Tiga Pakar Peternakan UMM Penyuluhan Atasi Mortalitas-Morbiditas Cempe Kambing Perah di Kabupaten Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Masalah mortalitas dan morbiditas pada ternak salah satu tantangan utama yang dihadapi peternak di berbagai belahan dunia. Di wilayah peternakan wilayah PDM Kabupaten Malang, masalah serupa juga menjadi perhatian serius. Namun, melalui upaya penyuluhan yang efektif, langkah-langkah konkret telah diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut, terutama pada cempe kambing perah.
Berdasarkan realitas tersebut, pakar Peternakan dan kesehatan Ternak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Septi Nur Wulan Mulatmi, S.Pt, M.Sc, bersama dua rekannya Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP, IPM, dan Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, IPU, menangani masalah mortalitas dan morbiditas pada cempe kambing perah melalui penyuluhan efektif kepada para peternak di wilayah Peternakan Wilayah PDM Kabupaten Malang.

Menurut Septi Nur Wulan Mulatmi disapa Septi, mortalitas, merujuk pada tingkat kematian ternak, dan morbiditas, yang mengacu pada tingkat penyakit atau gangguan kesehatan. Kedua penyakit ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan. Di Kabupaten Malang, cempe kambing perah menjadi fokus utama penyuluhan karena kontribusinya yang signifikan terhadap ekonomi lokal.
Salah satu langkah penting dalam menangani mortalitas dan morbidilitas adalah penyuluhan kepada para peternak. Penyuluhan para pakar peternakan dan kesehatan ternak UMM dilaksanakan 30 Desember 2023 materi yang dibahas, diantaranya manajemen kesehatan ternak, nutrisi yang tepat, sanitasi peternakan, serta praktik-praktik pencegahan penyakit.

Penyuluhan tersebut berlangsung intensif dan menyeluruh ini dipimpin langsung tim ahli Septi Nur Wulan Mulatmi, S.Pt, M.Sc, serta dua rekannya Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP, IPM, dan Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, IPU. Mereka merupakan pakar bidang peternakan dan kesehatan ternak, membawa pengetahuan dan pengalaman dibagikan kepada para peternak di wilayah Kabupaten Malang.
Septi Nur Wulan Mulatmi menjelaskan sesi penyuluhan berlangsung selama dua hari, dimana para peternak diberikan pemahaman tentang pentingnya manajemen kesehatan ternak dalam mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas. Pentingnya pemantauan kesehatan ternak secara rutin dan memberikan tips praktis tentang bagaimana cara melakukan pemeriksaan kesehatan yang efektif.

Di tempat sama, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP, IPM, menyoroti pentingnya nutrisi yang tepat dalam menjaga kesehatan ternak. Ada panduan tentang formulasi pakan yang seimbang dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pemberian nutrisi yang cukup untuk mencegah penyakit dan meningkatkan produktivitas ternak.
Sementara itu, Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, IPU, membahas tentang strategi pencegahan penyakit dan praktik sanitasi yang baik di peternakan. Poin materi ditekankan pada pentingnya kebersihan lingkungan peternakan dan teknik-teknik sanitasi yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang menular di antara ternak.

Selain memberikan pengetahuan, penyuluhan ini juga menjadi platform yang baik untuk berbagi pengalaman antara para peternak. Mereka dapat saling bertukar informasi tentang praktik terbaik, mengatasi masalah spesifik yang mereka hadapi, dan membangun jaringan yang kuat untuk mendukung satu sama lain dalam usaha peternakan mereka.
Selain itu, sesi penyuluhan juga mencakup demonstrasi praktis tentang teknik-teknik manajemen kesehatan ternak. Para peternak diajarkan tentang cara melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, dan memberikan perawatan yang tepat kepada ternak mereka.
Para peternak yang hadir merespons penyuluhan ini dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi tentang masalah kesehatan ternak yang mereka hadapi sehari-hari, serta mencari solusi yang tepat bersama para ahli. Beberapa peternak bahkan menyatakan rencana untuk menerapkan langsung beberapa tips dan teknik yang mereka pelajari dalam penyuluhan tersebut.

Bapak Dedi, seorang peternak lokal, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyuluhan ini. “Pengetahuan yang saya peroleh dari sesi penyuluhan ini sangat berharga. Saya sekarang lebih percaya diri dalam mengenali tanda-tanda penyakit pada ternak saya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegahnya,” katanya.
Pak Joko, salah seorang peternak yang menghadiri penyuluhan, menyatakan, “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Penyuluhan ini memberikan kami pengetahuan yang sangat berharga tentang cara merawat ternak kami dengan lebih baik. Saya yakin hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ternak kami di peternakan,” ujarnya.
Dengan adanya upaya penyuluhan yang dilakukan oleh para ahli terkemuka seperti Septi Nur Wulan Mulatmi, S.Pt, M.Sc, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP, IPM, dan Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, IPU, diharapkan masalah mortalitas dan morbiditas pada cempe kambing perah dapat diminimalkan secara signifikan di wilayah Peternakan Wilayah PDM Kabupaten Malang.

Hal ini tidak hanya akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan peternak, tetapi juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan keberlanjutan sektor peternakan secara keseluruhan.
Penyuluhan ini juga menjadi bukti konkret tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, para pakar, dan peternak dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sektor peternakan. Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran akan pentingnya manajemen kesehatan ternak, diharapkan sektor peternakan di Kabupaten Malang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal dan negara pada umumnya.
Dengan demikian, investasi dalam penyuluhan peternakan terbukti menjadi langkah yang penting dan strategis dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Malang dan di seluruh Indonesia. (rilis: septi nur wulan mulatmi/*)
