Pengurus OPPM PM Babussalam Al Firdaus Gelar LPJ-Sertijab Pengurus
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pada hari Sabtu-ahad (17-18/2) pengurus pengurus OPPM Pondopk Modern Babussalam Al Firdaus, Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang, menggelar LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) dan koordinator periode 2023-2024 dan serah terima jabatan dari pengurus lama (kelas 6) ke pengurus baru (kelas 5).
Hal ini disampaikan pimpinan PM Babussalam Al Firdaus, Tomy Alvanso, M.Ag, menjelaskan para santri kelas 6 sebentar lagi akan sibuk menghadapi rangkaian agenda ujian kelulusan dan diperlukannya kaderisasi untuk mengestafetkan tongkat kuasa dalam menjalankan roda keorganisasian dan kepemimpinan di PM Babussalam Al firdaus.

Acara ini juga disaksikan oleh seluruh santri dan ustadz-ustadzah sebagai bentuk transparansi dan pendidikan untuk para santri-santri adik kelas atau anggota OPPM dan Adika koordinator mereka.
Menurut ustadz Tomy agenda LPJ OPPM pada Sabtu pagi meliputi beberapa bagian, yaitu bagian kesenian, perpustakaan, olahraga, ta’mir masjid, dapur, penerimaan tamu, keamanan, pengajaran, kebersihan, penerangan, bahasa, kesehatan, dan ketua.

Ustadz Tommy menegaskan bahwa sebuah bentuk pendidikan dalam membaca LPJ, yaitu intonasi, kelantangan suara harus diperhatikan agar keseriusan dan kesakralan acara tetap terjaga.
Pesan ustadz Tomy agar inventaris organisasi dijaga supaya bisa menunjang kegiatan santri dengan lebih maksimal kedepannya. serah terima jabatan pun dilakukan pada malam harinya dengan diwakili oleh ketua-ketua OPPM pondok putra serta putri, lama dan baru.

Mereka adalah Ketua putra lama: Ahmad Afif Maulana Syaifuddin dari Kalimantan, Ketua putra baru Bintang Alamsyah dari Malang. Sedangkan Ketua putri lama Astryna Mutia Ikhlassyifa dari Malang diganti Ketua putri baru Tiara Yuke Rohmadona dari Malang.

Usai sertijab, ustadz Tommy mengumpamakan OPPM seperti layaknya miniatur pemerintahan negara, dengan ketua OPPM sebagai presiden, pengurus bagian sebagai menterinya, dan para santri-anggota OPPM sebagai rakyatnya.
Maka dengan itu, ketua OPPM (presiden) dan pengurus bagian (menteri) harus bertanggungjawab penuh atas kehidupan sehari-hari para anggota (rakyat).

Masih menurut ustadz Tomy pada Ahad pagi agenda LPJ coordinator. Namun kali ini pembacaan LPJ agak berbeda dari pembacaan LPJ OPPM, karena para pengurus mengajak para santri bernyanyi bersama sebelum membacakan LPJ, seperti halnya kegiatan Pramuka yang penuh dengan keceriaan.
Adapun LPJ koordinator meliputi beberapa andalan koordinator, antara lain andalan koordinator urusan latihan (ANKULAT), perpustakaan (ANKUPERPUST), dan perlengkapan (ANKUPERKAP), selain itu ada juga LPJ dari pembimbing gugus depan (BINDEP) dan yang tidak kalah penting, dari ketua koordinator.
Di dalam pramuka para santri diberikan wadah mengekpresikan diri mereka seperti halnya pada saat sebelumnya ketika benyanyi bersama.

Pada malam hari dilakukan serah terima jabatan yang diwakili oleh ketua-ketua dengan nama sebagai Ketua koordinator baru putra: Ahmad Raffi Ramadhani dari Malang, Ketua koordinator lama putra: Syahdewa Syafaatullah dari Probolinggo, Ketua koordinator baru putri Emeralda putri Apriliana dari Batu, Ketua koordinator lama putri Yafda Yahzunka dari Kalimantan.
Sambutan terakhir ustadz Tommy berpesan untuk para pengurus baru agar menjadikan Pramuka menyenangkan untuk para seperti halnya slogan “Scout is jolly game” (Pramuka adalah permainan yang menyenangkan)

Setelah itu ustadz tommy langsung menunjuk para santri kelas 4 sebagai pengurus rayon menggantikan kakak kelas mereka kelas 5. LPJ meliputi program kerja,hasil usaha, evaluasi, uang masuk dan keluar, usulan, surat-menyurat, dan inventaris.
Rangkaian acara serah terima jabatan diawali dengan pelantikan pengurus baru dengan pembacaan ikrar dipimpin oleh ketua, lalu pembacaan surat mandat, lalu perpindahan tempat duduk yang diiringi dengan musik, sambutan dari ketua lama dan baru, dan diakhiri dengan penandatangan surat penyerahan jabatan oleh kedua pengurus lama dan pengurus baru.
Dalam acara LPJ dan serah terima jabatan ini ada tiga falsafah hidup yang bisa diambil, yaitu: pertama siap memimpin dan siap dipimpin. Kedua setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Ketiga patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. (humas pm babussalam al firdaus/hakim)
