Speech Nurul-Yolanda Wakil Ekonomi Pembangunan UMM Pikat Peserta
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Mendapatkan juara merupakan bonus dari ikhtiar atau proses yang telah dilakukan seseorang. Itulah opening seorang Nurul Syahidah ketika mengetahui bahwa dirinya dan satu temannya sebagai wakil Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang belum lolos juara dalam event kompetisi kelas internasional yang digelar LC (Language Center) UMM kemarin sore.
Meski Nurul belum lolos juara, namun materi pidatonya berjudul The Importance of Mental Health Awareness mampu menyita perhatian banyak peserta disebabkan gaya bicara, bahasa serta isi pidato yang disampaikan sekitar 5 menit tersebut berisi “daging” semua.
Nurul yang saat ini masih berada di semester dua, menyebutkan ide pidatonya berasal dari banyaknya masyarakat yang terganggu mentalnya ketika mengalami masalah kehidupan. Materi itu dipelajarinya secara singkat hanya enam hari. Pidatonya ini mengupas kesadaran mental seseorang ketika menerima tantangan atau problem dalam kehidupan.

Berikutnya Yolanda Almadea Putri, mahasiswa semester dua prodi ekonomi pembangunan UMM mengangkat tema berjudul Bullying. Dipilihnya tema tersebut karena nurani Yolanda terenyuh ketika membaca realitas banyak korban bully hingga bunuh diri.
Nah, Yolanda lantas menuangkan gagasan anti bully sekaligus solusinya terhadap aksi bullying tersebut dalam ajang speech kelas internasional LC UMM. Meski waktunya singkat, dirinya mampu menghipnotis peserta bahwa peran orang tua dan lingkungan menjadi penting untuk mengatasi perundungan atau bullying.
Bahkan cara mengatasi tersebut dengan mem-filter konten di medsos sehingga ada keseimbangan aksi daripada imajinasi. Berdasarkan hal ini pentingnya masyarakat untuk menyebarkan cinta daripada kebencian terhadap sesama. (rilis: humas ep umm/editor: doni osmon)
