Psikoedukasi Enviromental Awareness-Transformasi Sampah Daur Ulang : Inisiatif Kreatif PMM 20 UMM di PKK Landungsari
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 20 Gelombang 1 telah mengadakan program Pengabdian Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran lingkungan melalui psikoedukasi dan pembuatan handcraft daur ulang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Landungsari, khususnya kepada ibu-ibu komunitas PKK RT 2 RW 7, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian mereka terhadap pentingnya menjaga lingkungan, serta menginspirasi mereka untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa ini adalah untuk mengimplementasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Anggota PMM kelompok 20 gelombang 1 UMM terdiri dari, Siska Dinda Agretiya, Nadia Sekar Trisnani, Rosabilla Fatma Azzahra, Shafa Camila Oktania, dan Rahma Yunita. Mereka dalam arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Septi Nur Wulan Mulatmi, S. Pt., M. Sc.

Psikoedukasi Environmental Awareness: Mendalami Kesadaran dan Kepedulian Lingkungan dari Sisi Psikologi, mengupas kesadaran lingkungan dari sisi psikologis
Psikoedukasi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Juli 2024. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan yang berfokus pada pemahaman psikologis mengenai bagaimana manusia merespons dan berinteraksi dengan lingkungan mereka. Melalui pendekatan ini, ibu-ibu komunitas PKK diajak memahami alasan di balik perilaku manusia yang cenderung diulang, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan. Diskusi ini mengungkapkan bahwa perilaku tersebut sering kali terbentuk karena adanya penguatan lingkungan—baik berupa kenyamanan sementara atau penghindaran dari ketidaknyamanan.
Tak hanya itu, psikoedukasi ini juga menyinggung pengaruh kognitif dan emosional terhadap sikap manusia terhadap lingkungan. Berbagai contoh konkret diberikan untuk menunjukkan bagaimana sikap dan perilaku kita terhadap lingkungan dapat bervariasi tergantung pada kondisi fisik dan sosial yang kita hadapi. Faktor-faktor yang mendorong perilaku pro lingkungan juga menjadi topik utama. Dari kesadaran individu hingga dukungan sosial dari komunitas, para peserta diajak untuk lebih peduli dan mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Diskusi ini diharapkan bisa memicu perubahan positif dalam sikap dan perilaku sehari-hari para ibu-ibu PKK terhadap lingkungan.

Mengubah Sampah Menjadi Karya Seni Daur Ulang
Selain materi psikoedukasi, kegiatan lainnya adalah pembuatan handcraft daur ulang yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2024. Para ibu-ibu komunitas PKK diajak untuk mengubah sampah daur ulang seperti plastik bekas, kardus, dan gelas plastik tidak untuk dibuang, melainkan diubah menjadi sesuatu yang lebih berharga—sebuah set baju pawai yang menarik dan penuh warna. Proses pembuatan ini tidak hanya melatih keterampilan kreatif para peserta, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa sampah yang biasa dianggap tak berguna sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi sesuatu yang indah dan bernilai. Hasil akhir berupa satu set baju pawai yang terbuat dari bahan daur ulang ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kreativitas, kita bisa menciptakan karya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dampak Positif
Program pengabdian ini memberikan dampak signifikan bagi para ibu komunitas PKK RT 2 RW 7. Melalui psikoedukasi, mereka mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dari sudut pandang psikologis. Kesadaran ini diharapkan akan mendorong perubahan perilaku menuju tindakan yang lebih pro lingkungan di kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan pembuatan handcraft daur ulang memberikan inspirasi dan dorongan bagi ibu-ibu PKK untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kreatif yang mendukung pelestarian lingkungan. Kreativitas yang dihasilkan dari barang-barang yang biasanya dibuang menjadi bukti nyata bahwa menjaga lingkungan tidak harus selalu rumit; seringkali, solusi terbaik datang dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.
“Kami sangat senang dapat melaksanakan program ini. Melalui psikoedukasi dan daur ulang menjadi suatu karya baru, kami berharap dapat menanamkan kesadaran lingkungan yang lebih dalam kepada ibu-ibu komunitas PKK. Program ini tidak hanya tentang teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nadia Sekar Trisnani, koordinator kelompok mahasiswa UMM PMM Kelompok 20 Gelombang 1.

Menuju Lingkungan yang Lebih Baik
Melalui program ini, Mahasiswa UMM Kelompok 20 Gelombang 1 telah menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan bisa ditingkatkan melalui pendidikan dan kreativitas. Dengan memadukan psikoedukasi yang mendalam dan aktivitas kreatif yang menyenangkan, mereka berhasil menggerakkan ibu-ibu komunitas PKK untuk lebih peduli dan aktif menjaga lingkungan. Harapannya, program ini bisa menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Landungsari untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih atas program yang diselenggarakan oleh mahasiswa UMM ini. Ibu-ibu PKK yang hadir, aktif dan kritis dalam memahami masalah lingkungan dari sudut pandang psikologi yang disampaikan dari kelompok 20 pmm ini, menunjukkan antusiasme tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bagaimana kami bisa berperan aktif dalam upaya tersebut.” ujar Mistiani, Ketua Komunitas PKK RT 2 RW 7. (penulis: pmm 20 gelombang 1 umm)
