Wamendikdasmen Letakkan Batu Pertama Kampus ITBM Wakatobi
TABLOIDMATAHATI.COM, WAKATOBI– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan peletakan batu pertama pembangunan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, Juli 2026 kemarin.
Pembangunan kampus ini menjadi wujud sinergi pemerintah, Muhammadiyah, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas nasional dan mendorong hadir pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
Peletakan batu pertama dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Bupati Wakatobi Haliana, Wakil Bupati Safia Wualo, pimpinan Muhammadiyah, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta kepala UPT Kemendikdasmen di Sulawesi Tenggara serta seluruh civitas akademik ITBM Wakatobi.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar mengapresiasi para tokoh adat yang menghibahkan sekitar dua hektare lahan sebagai bentuk gotong royong membangun masa depan pendidikan di Wakatobi.
“Bapak Presiden Prabowo menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional. Karena itu, pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Wakatobi. Kampus ini diharapkan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas sekaligus melahirkan generasi unggul yang membangun daerahnya sendiri,” ujar Fajar.
Fajar, yang juga menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai Ketua LKKS PP Muhammadiyah, saya meyakini pembangunan pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Sinergi pemerintah, Muhammadiyah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci mempercepat pembangunan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Fajar juga menyambut baik rencana transformasi ITBM Wakatobi menjadi universitas. Menurutnya, kampus tersebut perlu memiliki keunggulan yang menjadi pembeda.
“Saya mendorong ITBM Wakatobi menjadi Centre of Excellence di bidang kelautan dan kemaritiman. Wakatobi adalah laboratorium maritim dunia. Dari kampus ini harus lahir riset dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat pesisir, memperkuat ekonomi maritim, sekaligus membuka kolaborasi riset nasional dan internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai aspirasi terkait pengembangan kelembagaan, akses beasiswa, hingga penguatan sarana pendidikan akan dikomunikasikan kepada kementerian terkait sesuai kewenangannya agar putra-putri Wakatobi memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
Rektor ITBM Wakatobi Arusani mengatakan, kehadiran Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menjadi penyemangat bagi kampus yang tengah bertransformasi menuju universitas.
“Kami berharap ITBM Wakatobi tumbuh menjadi kampus unggul yang melahirkan sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kepulauan,” ujarnya.
Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Wamendikdasmen pada momentum bersejarah tersebut.
“Kami bangga Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berkenan meletakkan batu pertama kampus ini. Kami berharap ITBM menjadi kebanggaan Wakatobi, memperluas akses pendidikan tinggi, dan melahirkan generasi yang membangun daerahnya,” kata Haliana.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menegaskan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan ITBM Wakatobi.
“Kehadiran Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan SDM di wilayah kepulauan. Kami siap bersinergi agar ITBM Wakatobi menjadi pusat unggulan pendidikan dan riset maritim di Indonesia Timur,” ujar Hugua.
Menutup sambutannya, Fajar menegaskan bahwa sekolah unggul dan kampus unggul merupakan fondasi lahirnya sumber daya manusia unggul.
“Sekolah unggul dan kampus unggul adalah fondasi lahirnya SDM unggul. Saya berharap ITBM Wakatobi menjadi Centre of Excellence bidang kelautan dan kemaritiman yang melahirkan pemimpin, peneliti, inovator, dan wirausahawan, sekaligus menghadirkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir dan kemajuan Indonesia sebagai negara maritim,” tutup Fajar. (kelik/rilis grup media afiliasimu)
