Tim KKNT 38 Mahasiswi UNIDA Gontor Tanam Jagung Hibrida di Dusun Krandegan, Ngawi
TABLOIDMATAHATI.COM, NGAWI– Deru pagi masih lembut ketika mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik 38 (KKNT 38) memulai kegiatan penanaman jagung hibrida di Dusun Krandegan, Ngawi, Kamis (12/02/2026).
Sejak pukul 06.30 WIB, mereka turun langsung ke ladang, menyingsingkan lengan baju, dan menyatukan langkah bersama warga. Di hamparan tanah yang sederhana itu, semangat pengabdian tumbuh seiring benih-benih harapan yang ditanam.
Kegiatan ini dipimpin Ketua KKNT 38, Lira Agustina, dengan pendampingan Ustadz Ahmad Setiyono, S.Ag., M.M., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Lahan milik Ibu Sukarmi dipilih sebagai lokasi penanaman, menandai kolaborasi yang hangat antara mahasiswi KKN dan masyarakat setempat.
Bagi kedua belah pihak, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kerja lapangan, melainkan ruang perjumpaan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
Jagung hibrida yang ditanam dikenal memiliki produktivitas tinggi serta kualitas panen yang baik. Hasilnya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga, dipasarkan ke pasar lokal, sekaligus dimanfaatkan sebagai bahan industri.
Pilihan komoditas ini mencerminkan upaya kecil namun nyata untuk menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa, tanpa mengabaikan kebutuhan pangan keluarga.
Sejak pagi, mahasiswi bersama pemilik lahan menyiapkan bibit dan peralatan tanam. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong, dengan memperhatikan teknik yang tepat agar pertumbuhan tanaman optimal.
Di sela-sela kerja, canda ringan dan obrolan sederhana mengalir, mencairkan lelah dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Dari tanah yang diolah bersama, lahir pula ikatan emosional yang mempertemukan dunia kampus dengan realitas kehidupan desa.
Sebagaimana dituturkan salah satu peserta KKNT Farrah Nisriinaa N pada Kamis sore ini.
Ketua KKNT 38, Lira Agustina, menyampaikan bahwa keterlibatan langsung dalam proses pertanian memberi pengalaman yang tidak tergantikan bagi para mahasiswi.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar secara nyata tentang budidaya jagung sekaligus memahami betapa pentingnya sektor pertanian dalam menopang perekonomian masyarakat,” ungkapnya. Baginya, ladang bukan hanya ruang praktik, tetapi juga ruang refleksi tentang arti kerja keras dan ketekunan.
Sambutan hangat datang dari Ibu Sukarmi selaku pemilik lahan. Ia menilai kehadiran para mahasiswi membawa energi baru di ladangnya. Bantuan tenaga, perhatian pada teknik tanam, hingga kebersamaan yang terjalin menjadi suntikan semangat tersendiri dalam mengelola lahan pertanian sehari-hari.
Kegiatan penanaman jagung hibrida ini menjadi potret sederhana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Di balik benih yang ditanam, tersimpan nilai kemandirian, kerja sama, dan kebermanfaatan yang terus dihidupkan Universitas Darussalam Gontor melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik. Dari ladang kecil di Krandegan, tumbuh harapan bahwa kolaborasi kampus dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan, setapak demi setapak, dengan makna yang lebih dalam. (arief hartanto)
