Tendensi Mahasiswa Zaman Sekarang Terhadap Organisasi: Degradasi Minat Serba Instan
Oleh: Ahmad Alif Saputra, mahasiswa jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang
ORGANISASI mahasiswa sudah tidak lumrah lagi untuk didengar oleh masyarakat, organisasi mahasiswa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk pengembangan kapasitas berupa aspirasi, inisiasi atau gagasan positif dan kreatif serta minat, bakat, dan potensi mahasiswa melalui aktivitas yang relevan sesuai visi misi masing-masing organisasi. Dengan masuk organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dapat belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan lingkungan dan mengoptimalkan berbagai keterampilan lain yang tidak bisa diperoleh dikelas.
Beberapa diantaranya yaitu organisasi intra kampus, antar kampus, ekstra kampus maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan mahasiswa lintas kampus. Mahasiswa merupakan orang-orang yang memegang gelar yang paling tinggi dibandingkan orang yang berstatus masih siswa sehingga memiliki kapasitas yang tinggi dari segi pengetahuan maupun kehidupan sosial. Seorang mahasiswa bukan lagi masanya untuk diberikan ilmu, melainkan mahasiswa yang mengejar dan mencari dosen, sumber dan informasi untuk mendapatkan ilmu. Dikampus besar mahasiswa akan bertemu dengan banyak mahasiswa yang berbeda suku, ras, dan budaya namun tujuan menuntut dan mencari ilmu itulah yang akan menjadikannya satu.
Adanya perubahan zaman yang merupakan degradasi kondisi zaman sudah tidak sama lagi baik beberapa unsur maupun seluruh unsur didalamnya. Sekarang kita sedang berada di zaman revolusi industri 4.0 yang dimana pada saat ini fenomena mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Akrab dikenal dengan istilah “cyber physical system” cara kerja penerapan berpusat kepada otomatisasi berkolaborasi dengan teknologi informasi pada proses pengaplikasiannya sehingga tenaga manusia berkurang dalam keterlibatan pada prosesnya.
Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi kinerja semakin bertambah pada lingkungan industri, hal ini dapat memberikan dampak signifkan pada kualitas kerja dan berkurangnya biaya produksi. Tidak hanya dalam lingkungan kerja, seluruh lapisan masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi informasi secara umum yang semakin cepat mendistribusian informasi, akses internet, dan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas.
Dengan semua kemudahan yang diberikan oleh teknologi membuat masyarakat khususnya mahasiswa terbuai kenyamanan dan kemudahan sehingga cenderung malas dalam melakukan hal-hal yang sulit, rumit dan terkesan ribet karna sudah terbiasa mendapatkan suatu hal dengan mudah sehingga lebih memilih hal yang instan dan cepat. Anak zaman sekarang yang suka serba instan menginginkan semua harus serba mudah ia dapatkan sehingga berdampak pada faktor-faktor lain di kehidupannya bahkan lebih berunjuk ke transaksional. Begitu pula dampak pada interes mahasiswa pada organisasi di kampus.
Mahasiswa zaman sekarang menginginkan semua ia dapatkan secara cepat. Contoh pada organisasi mahasiswa sekarang yang menginginkan hanya sebuah eksistensi bukan lagi terkait kinerja dan soft skill berupa gagasan yang menjadi nilai tawar yang tinggi melainkan sebuah pengakuan, mahasiswa menginginkan organisasi yang dapat memberikan soft skill atau hard skill yang dapat mereka rasakan dampaknya dalam waktu dekat dan menghindari organisasi yang menawarkan gagasan, public speaking yang bagus dan memberikan wawasan luas yang di inginkan, mereka tidak lagi membutuhkan itu, dikarenakan perlu adanya proses yang panjang untuk menggapainya dan melewatinya. Karna semua serba harus diekspos untuk mendapatkan pujian dan viral di media sosial.
Kurangnya minat ini menjadikan dampak serius bagi perkembangan intelektual sebuah negri yang dapat mengakibatkan krisis orang yang idealis, pekerja keras untuk mendapatkan sesuatu, dan kekurangan sumber daya manusia yang memiliki kredibilitas tinggi apabila semua orang bersifat serba transaksional.
Adanya fenomena ini juga didukung oleh citra organisasi mahasiswa tersebut, tendensi mahasiswa menginginkan berada di organisasi yang memiliki citra tinggi agar dipandang memiliki derajat diatas rata-rata dibandingkan lingkungan sosialnya, namun hal ini juga berdampak pada universitas yang dipilih. Eksistensi harus menjadi poin penting dalam pemilihan suatu keputusan bagi mahasiswa, kebanyakan mahasiswa zaman sekarang kurang melirik mana kampus yang memiliki tingkat rangking tinggi dan kualitas akademik lagi sebagai acuan lanjutan studinya.
Namun seberapa mampu kampus tersebut dapat memberikan berdampak peningkatan eksistensi dirinya dilingkungan sosial sehingga hal ini sangat berbanding terbalik dengan kejadian zaman dulu yang berkata “nama kampus besar berkat prestasi mahasiswanya” menjadi “mahasiswa dapat menjadi orang besar berkat berkuliah dikampus besar” kata besar disini memiliki banyak sekali makna dan indikator yang tertuang didalamnya selain akademik yang terpenting seberapa besar kampus itu memiliki eksistensi dalam negara sehingga dapat menjadi sebuah batu loncatan agar menaikan popularitas mahasiswa tersebut.
Tidak bisa kita pungkiri mengapa mahasiswa mencari hal tersebut karena kita sekarang hidup di zaman digital dan serba cepat dimana dia yang populer dan terkenal akan mendapatkan privilege atau hak istimewa sosial menjadikan nilai tambah yang sedang dicari – cari banyak orang karna akan memudahkan dia dalam berkehidupan sosial dan bermasyarakat. (*)
