QR Code-Geolocation Portal Absensi Sholat Jama’ah Karyawan UMLA
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Inovasi dalam ibadh memang diperlukan sesuai dengan visi Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemajuan. Salah satu bentuknya dilakukan Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA, pada masjid Ki Bagus Hadikusumo. Seperti apa? Bidang Sumber Daya Insani (SDI) UMLA, Agus Tita Wanda, SM, disapa ustadz Agus menjelaskan tentang barcode absensi gerakan shalat berjama’ah keluarga besar UMLA.
Menarik, ustadz Agus mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan arahan dari Rektor UMLA Dr. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ns, M.Kes, untuk mengaktifkan sholat berjama’ah di masjid Ki Bagus Hadikusumo kompleks UMLA Jln Raya Plalangan Plosowahyu KM.02 Lamongan ini. Nama program dimaksud presensi sholat jama’ah.
Presensi shalat berjama’ah ini, kata ustadz Agus menggunakan suatu sistem portal absensi e-campus hasil kerjasama dari BAU (Badan Administrasi Umum) dan SDI dengan LABAIK (Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan) dibantu Tim IT Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Ustadz Agus menjelaskan tujuan di berlakukannya presensi sholat jama’ah sebagai salah satu upaya agar seluruh karyawan sholat berjama’ah di masjid di awal waktu dengan sistem yang tertata dalam rangka memakmurkan masjid kampus yang sudah tersedia.

Lanjut ustadz Agus, agar tidak melakukan sholat sendiri-sendiri di ruangan kerja masing-masing dan dengan adanya program tersebut membuat lingkungan kampus menjadi kuat dari sisi agamisnya, serta bisa menjadi keberkahan bagi seluruh civitas akademika kampus.
Absennya diprogram berbasis sistem dengan menggunakan code QR dan geolocation dalam portal absensi. Sehingga dalam sebulan dapat diketahui keaktifan jama’ah dalam ibadah di masjid kampus.
Ustadz Agus sebagai tenaga kependidikan SDI UMLA berharap kedepannya dengan adanya presensi sholat jama’ah tersebut, seluruh karyawan bisa terbiasa untuk sholat jama’ah di masjid kampus dan tepat di awal waktu. Sebab para dosen maupun pimpinan lain merupakan figure yang dapat dicontoh oleh mahasiswanya serta sosial masyarakat di sekitarnya.
“selain itu, dalam hal apapun baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari seluruh karwayan bisa disiplin waktu dimanapun berada, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dalam semua kegiatan yang positif untuk kemajuan institusi amal usaha muhammadiyah dan memberikan kemaslahatan bagi ummat,” ujar ustadz Agus. (reporter: alfain jalaluddin ramadlan/editor: doni osmon)
