Siswa Smamuda Sumberpucung Kunjungi DPRD Kabupaten Malang Studi P5
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Perkuat Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda mengadakan kunjungan ke gedung DPRD Kabuopaten Malang. Kunjungan ini diikuti oleh 45 siswa Smamuda dari kelas X dan kelas XI semua jurusan IPA maupun IPS.

Menurut Kepsek Smamuda Sumberpucung, ustadz Ujang Tajul Aripin, S.Hi, M.Pd, rombongan siswa Smamuda Sumberpucung diterima perwakilan DPRD Kabupaten Malang di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Malang (31/10).
Pada kesempatan kali ini, ujar ustad Ujang mengusung tema Peran Pemuda Dalam Suara Demokrasi. Adapun tujuan kunjungan ini agar para siswa Smamuda mampu memahami tentang tugas DPRD sebagai lembaga legislatif.

Penjelasan tentang fungsi DPRD tersebut, kata ustadz Uajng dijelaskan Faturohman, S.PdI sebagai narasumber dari Komisi III DPRD Kabupaten Malang. Pada kesempatan tersebut menjelaskan apa itu DPRD juga menerangkan tugas tugas nya.
Dari itu semua diharapkan para siswa Smamuda tidak berprasangka buruk atau sering mengatakan bahwa anggota dewan imagenya negative. Selain penjelasan juga dilaksanakan tanya jawab agar setiap siswa bisa memiliki kesempatan bertanya langsung kepada anggota DPRD.
“ Alhamdulillah tadi terdapat tiga siswa yang langsung mengutarakan pertanyaan kepada anggota DPRD. Harapannya agar wawasan politik siswa Smamuda lebih maju dan berkembang,” tandas ustadz Ujang.

Salah satu siswa, Fendi Soiful Ahmad sebagai peserta menerangkan acara kunjungan ke gedung DPRD ini di mulai pukul 12.00 hingga pukul 02.00. Pada kunjungan ini Fendi bisa mengetahui berbagai macam hal berupa apa itu DPRD dan mengetahui bagian bagian apa yang ada di DPRD.
Lalu menjelaskan tentang komisi komisi di DPRD. Di sebutkan ada 4 komisi di DPRD. Yaitu komisi 1 hingga komisi 4 dengan maksud dan tujuan masing masing. Fendi pun sempat mengajukan pertanyaan terhadap perwakilan dari DPRD tentang bagaimana perasaan ketika di demo oleh rakyat.
Bapak Faturohman pun menjawab bahwa keadaan seperti ini sering dialami, terbukti dengan berbagai macam pengalaman yang beliau ceritakan. Nah, intinya ketika terjadi demo dari masyarakat, yang pertama pasti merasa bersalah. Setelah itu akan digerakkan perbaikan dari kesalahan kesalahan yang ada. (cakhud/editor: hamara)
