IMM UMLA Baksos Literasi Pada Anak Panti Ajari Cara Menulis Berita
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menggelar bakti sosial bertajuk Gerakan Panti Asuhan (GPA) pada (18/9) di panti asuhan putra Muhammadiyah Cabang Babat.
Baksos ini menghadirkan Ketua Bidang RPK PK IMM Al Iskandariyah UMLA, Alfain Jalaluddin Ramadlan yang menjelaskan tentang budaya literasi. Tujuannya edukasi literasi pengenalan literasi guna memperdalam wawasan, agar tumbuhnya budaya literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, bercerita dan menganalisis pada anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Cabang Babat.
Alfain memaparkan materi bahwa literasi bukan hanya sekedar membaca. Namun, literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Alfain, bahwa Indonesia menempati rangking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat iterasi atau berada 10 negara terbawa yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program fot Internasional Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization For Economic Operation dan development (OECD) pada 2019.

Berdasarkan hal ini, Alfain memberika tips dan semangat kepada anak panti asuhan agar senantiasa mengembangkan literasi melalui gemar membaca buku dan menulis.
Seperti dalam Al-Qur’an surat Al Alaq :
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ
Yang memerintahkan tentang spirit literasi.
Bagi Alfain mengajak para peserta untuk berpikir pentingnya menulis dan bertanya mengapa harus menulis? Pertama, agar idenya bisa dibaca khalayak luas. Kedua menjadi terkenal, kKetiga waktu luang. Keempat yang paling penting ketika sudah wafat tulisannya akan dikenal selamannya.
Terkait materi berita, Alfain yang menjelaskan pengertian berita. Yaitu teks yang isinya mengenai segala hal yang terjadi di dunia ini yang berupa fakta yang ditulis di media cetak disiarkan di radio ditayangkan di televisi atau diunggah di situs.
Tambahnya, Alfain menyebutkan pada dasarnya sebuah berita berisikan fakta, bukan hoax sesuai dengan dalil surat Al ahzab( 33/77)
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوۡلُوۡا قَوۡلًا سَدِيۡدًا
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.
Cara membuat berita? Alfain mengatakan penulisan berita di media, harus memakai bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele dan ringan. Tulisanya enak dibaca dan gampang di cerna.
Ada beberapa model menulis berita, tandas Alfain mengibaratkan seperti piramida. Untuk bagian atas berisikan lead, bagian tengah berisikan penjelasan dan paling bawah berisikan informasi lain.
Nah, agar menulis lancar ada tiga hal yang perlu dilaksanakan yakni menulis, menulis dan menulis. Ditengah-tengah mengisi materi literasi dirinya membagikan buku kepada santri Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Cabang Babat.
Harapannya, ucap Alfain santri panti asuhan putra dapat tumbuh budaya literasi terus membaca menambahkan wawasan bagi anak-anak.
Saat closing materi, Alfain menceritakan perjalanan pengalamannya, proses lika-liku untuk menjadi seorang jurnalis guna memotivasi anak panti asuhan agar semangat untuk berkarya.
Sekedar diketahui, kegiatan ini dilaksanakan bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (ospem) itu memiliki tiga tujuan yaitu silaturahmi, edukasi literasi dan baksos. (rilis: alfain jalaluddin ramadlan/arum/editor: doni osmon)
