Semnas HIMA-Prodi ARS UMLA Bahas Policy KRIS JKN
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Himpunan Mahasiswa Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Lamongan (HIMA ARS UMLA), pada (31/8) mengadakan seminar nasional (semnas) tematik, Strategi Rumah Sakit dalam Menghadapi Implementasi Kelas Standar BPJS.
Dekan FIKES UMLA, Arifal Aris, S.Kep, Ns. M.Kep, dalam sambutannya menyebutkan seminar ini dilatar belakangi adanya penerapan kebijakan baru Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN. Kelas standar akan mulai berlaku di rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan pada tahun ini dan diimplementasikan secara penuh di seluruh rumah sakit rujukan BPJS Kesehatan pada 2024.
Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, himpunan mahasiswa Prodi S1 ARS mengadakan Seminar nasional dengan tiga sudut pandang yaitu dari PERSI (Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan praktisi rumah sakit.
“Tema seminar yang diangkat merupakan berita terbaru dari kebijakan pemerintah. Ini merupakan sebuah langkah yang bagus untuk Prodi ARS. Dimana Prodi S1 ARS Universitas Muhammadiyah Lamongan mendapat Akreditasi Baik Sekali dan terbaik pertama di Indonesia,” ujar Arifal Aris.
Sementara Ketua PERSI Jawa Timur, dr. Hendro Sulistijono MM, M.Kes, menjelaskan overview kondisi rumah sakit dan sebaran penyakit di Indonesia. Sebagai ketua asosiasi rumah sakit dirinya memikirkan dampak implementasi KRIS JKN terhadap kondisi layanan kesehatan di rumah sakit.
Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Gresik, dr. Dody Sukra Goutama, menyebutkan BPJS Kesehatan selaku pelaksana kebijakan dari kemenkes mengupas tuntas kebijakan kelas standar BPJS dan penerapannya di lapangan.
Dalam kesempatan ini BPJS mencoba meluruskan makna dari kebijakan KRIS JKN adalah demi kesetaraan dan pemerataan layanan kesehatan.
Direktur RSU Muhammadiyah Babat sekaligus Dosen Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit UMLA, dr. Fara Nurdiana, M.Kes, dari sudut pandang kepala rumah sakit, dr. Fara menegaskan dampak Kelas standar BPJS terhadap mutu layanan di RS serta strategi dalam menghadapinya.
Bagi dr Fara tantangan rumah sakit dengan adanya implementasi KRIS JKN, bagaimana kesiapan rumah sakit, serta dampak terhadap mutu dan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan.
Sekedar diketahui, seminar nasional ini dihadiri tidak hanya dari mahasiswa ARS UMLA saja, namun rumah sakit dan perusahaan asuransi swasta juga hadir menyimak materi. (rilis: humas/editor: doni osmon)
