Nutrisi Mie Bayam PMM 33 UMM Bantu Cegah Stunting
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Univeritas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) yang dilaksanakan oleh kelompok 33 gelombang 6 untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (https//umm.ac.id/).
PMM 33 UMM dibawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Septi Nur Wulan Mulatmi S.Pt, M.Sc, Kelompok PMM ini beranggotakan lima orang terdiri dari Elfira Dwi Kurnianingrum sebagai koordinator, Pramudita Aurafilia Kartika Putri, Lorenta Gendhys Lintang Indrianto, Nihayatul Khoiriyah dan Hanna Aurellia Putri Affandi dari mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Petemakan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Program kerja unggulan PMM 33 UMM diantaranya sosialisai pentingnya nutrisi sejak dini cegah stunting di RW 8 Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Sosialisasi dilaksanakan di Balai RW 8 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Saat sosialisasi PMM 33 UMM materi pencegahan stunting dengan memperkenalkan mie sehat berbasis daun bayam sehat untuk pencegahan stunting yang dihadiri anggota PKK RW 8 Kelurahan Tlogomas.
Pada kegiatan yang diadakan Sabtu, 3 Februari 2024 ini, sosialisasi dengan memberikan edukasi mengenai stunting, penyebabnya dan upaya pencegahannya. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang stunting agar meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat hidup sehat.
Sebagian besar peserta adalah ibu-ibu rumah tangga, diajak untuk memahami nilai gizi dari daun bayam dan perannya dalam mencegah stunting. Mereka diajarkan tentang kandungan zat besi, vitamin A, C, dan kalsium yang berlimpah dalam bayam, yang semuanya esensial untuk pertumbuhan dan pengembangan anak yang optimal.
Setelah itu dilanjutkan dengan edukasi pola asupan nutrisi yang baik dan memperkenalkan mie sehat dari daun bayam. Ibu-ibu PKK juga diajarkan cara mengolah daun bayam menjadi puree dan mengintegrasikannya ke dalam adonan mie, menciptakan mie dengan warna hijau alami yang tidak hanya menarik secara visual tapi juga penuh dengan nutrisi.
Proses pembuatan mie ini dirancang untuk sederhana dan mudah diadopsi, sehingga setiap keluarga di Kelurahan Tlogomas bisa membuatnya di rumah.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pembuatan mie saja. Ada sesi khusus yang membahas berbagai resep dan cara kreatif untuk menyajikan mie bayam, dari mie goreng hingga sup mie, dengan tujuan untuk memenuhi selera anak-anak dan memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Setiap peserta, kemudian, diberikan bahan dan resep untuk dibawa pulang, mendorong mereka untuk mempraktikkan pembelajaran mereka dan membagikannya dengan tetangga dan kerabat.
Inisiatif membuat olahan mie sehat berbasis daun bayam di Kelurahan Tlogomas ini telah menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal dapat berkontribusi pada penanganan masalah kesehatan publik seperti stunting.
Lebih dari itu, kegiatan ini telah memperkuat komunitas, menumbuhkan kesadaran nutrisi, dan memberdayakan para ibu untuk menjadi agen perubahan dalam kesehatan anak-anak mereka. Melalui inisiatif ini, Kelurahan Tlogomas berharap dapat membawa generasi selanjutnya menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih sehat. (pmm 33 umm gelombang 6)
