PMM 99 UMM Terapkan Metode Analisis Kartun, Edukasi Siswa SDN 1 Wonodadi
TABLOIDMATAHATI.COM, WONODADI – Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) kelompok 99 gelombang 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program inovatif di SDN 1 Wonodadi, Desa Wonodadi, fokus pengembangan metode pembelajaran berbasis kartun edukasi. Program ini menyasar siswa kelas 4 hingga 6 SD, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka melalui pendekatan visual yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Program ini mengaplikasikan metode analisis kartun edukasi, di mana siswa diajak untuk menonton dan menganalisis kartun-kartun edukatif. Dengan metode ini, para siswa tidak hanya diajak untuk menonton, tetapi juga untuk memahami dan mendiskusikan pesan moral, nilai-nilai pendidikan, serta materi pelajaran yang disampaikan melalui kartun.

PMM kelompok 99 gelombang 5 UMM, terdiri dari mahasiswa lintas jurusan atas nama Affan Faruq Al Aslami (202210340311006), Diwa Surya Saputra (202210340311008), Muhammad Fajriannur (202210230311014), Dadang Wahyu Pramana (202210230311017), Ahmad Chaska Virdhyansyah Setyawan (202210360311054). Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Iqbal Ramadhani Fuadiputra, S.E., M.SM. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Saat melaksanakan program kerja PMM kelompok 99 gelombang 5 bekerja sama dengan para guru SDN 1 Wonodadi untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan kurikulum dan menarik bagi para siswa. Program ini dilaksanakan di SDN 1 Wonodadi, Desa Wonodadi, selama satu minggu penuh, mulai tanggal 12 hingga 15 Agustus 2024.
Kegiatan ini diadakan di ruang kelas dan ruang audio-visual sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih interaktif.

Kartun edukasi dipilih karena sifatnya yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui visual yang menarik dan cerita yang seru, anak-anak diharapkan lebih mudah menyerap materi pembelajaran. Selain itu, metode analisis kartun juga bertujuan untuk mengasah kemampuan kritis dan refleksi siswa terhadap nilai-nilai yang disampaikan.
Proses pembelajaran dimulai dengan pemutaran kartun edukasi yang telah dipilih berdasarkan relevansi dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari. Setelah itu, siswa diajak berdiskusi mengenai isi kartun, mengidentifikasi pesan yang ingin disampaikan, serta mengaitkannya dengan materi pelajaran. Diskusi ini dipandu oleh anggota PMM yang sudah dilatih untuk mengarahkan diskusi ke topik-topik yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan dan karakter siswa.

Respon siswa sangat positif, dengan peningkatan partisipasi dan antusiasme selama sesi pembelajaran. Para guru juga melaporkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan melalui metode ini. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk penerapan metode serupa di sekolah-sekolah lain di Desa Wonodadi dan sekitarnya.
Dengan keberhasilan program ini, Kelompok PMM 99 Gelombang 55 UMM berharap metode analisis kartun edukasi dapat terus diterapkan dan dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah dasar. (penulis/foto: pmm kel 99 gel 5 umm/editor: hamim)
