang 5)
